Main Article Content

  • Bulkis Bulkis
    Universitas Terbuka

Abstract

The objective of the research was to describe the factor of individual characteristic and communication activity, the communication barriers of rice farmers the analysing the relation between the factor of farmers individual characteristic and the communication barriers that felt by rice farmer in theOesao villageKupang district. Quantitative approach was chosen by the researcher because of the descriptions the explained the relation among variables in depth by the unit of analysis was rice farmer so that it can be show the clear relation between variables. There were two variables of research that observed, they were characteristic of farmer (X1), farmer communication activity (X2), communication barrier between agricultural extension and farmer (Y). The result of the research showed that 1) communication barriers most felt by the farmers were caringand solidarityfactor, then prejudice factor, difference of expectation and difference of needs.2) the experience of farmer was very significantly related with prejudice factor barrier, cared, solidarity then has significantly related with communication barrier of difference of needs. 3) Characteristic of farmer cosmopolite has significantly related negative with barriers factor of communication at prejudice, difference of needs, cared, and solidarity. Characteristic of the extent of farmer knowledge has significantly related negative with all of barriers factor of communication that felt by the rice farmer at Oesao villageKupang district. Communication activity was generally significant and very real with barriers of communication that felt by rice farmer at Oesao Kab. Kupang.


Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor karakteristik individu dan aktivitas komunikasi, hambatan-hambatan komunikasi yang ada pada petani padiserta menganalisis hubungan antara faktor karakteristik individu petani dan aktivitas komunikasi dengan hambatan komunikasi yang dirasakan petani padi di Desa Oesao Kab. Kupang. Pendekatan kuantitatif dipilih oleh peneliti karena melihat deskripsi serta menjelaskan hubungan antar variabel secara mendalam, dengan unit analisis adalah petani tanaman padi sehingga dapat memperlihatkan hubungan yang jelas antar variabel. Terdapat dua variabel penelitian yang diamati yaitu karakteristik petani (X1), aktivitas komunikasi petani(X2), hambatan komunikasi antara penyuluh dan petani(Y). Hasil penelitian yang diperoleh bahwa:1) Hambatan komunikasi yang paling dirasakan petani adalah pada faktor perhatian dan keakraban, disusul dengan faktor prasangka, perbedaan harapan dan perbedaan kebutuhan. 2) Pengalaman petani berhubungan sangat nyata pada faktor hambatan prasangka, perhatian dan keakraban serta berhubungan nyata dengan hambatan komunikasi faktor perbedaan kebutuhan. 3) Karakteristik kekosmopolitan petani berhubungan sangat nyata negatif dengan faktor hambatan‐hambatan komunikasi pada prasangka, perbedaan kebutuhan, perhatian dan keakraban. Karakteristik tingkat pengetahuan petani berhubungan sangat nyata negatif dengan seluruh faktor hambatan‐hambatan komunikasi yang dirasakan petani padi di Desa Oesao Kab. Kupang. Aktivitas komunikasi secara umum berhubungan nyata dan sangat nyata dengan hambatan‐hambatan komunikasi yang dirasakan petani padi di Desa Oesao Kab. Kupang.

Keywords

agricultural extension, communication barrier, hambatan komunikasi, penyuluh, petani padi, rice farmer

References

Arikunto. (1998). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

Dilla, S. (2007). Komunikasi Pembangunan: Pendekatan Terpadu. Bandung: Simbiosa Ekatama Media.

Menristek. (2006). Pengemnangan IPTEK untuk Peningkatan Daya Saing Produk Pangan Hasil Peternakan. Draf Laporan Kementerian Negara Riset dan Teknologi Bekerjasama dengan Universitas Sriwijaya.Palembang: Universitas Sriwijaya.

Mulyana, D. (2005). Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Rogers. (2003). Diffusion of innovations (5th ed.) New York: The Free Press.

Siegel. (1994). Statistik Non Parametrik. Jakarta: Gramedia.

Singarimbun & Effendi. A. (2008). Metode Penelitian Survai. Jakarta: Pustaka LP3ES Indonesia.

Suparyono & Setyono, A. (1997). Mengatasi Permasalahan Budidaya Padi. Jakarta: Penebar Swadaya.

Suprapto & Fahrianoor. (2004). Komunikasi Penyuluhan dalam Teori dan Praktek. Yogyakarta: Arti Bumi Intaran.

Susanto, AS. (1977). Problems of Communication Planning in Indonesia. Di dalam Rahim SA, Middleton J, editor. Perspectives in Communication Policy andPlanning. Ed ke-3. Hawaii: East-West Center, East-West CommunicationInstitute.

Wijono Wiloejo. (2005). Mengungkap sumber-Sumber Pertumbuhan Ekonomi Indonesia dalam Lima Tahun Terakhir. Jurnal Manajemen dan Fiskal, No V.

Article Sidebar

Published Mar 16, 2018
How to Cite
BULKIS, Bulkis. HAMBATAN KOMUNIKASI YANG DIRASAKAN PETANI SELAMA PEMBINAAN PETANI PADI (ORIZA SATIVA) DI DESA OESAO KABUPATEN KUPANG. Jurnal Matematika Sains dan Teknologi, [S.l.], v. 19, n. 1, p. 25-36, mar. 2018. ISSN 2442-9147. Available at: <http://jurnal.ut.ac.id/index.php/JMST/article/view/611>. Date accessed: 20 june 2018.
Section
Articles