PENYULUHAN DAN PEMBUATAN MP-ASI LOKAL DENGAN BAHAN DASAR BMC (BAHAN MAKANAN CAMPURAN) UNTUK BALITA PADA KADER POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIKULUR KABUPATEN LEBAK 2019

  • Muhammad Ikhsan AMAR Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
  • Nanang NASRULLAH Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
Keywords: BMC, Complementary Foods, Counseling, Edukasi, MP-ASI, Peyuluhan

Abstract

Changes in the need for exclusive breastfeeding to complementary foods generally occur at the age of 6-24 months, and this period is very sensitive to the occurrence of malnutrition in children. Implemented supplementary feeding will help overcome the problem of malnutrition and poor nutrition and support the optimal growth and development of infants and children (MOH RI, 2004). The purpose of this activity is to increase the knowledge and skills of posyandu cadres in making quality and nutrient-dense complementary foodsby utilizing Mixed Food Ingredients (BMC) from local materials, and in the end this knowledge and skills can be disseminated to the community especially mothers of toddlers in Anggalan Village, Cikulur District, Lebak Regency.

Method The activity was held in the form of counseling on the making of complementary foods with Basic Materials of for Toddlers to Posyandu Cadres with counseling methods to increase knowledge about the procedures and patterns of supplementary feeding for toddlers. There were about 40 people from nursing mothers who were present listening to counseling.

 The results of the activity showed that there was an increase in mothers' knowledge about how to utilize existing local food materials so that they could be used as complementary foods after counseling about complementary foods with BMC Basic Materials for Toddlers. Seeing the condition of the village, a lot could actually be used or processed into various kinds processed foods including complementary foods, so people need to be encouraged to empower these resources.

Perubahan kebutuhan dari ASI eksklusifkemakanan pendamping umumnya terjadi pada usia 6-24 bulan, dan periode ini sangat sensitif untuk terjadinya malnutrisi pada anak. Dilaksanakan pemberian makanan tambahan dalam bentuk MP-ASI akan membantu mengatasi masalah gizi kurang dan buruk serta menunjang tumbuh kembang bayi dan anak secara optimal (Depkes RI,2004). Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader posyandu dalam pembuata MP-ASI yang berkualitas dan padat gizi dengan memanfaatkan Bahan Makanan Campuran (BMC) dari bahan lokal, dan pada akhirnya pengetahuan dan ketrampilan ini dapat disebarluaskan kepada masyarakat terutama ibu-ibu balita di Desa Anggalan Kecematan Cikulur Kabupaten Lebak.

Metode Kegiatan yang diadakan berupa penyuluhan pembuatan MP-ASI dengan Bahan Dasar BMC untuk Balita pada Kader Posyandu dengan metode penyuluhan untuk meningkatkan

 

pengetahuan mengenai tata cara dan pola pemberian makan tambahan bagi balita. Waktunya pelaksanaanya itu hari Jumat, 20 September 2019. Berlokasi di Desa Anggalan, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten Peserta kegiatan ini selain Kader Posyandu, melibatkan secara langsung ibu-ibu menyusui di desa tersebut. Ada sekitar 40 orang dari ibu-ibu menyusui yang turut hadir mendengarkan penyuluhan.

Pentingnya diadakannya kegiatanini, adalah memberdayakan potensi sumberdaya lokal yang ada di daerah setempat. Hasil kegiatan menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan ibu tentang bagaimana memanfaatkan bahan pangan lokal yang ada sehingga dapat dimanfaatkan menjadi MP-ASI setelah dilakukan penyuluhan tentang MP-ASI dengan Bahan Dasar BMC untuk Balita Melihat kondisi desa, banyak sekali sebetulnya yang bisa dimanfaatkan ataupun diolah menjadi berbagai macam makanan olahan termasuk MP-ASI, sehingga masyarakat perlu didorong untuk memberdayakan sumberdaya tersebut.

Author Biographies

Muhammad Ikhsan AMAR, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Prodi Ilmu Gizi, Fakultas Ilmu Kesehatan

Nanang NASRULLAH, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Prodi Ilmu Gizi, Fakultas Ilmu Kesehatan

References

Boer, R. 2017. Food Security Monitoring Bulletin INDONESIA. Bogor: FAO Indonesia.
Damayanti, Yuniar.. 2003. “Pengaruh Jenis Kacang-Kacangan Sebagai Bahan Makanan Campuran (BMC) Dari Bekatul Dan Tepung Kacang- Kacangan Berbentuk Biskuit Ditinjau Dari Kadar Protein Dan DayaTerima”. KaryaTulis Ilmiah. Surakarta: Fakultas Ilmu Kesehatan – UMS
Khaeron, E. H., Yuyun, Sudarjat & Sendjaja, T. 2016. Assessment of Sustainable Food Diversification Development Model in West Java, Indonesia. International Journal of Humanities and Social Science 6, 175-181.
Gibson RS. 2005. Principle of Nutrional Assessment. New York. Oxford University Press
Hanani, N. 2009. Food Security. Papers. Workshop on Food Security in East Java.
Hendrayana, R. and Ariani, M. 2013. Food Diversification and Transformation Development. The paradox of success of diversification. Case: West Nusa Tenggara Province. 246-263. Research and Development of the Ministry of Agriculture. IAARD Press. Bogor
Dulmansyah, I. 2002. Availability and Food Consumption of Lampung Population (a Resource Analysis of Food and Nutritional Status of Disadvantaged Regions Population of Lampung During Crisis Years (19951999). Dissertation. Bogor Agricultural Institute. Bogor
Djauhari, A. 2013. Food Diversification and Transformation of Agricultural Development. Structural Analysis of Household Expenditure on Food Consumption Diversification Support. 204-215. Research and Development of the Ministry of Agriculture. IAARD Press. Bogor.
Published
2020-09-15
Section
Articles