Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat http://jurnal.ut.ac.id/index.php/diseminasi <p>Diseminasi merupakan media&nbsp;untuk menyebar-luaskan hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang disajikan berdasarkan kaidah penulisan ilmiah. Jurnal ini disajikan dalam berbagai bidang ilmu atau multidisipliner ilmu pengetahuan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, keahlian dan kesejahteraan masyarakat.</p> Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka en-US Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2655-2175 PENDAMPINGAN DAN PENGUATAN FORUM TBM JAWA BARAT SEBAGAI SITUS KEWARGANEGARAAN http://jurnal.ut.ac.id/index.php/diseminasi/article/view/2217 <p><em>This activity aims to provide assistance on legal issues such as the completeness of letters and permits required for Taman Bacaan Masyarakat (TBM) in West Java in order to sustain their existence and optimize utilization. Many TBMs in West Java struggle to optimize their social movements due to a lack of financial support and an understanding of legal issues. Providing a space for dialogue, counseling, and mentoring is central to this program in supporting the optimization of the TBM Forum's role as a citizenship site that also supports the National Literacy Movement in the community. The activity method is divided into four stages: first, analyzing problems and determining primary steps with the TBM Forum, second, planning the implementation of implementation, third, mentoring and counseling via conference technology, and fourth, evaluation and next steps. This activity generates publications in the form of YouTube videos, news releases, and Intellectual Property Rights that support activities.</em></p> <p> </p> <p>Kegiatan ini bertujuan untuk mengurai pendampingan atas permasalahan legalistik seperti kelengkapan surat dan izin yang diperlukan Taman Bacaan Masyarakat di Jawa Barat untuk mendukung eksistensi dan optimalisasi perannya. Banyak TBM di Jawa Barat mengalami keterbatasan dukungan dana dan pemahaman aspek legalistik untuk mengoptimalkan gerakan sosialnya tersebut. Dalam mendukung optimalisasi peran Forum TBM sebagai situs kewarganegaraan yang juga turut mendukung Gerakan Literasi Nasional di masyarakat, maka penyediaan ruang dialog, penyuluhan, dan pendampingan menjadi sentral dalam program ini. Metode kegiatan dibagi menjadi tiga tahap, pertama menganalisis permasalahan dan menentukan langkah primer bersama Forum TBM, kedua merencanakan teknis pelaksanaan pendampingan, ketiga pelaksanaan pendampingan serta penyuluhan secara dialogis melalui teknologi konferensi, dan keempat evaluasi dan penentuan langkah selanjutnya. Kegiatan ini menghasilkan publikasi dalam bentuk rekaman video di Youtube, rilis berita, dan Hak Kekayaan Intelektual yang menunjang keberlanjutan kegiatan.</p> Fauzi Abdillah Yasnita Yasnita Andri Farhan Fahrezi Helen Simanjuntak Chanisa Putri Tertia Abdul Rohman Tarigan Copyright (c) 2022 Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2022-09-26 2022-09-26 4 2 127 132 10.33830/diseminasiabdimas.v4i2.2217 PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS DO IT YOURSELF HOME PROJECT BAGI GURU TK ISLAMIC KIDS CORNER BOGOR http://jurnal.ut.ac.id/index.php/diseminasi/article/view/2589 <p><em>This community service program aims to train Bogor Islamic Kids Corner (IKC) Kindergarten teachers to develop DIY home project-based learning media for students. This activity involves partners consisting of teachers and students in partner schools. This activity begins with an initial visit to analyze the situation and needs of the local community. From the results of the visit, it was identified and agreed that community service activities (Abdimas) were focused on developing learning media based on the DIY home project considering that teaching and learning activities were still carried out from home (emergency learning). From the results of the implementation of Abdimas activities, it can be reported that from four training sessions with IKC Kindergarten teachers, the teachers have been able to develop and utilize DIY home project-based learning media with students. Both teachers and students were enthusiastic and active in participating in every series of community service activities while still adhering to health protocols.</em></p> <p> </p> <p>Program pengabdian kepada masyarakat dengan judul IbM Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis <em>DIY Home Project</em> bagi Guru TK IKC Bogor ini bertujuan melatih guru TK <em>Islamic Kids Corner</em> (IKC) Bogor untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis <em>DIY home project</em> bagi siswa. Kegiatan ini melibatkan mitra yang terdiri dari para guru dan siswa di sekolah mitra. Kegiatan ini dimulai dengan kunjungan awal untuk menganalisis situasi dan kebutuhan masyarakat di lokasi. Dari hasil kunjungan berhasil diidentifikasi dan disepakati bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) difokuskan pada pengembangan media belajar berbasis <em>DIY home project</em> mengingat kegiatan belajar mengajar masih dilakukan dari rumah (pembelajaran jarak jauh). Dari hasil pelaksanaan kegiatan PkM, dapat dilaporkan bahwa dari empat kali pelatihan dengan para guru TK IKC maka para guru telah mampu mengembangkan dan memanfaatkan media pembelajaran berbasis DIY <em>home project</em> bersama para siswa. Baik para guru maupun para siswa antusias dan aktif dalam mengikuti setiap rangkaian kegiatan PkM dengan tetap menaati protokol kesehatan.</p> Fauzy Kosasih Juhana Juhana Lidwina Sri Ardiasih Rahayu Dwi Riyanti Suratinah Suratinah Copyright (c) 2022 Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2022-09-26 2022-09-26 4 2 133 140 10.33830/diseminasiabdimas.v4i2.2589 PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK MIKA SEBAGAI ALAT PERAGA MANIPULATIF PADA MATERI PECAHAN http://jurnal.ut.ac.id/index.php/diseminasi/article/view/2691 <p><em>The use of manipulative teaching aids becomes a must when teachers explain mathematical concepts to students at the elementary school level (SD). Teaching aids can bridge the thinking patterns of elementary school students who are still in the concrete operational stage and abstract mathematical concepts. The purpose of this Community Service (PKM) activity is to provide training by utilizing waste such as mica plastic as manipulative teaching aids to explain concepts at One Roof Source Elementary School. The methods in this service activity are question and answer, demo and simulation. The flow or stages of service activities begin with an initial survey, coordination, implementation of training, evaluation, and preparation of reports. The results of the training on the use of mica plastic as manipulative teaching aids include increasing teacher knowledge regarding materials that can be used as teaching aids. In addition, the number of participants who attended was in accordance with the target, there was a positive response from participants in using mica/waste plastic as manipulative props, enthusiasm and interest in activity participants. As a recommendation, the team will design teaching aids from other waste that are attractive, varied, inexpensive, and easy to obtain as an effort to improve the quality of learning and teacher professionalism.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p>Penggunaan alat peraga manipulatif menjadi sebuah keharusan ketika guru menjelaskan konsep matematika pada siswa di jenjang Sekolah Dasar (SD). Alat peraga dapat menjembatani pola berpikir siswa SD yang masih dalam tahap operasional konkrit dan konsep matematika yang bersifat abstrak. Tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah memberikan pelatihan dengan memanfaatkan limbah seperti plastik mika sebagai alat peraga manipulatif untuk menjelaskan konsep pecahan di SDN Satu Atap Sumber. Metode dalam kegiatan pengabdian ini yaitu tanya jawab, demonstrasi dan simulasi. Adapun alur atau tahapan kegiatan pengabdian diawali dengan survey awal, koordinasi, pelaksanaan pelatihan, evaluasi, dan penyusunan laporan. Hasil dari pelatihan pemanfaatan plastik mika sebagai alat peraga manipulatif diantaranya menambah pengetahuan guru terkait bahan yang dapat dimanfaatkan sebagai alat peraga. Selain itu jumlah peserta yang hadir sesuai dengan target, adanya respons positif peserta dalam memanfaatkan plastik mika/limbah sebagai alat peraga manipulatif, antusiasme dan ketertarikan peserta terhadap kegiatan pelatihan. Sebagai rekomendasi tim akan merancang alat peraga dari limbah lainnya yang menarik, variatif, murah, dan mudah didapatkan sebagai upaya peningkatan kualitas pembelajaran dan profesionalisme guru.</p> Dina Pratiwi Dwi Santi Setiyani Setiyani Ena Suhena Praja Riyanti Copyright (c) 2022 Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2022-09-26 2022-09-26 4 2 141 147 10.33830/diseminasiabdimas.v4i2.2691 PEMANFAATAN SERBUK GERGAJI KAYU UNTUK BUDIDAYA JAMUR TIRAM PUTIH (PLEUROTUS OSTREATUS) DI KELOMPOK MASYARAKAT DESA PASIR KIDUL http://jurnal.ut.ac.id/index.php/diseminasi/article/view/2704 <p><em>Pasir Kidul Village is one of the industrial villages in West Purwokerto District, Banyumas. Wood industrial waste (pencil factory), namely wood sawdust and wood chips accumulate and disturb the surrounding environment. One of the uses of this waste is the raw material for white mushroom baglog (Pleurotus ostreatus). This Community Partnership Program (PKM) aims to utilize wood sawdust for the cultivation of white oyster mushroom (Pleurotus ostreatus) in community groups in Pasir Kidul Village, West Purwokerto District, Banyumas Regency. This PKM is held for 5 months, from August to December 2018. There are 19 community groups in this community partnership program, with the target that after counseling, training and assistance in the application of "white oyster mushroom cultivation" technology can be applied to 80% of the program participants. The extension stages were training on how to make lemur and baglog for white oyster mushroom cultivation, training on planting seeds and maintaining white oyster mushroom cultivation media, counseling on the influence of types of growing media on white oyster mushroom production, and counseling on environmental factors as determinants of the success of white oyster mushroom cultivation. Some of the problems found by farmers who have carried out cultivation are Baglog sterilization and baglog rot. The results of the community partnership program show that there is an optimization of the utilization of wood sawdust waste which is abundant in the village, by processing wood sawdust into a growing medium for white oyster mushrooms (Pleurotus ostreatus) so that it has a higher useful value and selling value.</em></p> <p> </p> <p>Pasir Kidul adalah Kelurahan di Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Desa Pasir Kidul merupakan salah satu desa industri dengan terdapatnya industri pengolahan kayu (pabrik pensil) yang berdampak langsung dengan melimpahnya limbah padat berupa serbuk gergaji kayu dan serpihan kayu yang terbuang menumpuk di suatu lokasi tertentu yang dapat mengganggu kondisi lingkungan sekitar. Selama ini, serbuk gergaji kayu dibiarkan membusuk, ditumpuk dan dibakar yang berdampak negatif terhadap lingkungan sehingga penanggulangannya perlu dipikirkan. Salah satu upaya untuk membantu mengatasi permasalahan menumpuknya serbuk gergaji kayu di Desa Pasir Kidul adalah pemanfaatan serbuk gergaji kayu untuk budidaya jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) di kelompok masyarakat Desa Pasir Kidul Kecamatan Purwokerto Barat Kabupaten Banyumas. Upaya daur ulang serbuk gergaji kayu yaitu dengan memanfaatkan serbuk gergaji kayu tersebut untuk media tanam jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus). Menurut Rachman dan Malik (2011), jika dilihat dari mata rantai industri pengolahan kayu, maka dalam industri penggergajian terjadi proses perubahan kayu pertama kali yaitu kayu dalam bentuk dolok menjadi kayu gergajian (sawn timber) atau disebut juga kayu konversi berupa papan, balok, tiang dan sortimen lainnya.</p> <p> </p> Eti Wahyuningsih Indah Sulistiyawati Nur Laila Rahayu Copyright (c) 2022 Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2022-09-26 2022-09-26 4 2 148 155 10.33830/diseminasiabdimas.v4i2.2704 PENYULUHAN DOOR TO DOOR TENTANG COVID-19 DAN ISOLASI MANDIRI DI DESA SUKAMELANG KECAMATAN KROYA KABUPATEN INDRAMAYU http://jurnal.ut.ac.id/index.php/diseminasi/article/view/2723 <p><em>Covid-19 cases have increased in almost all areas in West Java, one of which is in Indramayu Regency. A total of 9,795 were confirmed positive for Covid-19, 1,179 people are still being treated, 8,353 have recovered and 263 people have died. Kroya District as one of the sub-districts in Indramayu Regency as of July 10, 2021, there were 116 confirmed cases of Covid-19 and in Sukamelang Village as of July 12, 2021, based on secondary data obtained from the Kroya Health Center, the prevalence of Covid-19 cases was 29 people. Confirmed positive, 14 people are doing isoman, 15 people have completed isolation / recovered. The purpose of this service activity is to increase public knowledge about Covid-19 and self-isolation in accordance with government recommendations. Counseling activities are carried out door to door with the target of all RT heads in Sukamelang Village. Counseling is done by the lecture method. The media used were leaflets, mobile phones, pre-test and post-test sheets. The counseling activity succeeded in increasing the knowledge of the RT Chair about Covid-19 and self-isolation. This can be seen from the increase in the value of knowledge from before and after the counseling was carried out, which was 11.2.</em>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kasus Covid-19 meningkat hampir di semua wilayah yang ada di Jawa Barat, salah satunya adalah di Kabupaten Indramayu. Sebanyak 9.795 terkonfirmasi positif Covid-19, 1.179 orang masih perawatan, 8.353 sembuh dan 263 orang meninggal dunia. Kecamatan Kroya sebagai salah satu kecamatan di Kabupaten Indramayu per tanggal 10 Juli 2021 kasus Covid-19 terdata 116 orang yang terkonfirmasi positif dan di Desa Sukamelang per tanggal 12 Juli 2021 berdasarkan data sekunder yang diperoleh dari Puskesmas Kroya prevalensi kasus Covid-19 sebanyak 29 orang yang terkonfirmasi positif, 14 orang sedang melakukan isoman, 15 orang selesai isolasi/sembuh. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Covid-19 dan isolasi mandiri sesuai dengan anjuran pemerintah. Kegiatan penyuluhan dilakukan secara door to door dengan sasaran seluruh Ketua RT di Desa Sukamelang. Penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah. Media yang digunakan adalah leaflet, handphone, lembar pre-test dan post-test. Kegiatan penyuluhan berhasil meningkatkan pengetahuan Ketua RT tentang Covid-19 dan isolasi mandiri. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan nilai pengetahuan dari sebelum dan sesudah penyuluhan dilakukan, yaitu sebesar 11,2.</p> Setyo Dwi Widyastuti Aldi Pristy Ghamely Setiawan Siti Khusnul Khotimah Maila Mitamumtazah Copyright (c) 2022 Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2022-09-26 2022-09-26 4 2 156 159 10.33830/diseminasiabdimas.v4i2.2723 EDUKASI PENCEGAHAN PENYEBARAN BERITA HOAKS MELALUI SOSIAL MEDIA DI SMK NEGERI 71 JAKARTA http://jurnal.ut.ac.id/index.php/diseminasi/article/view/2769 <p><em>The development of information technology has resulted in negative impacts, one of which is hoax news that spreads quickly through social media. Students of SMK N 71 Jakarta use social media every day, both for online learning and personal purposes, such as communicating with family and friends. This situation makes students vulnerable to receiving hoax news. Therefore, this community service was carried out to provide students education in socialization and training. The implementation of the education was attended by class X students from the Department of Software Engineering, Visual Communication Design, and Animation, where each major was taken two, so the total number of students who took part in this activity was six classes or around 50 students. The results of this community service are that there has been socialization with material on the meaning of hoax news, the characteristics of hoax news, distinguishing between a hoax and non-hoax news, examples of hoax news found on social media, and the critical role of students in helping prevent the spread of hoax news. The presenters also conducted training through demonstrations on how students can recognize hoax news from the title and content of the news, how students can check the truth of a news story, and how students can report if they find news that is indicated as a hoax which is practiced directly by students. This service activity ends by giving assignments to students to monitor social media and report if there is news that is indicated as a hoax, then provide information to presenters and teachers. The results of these community service activities are that students gain comprehensive knowledge about hoax news; students can practice how to recognize hoax news so that students can distinguish between news that contains hoaxes and those that do not, and students can check the truth of news and can report if there is news that is indicated to contain hoaxes.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p>Perkembangan teknologi informasi mengakibatkan munculnya dampak negatif, salah satunya yaitu adanya berita hoaks yang tersebar dengan mudah melalui sosial media. Siswa SMK N 71 Jakarta merupakan siswa yang setiap hari menggunakan sosial media, baik untuk keperluan pembelajaran daring maupun untuk keperluan pribadi, seperti untuk berkomunikasi dengan keluarga dan teman. Hal tersebut menjadikan siswa rawan untuk menerima berita hoaks. Maka dari itu dilakukanlah pengabdian masyarakat ini dengan tujuan untuk memberikan edukasi berupa sosialisasi dan pelatihan kepada siswa. Pelaksanaan edukasi diikuti oleh siswa kelas X dari jurusan Rekayasa Perangkat Lunak, Desain Komunikasi Visual, dan Animasi, dimana masing-masing jurusan diambil dua, sehingga total siswa yang mengikuti kegiatan ini adalah sebanyak enam kelas atau sekitar 50 siswa. Hasil pengabdian masyarakat ini yaitu telah dilakukan sosialisasi dengan materi pengertian berita hoaks, ciri-ciri berita hoaks, membedakan antara berita hoaks dan bukan hoaks, contoh-contoh berita hoaks yang ditemukan di media sosial, serta pentingnya peranan siswa dalam membantu mencegah oenyebaran berita hoaks. Pemateri juga melakukan pelatihan melalui demonstrasi tentang bagaimana siswa dapat mengenali berita hoaks dari judul maupun isi berita, bagaimana siswa dapat mengecek kebenaran suatu berita, serta bagaimana siswa dapat melakukan pelaporan jika menemukan berita yang terindikasi hoaks yang dipraktikkan secara langsung oleh siswa. Kegiatan pengabdian ini diakhiri dengan memberikan tugas kepada siswa untuk memantau sosial media dan melaporkan jika terdapat berita yang terindikasi hoaks, kemudian memberikan informasi kepada pemateri maupun guru.</p> Rabiatul Adawiyah Kurniawan Kurniawan Febry Amirullah Elvara Norma Aroyandini Copyright (c) 2022 Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2022-09-26 2022-09-26 4 2 160 167 10.33830/diseminasiabdimas.v4i2.2769 PELATIHAN DALAM PENGGUNAAN INFORMED CONSENT PADA FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN http://jurnal.ut.ac.id/index.php/diseminasi/article/view/1956 <p><em>This Community Service activity aims to improve the quality of health services through understanding the use of informed consent. This activity begins with an initial assessment of the current state of the field in health care facilities through health workers/health cadres and residents. The initial assessment found that there was still a lack of public knowledge about medical treatment for patients and knowledge related to the use of informed consent in health facilities, especially during the current Covid-19 pandemic, the focus of health services is still centered on health protocols or physical distancing. The activity begins with preparing a plan and schedule of activities as well as the necessary equipment. The form of activities is packaged in the form of materials and videos that are shared via Google Drive online via WhatsApp groups. The activity ended with an evaluation using a google form. The results of community service activities there are as many as 57,69% of citizens' understanding in the good category, 26,92% sufficient and 15,38% less. Activities are going well and need further monitoring.</em></p> <p> </p> <p>Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui pemahaman penggunaan <em>informed consent</em>. Kegiatan ini diawali dengan penilaian awal kondisi terkini di lapangan di fasilitas pelayanan kesehatan melalui petugas kesehatan/kader kesehatan dan warga. Asesmen awal menemukan masih kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penanganan medis bagi pasien dan pengetahuan terkait penggunaan <em>informed consent</em> di fasilitas kesehatan terutama pada masa pandemi Covid-19 saat ini, fokus pelayanan kesehatan masih berpusat pada kesehatan. protokol atau jarak fisik. Kegiatan diawali dengan penyusunan rencana dan jadwal kegiatan serta perlengkapan yang diperlukan. Bentuk kegiatan dikemas dalam bentuk materi dan video yang dibagikan melalui <em>g</em><em>oogle </em><em>d</em><em>rive</em> secara online melalui grup <em>WhatsApp</em>. Kegiatan diakhiri dengan evaluasi menggunakan google form. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat terdapat sebanyak 57,69% pemahaman warga dalam kategori baik, 26,92% cukup dan 15,38% kurang. Kegiatan berjalan dengan baik dan perlu pemantauan lebih lanjut.</p> Arief Setiyoargo Romaden Marbun Richard One Maxelly Copyright (c) 2022 Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2022-09-26 2022-09-26 4 2 168 175 10.33830/diseminasiabdimas.v4i2.1956 PENINGKATAN PRODUKTIVITAS USAHA MELALUI KEGIATAN PENDAMPINGAN SOSIAL SEBAGAI RANGKAIAN PROGRAM KEWIRAUSAHAAN SOSIAL PADA KECAMATAN SUSUKAN KABUPATEN SEMARANG http://jurnal.ut.ac.id/index.php/diseminasi/article/view/2957 <p><em>This social mentoring activity is a part of the Social Entrepreneurship Program, a collaboration between the Semarang State Polytechnic and the Ministry of Social Affairs, especially the Directorate of Individual, Family and Institutional Social Empowerment. The activity involves lecturers and students, as well as coordinators and assistants from the ministry. Susukan District is one of the areas that is a priority assistance area in Semarang Regency. The target of the program is the Beneficiary Families (KPM), and aims to provide business assistance for KPMs so that they are able to develop their ultra-micro businesses. With this assistance, the ultra-micro business of the KPM business can develop both in terms of model, capital, assets and business turnover through mentoring in production, packaging, marketing, and also legal aspect.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p>Kegiatan pendampingan sosial ini merupakan rangkaian dari Program Kewirausahaan Sosial, kerjasama Politeknik Negeri Semarang dengan Kementerian Sosial khususnya Direktorat Pemberdayaan Sosial Perorangan, Keluarga dan Kelembagaan Masyarakat. Kegiatan melibatkan dosen dan mahasiswa, serta koordinator serta pendamping dari pihak kementerian. Kecamatan Susukan merupakan salah satu wilayah yang menjadi area pendampingan prioritas pada Kabupaten Semarang. Sasaran program adalah para Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dan&nbsp; bertujuan untuk memberikan pendampingan usaha bagi KPM agar mereka mampu mengembangkan usaha ultra mikro yang mereka miliki. Dengan pendampingan ini usaha ultra mikro usaha KPM dapat berkembang baik secara model, modal, aset dan omset usaha melalui pendampingan sosial di bidang produksi, kemasan, pemasaran dan aspek legalitas.</p> Eva Purnamasari Mellasanti Ayuwardani Copyright (c) 2022 Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2022-09-26 2022-09-26 4 2 176 184 10.33830/diseminasiabdimas.v4i2.2957 PENDAMPINGAN DAN EDUKASI KESIAPAN USIA PERNIKAHAN TERHADAP PENGASUHAN ANAK KEPADA TIM PENDAMPING KELUARGA (TPK) DAN ORANGTUA DI DESA CINANGKA KECAMATAN BUNGURSARI KABUPATEN PURWAKARTA http://jurnal.ut.ac.id/index.php/diseminasi/article/view/3049 <p><em>Community service is a forum carried out by students to develop and disseminate education related to good parenting that can be done by students. Cinangka Village is the work area of the family companion team or commonly called TPK which is located in the Bungursari sub-district, Purwakarta district with early marriage problems that affect parenting or parenting in early childhood, this can be due to a lack of assistance and education to prospective brides and pregnant women who married at the age of less than 18 years. Not only that, many teenagers choose to get married after the age of 16 and not continue their education. Due to the limited knowledge possessed by teenagers, they choose to marry underage. In the service carried out by students, it is to increase understanding education for parents and teenagers about the importance of marriage age readiness for child care. The plan carried out in this study is to collect data on prospective brides, pregnant and postpartum women in collaboration with a family companion team, then provide education on the importance of marriage age readiness for child care, in addition to conducting socialization from DPPKB to TPK, PKK cadres, pregnant women, prospective brides and grooms. , and Parents. This activity uses observation and lecture methods. The results of this counseling show increased knowledge of TPK, PKK cadres, pregnant women, brides-to-be and parents about the age-appropriateness of marriage to parenting or child-rearing patterns.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p>Pengabdian kepada masyarakat merupakan wadah mahasiswa untuk mensosialisasikan edukasi terkait kesiapan usia penikahan terhadap pengasuhan anak. Desa Cinangka merupakan wilayah kerja tim pendamping keluarga atau biasa disebut TPK yang berlokasi di kecamatan bungursari kabupaten purwakarta dengan permasalahan pernikahan dini yang mempengaruhi pengasuhan atau pola asuh pada anak usia dini, hal tersebut dapat disebabkan karena kurangnya pendampingan dan edukasi kepada calon pengantin dan ibu hamil yang menikah di usia kurang dari 18 tahun. Bukan hanya itu, banyaknya remaja yang memilih menikah setelah berusia 16 tahun dan tidak melanjutkan sekolahnya. Karena terbatasnya pengetahuan yang dimilki para remaja sehingga memilih menikah di bawah umur. &nbsp;Bedasarkan kondisi pada saat ini maka peneliti bertujuan untuk memberikan pendampingan dan edukasi dengan memberikan pemahaman tentang kesiapan usia pernikahan dengan melakukan sosialisasi melalui seminar. Rencana yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu pendataan calon pengantin, ibu hamil dan pasca melahirkan bekerjasama dengan tim pendamping keluarga, kemudian membeikan edukasi pentingnya kesiapan usia pernikahan terhadap pola asuh anak, selain itu melakukan sosialisasi dari DPPKB kepada TPK, kader PKK, Ibu hamil, Calon Pengantin, dan Orang tua. Kegiatan ini menggunakan metode Observasi dan sosialisi melalui seminar besama dengan Tim TPK, kader PKK, Ibu hamil, Calon Pengantin, dan Orang tua. Berdasarkan dari hasil wawancara program pengabdian ini menunjukkan bertambahnya pengetahuan TPK, kader PKK, ibu hamil, calon pengantin dan orangtua tentang kesiapan usia pernikahan terhadap pengasuhan atau pola asuh anak.</p> Nita Adiyanti Heriyanti Miftachul Jannah Copyright (c) 2022 Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2022-09-26 2022-09-26 4 2 185 192 10.33830/diseminasiabdimas.v4i2.3049 PELATIHAN PENULISAN SASTRA KREATIF CRITA CEKAK BERBASIS KEARIFAN LOKAL KEBUDAYAAN JAWA BERSAMA MAHASISWA PROGRAM STUDI SEJARAH PERADABAN ISLAM KAMPUS UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SAYYID ALI RAHMATULLAH TULUNGAGUNG http://jurnal.ut.ac.id/index.php/diseminasi/article/view/3074 <p><em>The level of writing skills in Javanese and appreciation of Javanese literary works of second-semester students of the History of Islamic Civilization study program at the State Islamic University of Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung was not satisfactory. Therefore, training and mentoring activities for creative literary writing in honing written Javanese language skills need to be held. The main purpose of this service activity is to provide understanding and training in writing short stories of creative literature based on local wisdom of Javanese culture to second-semester students of the History of Islamic Civilization study program at the Sayyid Ali Rahmatullah State Islamic University Tulungagung campus. The method of carrying out activities is done online, namely for debriefing using Google Meet, while the products are sent via email. The debriefing will be held on October 15, 2021, and the writing of creative literary short stories has a duration of two weeks after the briefing. Based on the implementation of activities, it can be concluded as follows. The set of knowledge provided by the resource persons gave new nutrition and a positive impact on students to immediately write short stories based on local wisdom of Javanese culture. Short stories in the Javanese language produced by students are a form of honing students' writing skills in Javanese and a form of appreciation for Javanese literary works so that they remain sustainable and not be consumed by globalization. The short stories produced, after being read and selected carefully, will be published by a national publisher registered in IKAPI with an official ISBN.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p>Tingkat ketrampilan menulis berbahasa Jawa dan mengapresiasi karya sastra Jawa mahasiswa semester dua program studi Sejarah Peradaban Islam di kampus Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung kurang memuaskan. Oleh karena itu, kegiatan pelatihan dan pendampingan penulisan sastra kreatif dalam mengasah kemahiran berbahasa Jawa tulis perlu diadakan. Tujuan utama kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan pemahaman dan pelatihan penulisan sastra kreatif <em>crita cekak</em> berbasis kearifan lokal kebudayaan Jawa kepada mahasiswa semester dua program studi Sejarah Peradaban Islam di kampus Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara daring, yakni untuk pembekalannya menggunakan Google Meet, sedangkan produknya dengan mengirim melalui email. Pelaksanaan pembekalan pada 15 Oktober 2021, dan penulisan sastra kreatif <em>crita cekak</em> berdurasi dua minggu setelah pembekalan. Berdasarkan pelaksanaan kegiatan, dapat disimpulkan sebagai berikut. Seperangkat ilmu pengetahuan yang diberikan narasumber memberi nutrisi baru dan dampak positif kepada mahasiswa untuk segera menulis <em>crita cekak</em> berbasis kearifan lokal kebudayaan Jawa. <em>Crita cekak</em> berbahasa Jawa yang diproduksi mahasiswa sebagai bentuk mengasah ketrampilan menulis berbahasa Jawa mahasiswa dan bentuk apesiasi terhadap karya sastra Jawa agar tetap lestari serta tidak termakan oleh arus globalisasi. <em>Crita cekak</em> yang diproduksi tersebut, setelah dibaca dan diseleksi dengan saksama, akan diterbitkan oleh penerbit nasional yang terdaftar dalam IKAPI dengan memiliki ISBN yang resmi.</p> Nurul Baiti Rohmah Uman Rejo Copyright (c) 2022 Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2022-09-26 2022-09-26 4 2 193 205 10.33830/diseminasiabdimas.v4i2.3074 PELATIHAN DARING TENTANG PENGINTEGRASIAN TEKNOLOGI DALAM SUATU KELAS BAHASA INGGRIS http://jurnal.ut.ac.id/index.php/diseminasi/article/view/3122 <p><em>This community service aims to inform various technology to support teaching and learning activities in an online English classroom. This community service, which was an online training, was conducted on April 11, 2022, from 1.00-to 2.30 p.m. through the Google Meet platform. Seventeen lecturers of the English Language Education Program at Universitas Bunda Mulia Jakarta joined the training. In the presentation session, the author first emphasized the essence of formulating learning objectives to achieve by students before a lecturer decided to integrate technology into a classroom. The author then informed factors that could support students’ engagement in a learning process; those factors could later be used as a foundation to design English language learning activities supported by technology. The session was continued by presenting various technology, such as Whiteboard.Fi, Famous People Lesson, TED-Ed Riddle, Newsela, Lesson Writer, Screencast-o-Matic, dan Google Docs. At this session, the training participants were invited to try the technology together with the author. Then, to optimize the use of technology in a learning process, the author suggested the participants always reflect on their teaching practices, see learning activities that did not work well, then find solutions or coping strategies to deal with those issues. The author also suggested the participants have a regular monthly meeting where they can meet and try together any technology that might be used to support students to achieve their learning objectives. The training ended with a discussion and question and answer session on the authors presentation.</em></p> <p> </p> <p>Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk menginformasikan berbagai teknnologi yang dapat digunakan untuk mendukung proses belajar mengajar di dalam suatu kelas Bahasa Inggris yang dilaksanakan secara daring. Kegiatan PkM dilaksanakan pada tanggal 11 April 2022, jam 13.00-14.30 WIB, dengan metode pelatihan daring melalui platform <em>Google Meet. </em>Tujuh belas orang dosen Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Bunda Mulia, Jakarta mengikuti pelatihan ini. Di dalam sesi pemaparan materi, penulis pertama-tama menekankan pentingnya merumuskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai oleh siswa sebelum seorang dosen mengintegrasikan teknologi di dalam kelasnya. Penulis juga menyampaikan beberapa faktor yang dapat mendukung keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran; faktor tersebut nantinya dapat digunakan sebagai dasar perancangan kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris yang didukung dengan penggunaan teknologi. Sesi dilanjutkan dengan pemaparan teknologi, misalnya: <em>Whiteboard.Fi, Famous People Lesson, TED-Ed Riddle, Newsela, Lesson Writer, Screencast-o-Matic, </em>dan<em> Google Docs.</em> Pada sesi ini, para peserta PkM diajak untuk mencoba teknologi tersebut bersama-sama dengan penulis. Selanjutnya, untuk lebih mengoptimalkan penggunaan teknologi di dalam pembelajaran, penulis menyarankan para peserta PkM untuk selalu berefleksi tentang kegiatan pengajaran yang mereka lakukan dengan bantuan teknologi, melihat kegiatan pembelajaran yang sekiranya kurang berjalan dengan baik, lalu mencari solusi atas permasalahan tersebut. Penulis juga menyarankan para peserta PkM untuk mengadakan pertemuan rutin bulanan di mana mereka bisa saling bertemu dan mencoba bersama-sama suatu teknologi yang sekiranya dapat digunakan untuk mendukung siswa dalam mencapai tujuan pembelajarannya. Sesi PkM diakhiri dengan diskusi dan tanya jawab tentang sesi presentasi penulis.</p> Yustinus Calvin Gai Mali Copyright (c) 2022 Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2022-09-26 2022-09-26 4 2 206 212 10.33830/diseminasiabdimas.v4i2.3122 PEMANFAATAN BUKU ILUSTRASI BERBASIS KEARIFAN LOKAL SEBAGAI MEDIA LITERASI DI TAMAN BACA KESIMAN http://jurnal.ut.ac.id/index.php/diseminasi/article/view/3159 <p><em>This community service includes the use of illustration books based on local wisdom as a literacy medium at the Taman Baca Kesiman with the breath of literacy as a benchmark. Religious literacy is a priority program at the Directorate General of Hindu Guidance, to welcome the year of tolerance 2022. Given this, efforts are needed to strengthen literacy and insight into religion. Literacy is not enough to be interpreted as merely reading and writing activities, but requires critical thinking skills in assessing scientific sources in print, visual, digital, and auditory forms which are expected to be able to develop a literate and moderate attitude. The purpose of this service activity is to provide media for Hindu religious literacy based on local wisdom to visitors and staff in the Taman Baca Kesiman environment, explore local wisdom based on Hinduism which will be illustrated both digitally and in print, and visitors and management staff at Taman Baca Kesiman have media Hindu religious literacy based on local wisdom. The method of implementing the activity is the presentation method, namely the presentation of material from resource persons with deepening of material related to basic knowledge of literacy, religious literacy, understanding the local wisdom of Tri Hita Karana, as well as training by using illustration books based on Balinese local wisdom as literacy media.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p>Pengabdian masyarakat ini memuat pemanfaatan buku ilustrasi berbasis kearifan lokal sebagai media literasi di Taman Baca Kesiman dengan napas literasi sebagai tolok ukurnya. Literasi agama adalah program prioritas di Ditjen Bimas Hindu, untuk menyambut tahun toleransi 2022. Mengingat hal tersebut, diperlukan upaya-upaya untuk memperkuat literasi dan wawasan dalam beragama. Literasi tidak cukup hanya dimaknai dengan hanya sekadar kegiatan&nbsp; membaca dan&nbsp; menulis,&nbsp; namun menuntut&nbsp; adanya keterampilan berpikir kritis dalam menilai sumber-sumber ilmu baik dalam bentuk cetak, visual, digital, dan auditori yang diharapkan mampu mengembangkan sikap literat dan moderat. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk memberikan media literasi agama Hindu berbasis kearifan lokal kepada pengunjung dan staf di lingkungan Taman Baca Kesiman, menggali kearifan lokal berbasis agama Hindu yang akan dibuatkan ilustrasi baik secara digital maupun cetak, dan pengunjung dan staf pengelola di Taman Baca Kesiman memiliki media literasi agama Hindu berbasis kearifan lokal. Adapun metode pelaksanaan kegiatan yaitu dengan metode presentasi yaitu pemaparan materi dari narasumber dengan pendalaman materi terkait pengetahuan dasar literasi, literasi agama, pemahaman kearifan lokal Tri Hita Karana, serta pelatihan dengan memanfaatkan buku ilustrasi berbasis kearifan lokal Bali sebagai media literasi.</p> Ni Nyoman Ayu Suciartini Ni Nyoman Yunika Kurniarini Ni Luh PT. Putriyani Dewi I Made Adi Brahman Copyright (c) 2022 Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2022-09-26 2022-09-26 4 2 213 221 10.33830/diseminasiabdimas.v4i2.3159 IMPLEMENTASI NILAI-NILAI ANTIKORUPSI PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH DI KOTA SURAKARTA http://jurnal.ut.ac.id/index.php/diseminasi/article/view/3307 <p><em>Anti-Corruption Schools (SAK) are an effort to foster an anti-corruption attitude in the context of realizing a country that has high integrity. The SAK program has been successfully implemented in the student environment as an effort to tackle corruption through students as agents of chance. This service aims to provide provisions and insights regarding anti-corruption attitudes. The objects of concern are junior high school (SMP) and senior high school (SMA) students. SAK service is carried out scientifically and descriptively by placing school members from teachers to students as the goal of the sustainability of the benefits that will be received. SAK provides counseling to teachers and students in order to improve attitudes with integrity. From the teacher's point of view, teachers are expected to continue to monitor the development of their students' attitudes at school so that an attitude that prioritizes integrity can continue to be embedded and grow in the daily attitudes of their students, so that a corruption-free Indonesia can be realized in the future.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p>Sekolah Anti Korupsi (SAK) merupakan salah satu bentuk upaya menumbuhkan sikap anti korupsi dalam rangka mewujudkan Negara yang memiliki integritas tinggi. Program SAK telah sukses dijalankan dalam lingkungan mahasiswa sebagai upaya penanggulangan korupsi melalui mahasiswa sebagai agent of chance. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan bekal dan wawasan mengenai sikap anti korupsi. Objek yang menjadi perhatian adalah siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Pengabdian SAK dilakukan secara ilmiah dan deskriptif dengan menempatkan warga sekolah mulai dari guru hingga siswa sebagai tujuan dari keberlangsungan manfaat yang akan diterima. SAK memberikan penyuluhan kepada guru dan siswa dalam rangka meningkatkan sikap yang berintegritas. Dari sudut pandang guru, guru diharapkan untuk terus memantau perkembangan sikap siswanya di sekolah sehingga sikap yang mengedepankan integritas dapat terus tertanam dan tumbuh dalam sikap sehari-hari para siswanya, agar terwujud negara Indonesia yang bebas korupsi di masa depan.</p> Estetika Mutiaranisa Kurniawati Khresna Bayu Sangka Agung Nur Probohudono Hasim Hasim Lies Nurhaini Copyright (c) 2022 Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2022-09-26 2022-09-26 4 2 222 225 10.33830/diseminasiabdimas.v4i2.3307 COW COMPLETE FEED: PROGRAM SWASEMBADA PAKAN TERNAK RUMINANSIA KELOMPOK PETERNAK SAPI DESA PANDEYAN KABUPATEN KARANGANYAR http://jurnal.ut.ac.id/index.php/diseminasi/article/view/3338 <p><em>Cows are livestock that breeders widely choose because of the various possible benefits. One breeder group that also maximizes this benefit is the “SUBUR LESTARI” Cattle Breeders Group, located in Pandeyan Village, Tasikmadu District, Karanganyar Regency, Central Java. This Cattle Breeding Group comprises 35 people with a total of 97 cows. This group of cattle breeders experienced several problems because the majority of the member had their main livelihood as farmers. Hence, they lack knowledge regarding the fulfillment of livestock nutrition. Cattle nutrition has been fulfilled independently from agricultural waste belonging to group members, such as peanut leaves, corn straw, and rice straw. Independence in meeting food needs becomes urgent in the non- harvest period with 97 cows whose nutritional levels must be maintained. The solution we propose is to synergize science-based food technology with local resources. Innovation Complete feed is an engineered ruminant food that relies on silage from agricultural waste feed ingredients and a mixture of agribusiness waste to create nutrient- rich animal feed. Complete feed is an innovation in order to fulfill the nutrition of cows and, at the same time, increase the mass of cows. The approach to carry out this service activity includes identifying local resources and suppliers for ingredients for making complete foods, training in complete food production management, and procurement of equipment. The service activity has been done on Friday, 15 April 2022. The expected output from these service activities is the creation of self-sufficiency in providing cattle food without depending on the season.</em></p> <p> </p> <p>Sapi merupakan hewan ternak yang banyak dipilih oleh peternak karena berbagai manfaat yang dapat diperoleh. Salah satu kelompok peternak yang juga memaksimalisasi ternak sapi adalah Kelompok Peternak Sapi “SUBUR LESTARI” yang terletak di Desa Pandeyan Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Kelompok Peternak Sapi ini beranggotakan 35 orang dengan total sapi yang dimiliki 97 ekor sapi. Kelompok peternak sapi ini mengalami beberapa masalah karena mayoritas peternak memiliki mata pencaharian utama sebagai petani sehingga pengetahuan terkait pemenuhan gizi ternak belum maksimal. Pemenuhan gizi sapi selama ini dipenuhi secara swadaya dari limbah hasil pertanian milik anggota kelompok, seperti daun kacang tanah, jerami jagung dan jerami padi. Kemandirian dalam pemenuhan kebutuhan pangan menjadi mendesak di masa non panen dengan 97 sapi yang harus tetap dijaga kadar gizinya. Solusi yang kami ajukan adalah dengan menyinergikan teknologi pangan berbasis ilmu pengetahuan dengan sumber daya lokal. Inovasi Complete feed atau pakan lengkap merupakan rekayasa pangan ternak ruminansia yang mengandalkan silase bahan pakan hasil limbah pertanian dan campuran limbah agrobisnis untuk menciptakan pakan ternak kaya gizi. Pakan lengkap merupakan inovasi yang dapat digunakan dalam rangka memenuhi gizi sapi dan sekaligus dapat menambah massa sapi. Pendekatan yang dilakukan untuk melaksanakan kegiatan pengabdian ini diantaranya identifikasi sumber daya lokal dan supplier untuk bahan pembuatan pangan komplit, pelatihan manajemen produksi pangan komplit dan pengadaan peralatan. Pengabdian tersebut telah terlaksana pada Hari Jumat, 15 April 2022. Luaran yang akan dihasilkan dalam kegiatan pengabdian adalah terciptanya kemandirian penyediaan pangan sapi tanpa tergantung musim.</p> An Nurrahmawati Taufiq Arifin Dian Perwitasari Anni Aryani Payamta Payamta Evi Gantyowati Isna Putri Rahmawati Copyright (c) 2022 Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2022-09-26 2022-09-26 4 2 226 234 10.33830/diseminasiabdimas.v4i2.3338 PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA RODA BERPUTAR DI PAUD ISLAM TERPADU AS-SUBHAN http://jurnal.ut.ac.id/index.php/diseminasi/article/view/2959 <p><em>The purpose of this community service activity is to provide rotating wheel media training for teachers at the As-Subhan Integrated Islamic PAUD. The method used is through material presentation and demonstration. The targets for this activity are 1 principal and 2 teachers at the As-Subhan Integrated Islamic PAUD. The result of this activity is that principals and teachers can find out the benefits of using spinning wheel media, can make wheels spin media, and can use spinning wheels media for classroom learning.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p>Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan media roda berputar kepada Guru di PAUD Islam Terpadu As-Subhan. Metode yang digunakan yaitu melalui pemaparan materi dan demonstasi. Sasaran pada kegiatan ini yaitu 1 Kepala Sekolah dan 2 Guru di PAUD Islam Terpadu As-Subhan. Hasil dari kegiatan ini adalah Kepala Sekolah dan Guru dapat mengetahui manfaat penggunaan media roda berputar, dapat membuat media roda berputar, serta dapat menggunakan media roda berputar bagi pembelajaran di kelas.</p> Fadilah Utami Adila Setyaningsih Ambar Rita Pirasintiya Aghnaita Saudah Copyright (c) 2022 Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2022-09-26 2022-09-26 4 2 235 240 10.33830/diseminasiabdimas.v4i2.2959 TRAUMA HEALING TERHADAP BALITA DAN ANAK-ANAK DI POSKO KORBAN ERUPSI GUNUNG SEMERU SMPN 2 PASIRIAN, KABUPATEN LUMAJANG http://jurnal.ut.ac.id/index.php/diseminasi/article/view/2654 <p><em>At the end of 2021, Mount Semeru released hot clouds and ash rain that fell around it. The eruption of Mount Semeru caused damage in various aspects of the lives of the affected people. Many victims of the eruption of Mount Semeru have taken refuge in various emergency posts. Many victims were traumatized by this eruption, especially for toddlers and children. Therefore, the author together with a team of volunteers consisting of several students from Lumajang Regency took the initiative to hold trauma healing activities. The targets of this service are toddlers and children who are at the Command Post for the Victims of the Mount Semeru Eruption at SMPN 2 Pasirian. The purpose of this activity is to reduce or eliminate the intensity of trauma or concerns for toddlers and children as a result of the eruption of Mount Semeru. The method used is trauma healing with exercise, puzzles, playing, coloring, and distributing prizes. Starting with the planning stage, preparation stage, and implementation stage. Based on the results of the service carried out, the volunteer team found out that several toddlers and children who were victims of the Mount Semeru eruption at SMPN 2 Pasirian experienced trauma and were helped to reduce trauma by the community service activities held. Suggestions for this trauma healing activity to be continued every day so that the trauma healing provided is not only completed during service.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p>Di akhir tahun 2021, Gunung Semeru mengelurkan awan panas dan hujan abu yang turun di sekitarnya. Erupsi Gunung Semeru ini menyebabkan kerusakan diberbagai aspek dalam kehidupan masyarakat yang terdampak. Banyak korban dari erupsi Gunung Semeru telah mengungsi di berbagai posko-posko darurat. Banyak korban yang mengalami trauma akibat erupsi ini, terutama bagi balita dan anak-anak. Maka dari itu, penulis bersama dengan tim relawan yang terdiri dari beberapa mahasiswa dari Kabupaten Lumajang berinisiatif mengadakan kegiatan <em>trauma healing</em>. Sasaran dari pengabdian ini ialah balita dan anak-anak yang berada di Posko Korban Erupsi Gunung Semeru SMPN 2 Pasirian. Tujuan diadakannya kegiatan ini untuk mengurangi atau menghilangkan intensitas trauma atau kekhawatiran balita dan anak-anak akibat dari erupsi Gunung Semeru. Bentuk pengabdian yang digunakan yaitu <em>participatory and action</em> yang melibatkan proses belajar berkelompok secara interaktif dimulai dengan tahap perencanaan, tahap persiapan, dan tahap pelaksanaan. Metode yang dipakai ialah <em>trauma healing</em> dengan senam, teka-teki, bermain, mewarnai, dan pembagian hadiah. Berdasarkan hasil pengabdian yang diadakan, tim relawan mengetahui bahwasanya balita dan anak-anak korban erupsi Gunung Semeru di SMPN 2 Pasirian terdapat beberapa mengalami trauma dan terbantu mengurangi trauma dengan kegiatan pengabdian yang diadakan. Saran untuk kegiatan <em>trauma healing</em> ini untuk terus dilanjutkan setiap hari agar <em>trauma healing</em> yang diberikan tidak hanya selesai pada saat pengabdian saja.</p> Bintang Muhammad Sahara Efendi Ilmia Pratiwi Nirmala Ayunda Wizurai M. Khoirul Annas Waladul Mufid Copyright (c) 2022 Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2022-09-26 2022-09-26 4 2 241 248 10.33830/diseminasiabdimas.v4i2.2654 MEMPERKUAT KETAHANAN PANGAN MANDIRI MELALUI DISEMINASI MULTI TEKNIK: BUDIDAYA IKAN DALAM EMBER DAN VERTIKULTUR AKUAPONIK http://jurnal.ut.ac.id/index.php/diseminasi/article/view/3693 <p><em>Food is one of the absolute basic needs that must be met by humans to live a normal and healthy life. Food security will be safe if food supply is maintained. Food supply can be constrained when agricultural land becomes limited. The occurrence of the COVID-19 pandemic has worsened the business of providing food to non-agricultural areas such as in urban/suburbs. The stagnation of the distribution chain, the non-channeling of supply, and the decline in people's purchasing power due to layoffs (PHK) pose challenges for them to be able to make independent efforts to meet these needs. Departing from the preliminary survey information that the characteristics of suburban residents in West Cilebut village, Bogor Regency who: (a) like to eat fish and vegetables as their daily food intake; (b) wish to carry out limited activities in their own environment due to the strict implementation of restrictions on community activities (PPKM); (c) motivated by the success of settlement groups that have implemented hydroponic verticulture; and (d) there are abandoned public facilities that want to be reused, the Community Service Team (PkM) of the Bogor Open University is called upon to disseminate and assist fish farming businesses both in buckets (budikdamber) and in limited ponds, namely by applying the use of technology. aquaponics verticulture. This multi-technical method combines aquaculture (fish farming) and hydroponics (farming using water) in a symbiotic environment, where fish (animal food source) and plants/vegetables (vegetable food source) can grow in the same container. The activity was carried out with a participatory learning approach in the form of training and practice in RT 04 RW 09 in September-November 2021. This activity was attended by 30 villagers who were supported by local leaders. The results of the activities show significant changes and improvements in knowledge, skills, passion for creativity, and activities among villagers by making the fish and vegetable cultivation area a meeting-point area for social activities as well as a place to independently strengthen food security.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p>Pangan merupakan salah satu kebutuhan pokok mutlak yang harus dipenuhi oleh manusia untuk hidup normal dan sehat. Ketahanan pangan akan aman jika penyediaan pangan terjaga. Penyediaan pangan dapat terkendala ketika lahan pertanian menjadi terbatas. Kejadian Pandemi covid-19 memperburuk usaha pengadaaan pangan ke wilayah non pertanian seperti di perkotaan/pinggiran kota. Tersendatnya rantai distribusi, tidak tersalurnya pasokan, dan menurunnya daya beli masyarakat akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) memberikan tantangan tersendiri untuk dapat melakukan upaya mandiri dalam memenuhi kebutuhan tersebut. Berangkat dari informasi survei pendahuluan bahwa karakter warga pinggiran kota di desa Cilebut Barat Kabupaten Bogor yang: (a) gemar menyantap ikan dan sayuran sebagai asupan makanan sehari-hari; (b) ingin melakukan aktivitas terbatas di lingkungan sendiri akibat ketatnya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM); (c) termotivasi atas keberhasilan kelompok pemukiman yang telah menerapkan vertikultur hidroponik; dan (d) terdapatnya lahan fasilitas umum terlantar yang ingin dimanfaatkan kembali, maka tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Terbuka Bogor terpanggil untuk melakukan diseminasi dan pendampingan usaha budidaya ikan baik dalam ember (<em>budikdamber</em>) maupun dalam kolam terbatas, yaitu dengan menerapkan pemanfaatan teknologi <em>vertikultur akuaponik</em>. Metode multi teknik ini mengkombinasikan antara <em>akuakultur</em> (budidaya ikan) dan <em>hidroponik</em> (bercocok tanam menggunakan air) dalam lingkungan yang bersifat simbiotik, dimana ikan (sumber pangan hewani), dan tanaman/sayuran (sumber pangan nabati) dapat tumbuh dalam satu wadah yang sama. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan pembelajaran partisipatif berupa pelatihan dan praktik di RT 04 RW 09 pada bulan September-November 2021. Kegiatan ini diikuti oleh 30 warga desa yang didukung oleh tokoh-tokoh setempat. Hasil kegiatan menunjukkan perubahan dan peningkatan pengetahuan, keterampilan, gairah kreativitas, dan aktivitas yang signifikan pada warga desa dengan menjadikan area budidaya ikan dan sayuran sebagai area <em>meeting-point</em> dalam kegiatan sosial sekaligus tempat memperkuat ketahanan pangan secara mandiri.</p> Dem Vi Sara Enang Rusyana Sukma Wahyu Wijayanti Jeji M. Najib Copyright (c) 2022 Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat 2022-09-30 2022-09-30 4 2 249 256 10.33830/diseminasiabdimas.v4i2.3693