METODE PENGAJARAN DALAM PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP PADA SISWA SEKOLAH DASAR (STUDI PADA SEKOLAH ADIWIYATA DI DKI JAKARTA)

Anisa Muslicha

Abstract


The degradation of environmental quality caused by human negligence, ignorance, lack of ethics/moral towards the environment. Environmental education is a significant subject to be taught to elementary students, to acquire knowledge, awareness and implement the environmentally-friendly-attitude and behavior.The aims of this study are (1) to analyze the effective teaching method on environmental education in Adiwiyata-achiever Primary Schools; and (2) to analyze the aspects on selecting the teaching method on environmental education. The method of this research is quantitative method with descriptive analysis. The study has conducted in Adiwiyata achiever schools, which are SDN Klender 22, SDN Benhil 12, SDN Menteng 02, and SDN Sungai Bambu 05. There are 46 respondents. The result shows that the effective teaching methods used by the Adiwiyata-achiever schools are lecture, discussion, and experiential methods. The selection of teaching method is based on the criteria of the objectives of the study, situation, and teacher itself. 

Penurunan kualitas lingkungan terjadi karena kelalaian, ketidaktahuan dan tiadanya etika serta/moral terhadap lingkungan. Pendidikan Lingkungan Hidup penting diajarkan pada murid SD, untuk memperoleh pengetahuan, kesadaran dan mempunyai sikap dan perilaku peduli lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis metode yang efektif dalam mengajarkan PLH di sekolah Adiwiyata; dan (2) menganalisis aspek dalam pemilihan metode pengajaran PLH di sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan analisis deskriptif. Penelitian dilakukan di sekolah penerima Adiwiyata di DKI Jakarta yaitu SDN Klender 22, SDN Benhil 12, SDN Menteng 02, dan SDN Sungai Bambu 05. Responden berjumlah 46 orang guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode yang digunakan oleh guru Sekolah Adiwiyata dalam mengajarkan PLH adalah metode ceramah, metode pengalaman langsung dan metode diskusi. Pemilihan metode mempertimbangkan tujuan pembelajaran, situasi dan aspek pengajar sendiri.



Keywords


environmental education, metode pengajaran, pendidikan lingkungan hidup, teaching method.

Full Text:

PDF

References


Afandi, Rifki. (2013). Integrasi pendidikan lingkungan hidup melalui pembelajaran IPS di sekolah dasar sebagai alternatif menciptakan sekolah hijau. Jurnal pedagogia, vol. 2(1), Februari 2013 halaman 98-108.

Amemiya, K. & Macer, D. (1999). Environmental education and environmental behavior in Japanese students eubios. Journal of asian and international bioethics, vol. 9. p. 109-115.

Anas, M. (2014). Mengenal metode pembelajaran.

BAS, Gokhan. (2010). The effects of multiple intelligences instructional strategy on the environmental awareness knowledge and environmental attitude levels of elementary students in science course. International electric journal of environmental education, vol. 1, issue 1.

Caciuc, Viorica Torii. (2013). The role of virtue ethics in training students’ environmental attitudes. Journal of procedia-social and behavioral sciences 92, p 122-127.

Campbell, J. (2001). Creating our common future educating for unity in diversity. UNESCO Publishing/Berghahn Books.

Carlson, et al. (2011). Validating an environmental education field day observation tool. International electric journal of environmental education, vol. 1, issue 3.

Gough, A. & Gough, N. (1969). (in press). Environmental education in kridel, craig (Ed.), The SAGE encyclopedia of curriculum studies. New York: Sage Publication.

Gul, Seyda & Yesilyurt, Selami. (2011). A study on primary and secondary school students’ misconception about greenhouse effect (Erzurum Sampling). International electric journal of environmental education, vol. 1, issue 3.

Gulo, W. (2012). Strategi belajar mengajar. Jakarta: PT. Grasindo.

Heriyanto, H. (2013). Akar penyebab krisis lingkungan. Materi perkuliahan filsafat lingkungan, Program Studi Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Pendidikan & Kebudayaan. (2012). Buku Panduan Adiwiyata Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Pendidikan & Kebudayaan.

Keraf, S. (2010). Etika lingkungan hidup. Jakarta: PT. Gramedia Media Nusantara.

Kochhar, S.K. (1992). Methods and techniques of teaching. Sterling Publishers PVT, Ltd.

Kostova, Z & Atasoy, E. (2008). Methods of successful learning. Environmental education journal of theory and practice in education, vol. 4(1), p48-78.

Kuswoyo, Pandi. (2012). Ketuntasan belajar murid pada mata pelajaran PAI. Metode kisah jurnal pendidikan Islam, vol. 1(1).

Lakshmi, G.V.S. (2010). Methods of teaching environmental science. New Delhi: Discovery Publishing House.

Meilani, R. (2009). Implementasi PLH di sekolah sekitar hutan (Eksplorasi metode dan media pengajaran PLH pada SDN Gunung Bunder 04 dan SDN Gunung Picung 05). Makalah penunjang dalam workshop Pengembangan Model Jaringan Kemitraan Antara Pengelola Kawasan Hutan dengan Sekolah dalam Penerapan PLH, Bogor, 18 Agustus 2009.

Pamuti, Bobby, P., Djarkasi, A. (2014). Kajian perencanaan pengajaran mata pelajaran pendidikan lingkungan hidup (PLH) pada tingkat sekolah dasar di Kota Manado. Jurnal Sabua, diakses pada tanggal 13 Oktober 2015 dari web http://ejournal.unstrat.ac.id dipublikasikan pada tanggal 1 Maret 2014.

Prayitno. ----. Dasar Teori dan Praksis Pendidikan. Grasindo.

Program Studi Ilmu Lingkungan-PSIL Universitas Indonesia. (2015). Pedoman penulisan karya ilmiah program studi Ilmu Lingkungan Program Pascasarjana.

Retnowati, A., Esti AM., Aris M., Andreas D. (2014). Environmental ethics in local knowledge responding to climate change: An understanding of seasonal traditional calendar pranotomongso and its phenology in karst area of gunung Kidul, Yogyakarta, Indonesia. Journal of procedia environmental sciences 20, 785-794.

Rianto, M. (2006). Pendekatan, Strategi, dan Metode Pembelajaran. Malang: Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Pusat Pengembangan Penataran Guru IPA dan PMP Malang.

Samuel, K. & Sundar, I. (2007). Environmental education: Curriculum and teaching methods. India: Sarup & Sons.

Santoso, et al. (2012). Green education in bridge card game: Alternatif pembelajaran peserta didik kelas 4 sekolah dasar pada pokok bahasan saling ketergantungan antar makhluk hidup dengan lingkungannya. Disampaikan pada seminar nasional IX Pendidikan Biologi FKIP UNS.

Simbolon, B. R. (2010). Paket materi pembelajaran inkuiri dalam pendidikan lingkungan hidup untuk meningkatkan perilaku berwawasan lingkungan murid SD di Jakarta. Jurnal ilmu pendidikan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan, vol.11(02), Maret 2010.

Stapp, William B. (1969). The concept of Environmental Education. The journal of environmental education, vol.i, no. 1, 30-31, 1969.

Suyanto & Jihad, Asep. (2013). Menjadi guru profesional: Strategi meningkatkan kualifikasi dan kualitas guru di era global. Jakarta: Esensi-Erlangga Grup.

Tim Pengembang Ilmu Pendidikan FIP-UPI. (2007). Ilmu dan aplikasi pendidikan bagian III. Grasindo & Imtima.

Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Vishwanath, H.N. (2006). Models of teaching in environmental education. New Delhi: Discovery Publishing House.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Jurnal Pendidikan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.