NILAI INDEX WALKABILITY JALUR PEJALAN KAKI DI KAWASAN PERDAGANGAN DAN JASA KOTA SAMARINDA

  • Rizky Arif Nugroho Institut Teknologi Kalimantan
  • Athaya Rusnabilah Institut Teknologi Kalimantan
Keywords: index walkability, jalur pejalan kaki, kawasan, perdagangan, jasa

Abstract

Berjalan kaki merupakan salah satu moda dari transportasi yang dapat menghubungkan manusia dari suatu tempat dengan tempat lain. Sehingga, dapat diketahui bahwa berjalan kaki adalah moda transportasi yang dapat menghubungkan pergerakan manusia untuk berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain khususnya pada pusat-pusat kegiatan di wilayah perkotaan agar dapat menghindari kemacetan lalu lintas. Kegiatan berjalan kaki di pusat-pusat kegiatan wilayah perkotaan perlu memiliki karakteristik Kota Ramah Pejalan Kaki atau Walkable City. Walkable City merupakan suatu kota dimana penduduk di kota tersebut lebih memilih untuk berjalan kaki sebagai moda transportasi utama yang mereka gunakan, dengan alasan kesehatan, bersantai, dan meningkatkan karakteristik kota dalam tingkat index walkability. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu diketahui nilai index walkability dari kawasan Pasar Pagi Kota Samarinda yang merupakan kawasan peruntukan perdagangan dan jasa dengan berbagai macam aktivitas. Penilaian index walkability dilakukan dengan menghitung kinerja pada setiap variabel index walkability menggunakan Skala Likert. Hasilnya adalah berdasarkan nilai rata-rata dari index walkability masing-masing koridor jalan, didapatkan nilai index walkability Kawasan Pasar Pagi yaitu 36 dari skor maksimal 100. Nilai tersebut berarti Kawasan Pasar Pagi masuk ke dalam kategori Not Walkable.

References

Bachtiar, F., Rahardjo, A. H., & Olii, A. (2020). Picking Up People: Defining Walkable Ride-Hailing Transit Points Around MRT Stations in Jakarta. Proceedings of the EduARCHsia & Senvar 2019 International Conference (EduARCHsia 2019). EduARCHsia & Senvar 2019 International Conference (EduARCHsia 2019), Yogyakarta, Indonesia. https://doi.org/10.2991/aer.k.200214.005

Badan Pusat Statistik Kota Samarinda. (2020). Kecamatan Samarinda Kota Dalam Angka. Badan Pusat Statistik Kota Samarinda.

Bappeda Kota Samarinda. (2014). Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Samarinda Tahun 2014-2034. Bappeda Kota Samarinda.

Cerin, E., Lee, K., Barnett, A., Sit, C. H., Cheung, M., Chan, W., & Johnston, J. M. (2013). Walking for transportation in Hong Kong Chinese urban elders: A cross-sectional study on what destinations matter and when. International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity, 10(1), 78. https://doi.org/10.1186/1479-5868-10-78

Chatdanai Luadsakul, & Vatanavongs Ratanvaraha. (2013). The Study of Walkability Index: A Case Study in Nakhon Ratchasima Province. International Journal of Emerging Technology and Advanced Engineering, 3(3), 471–476.

Habibian, M., & Hosseinzadeh, A. (2018). Walkability index across trip purposes. Sustainable Cities and Society, 42, 216–225. https://doi.org/10.1016/j.scs.2018.07.005

Holly Virginia Krambeck. (2006). The Global Walkability Index. Massachusetts Institute of Technology.

James Leather, Fabian Herbert, Sudhir Gota, & Alvin A. Mejia. (2011). Walkability and Pedestrian Facilities in Asian Cities State and Issues. The Asian Development Bank.

Kim, E. J., & Kim, Y.-J. (2019). A Reliability Check of Walkability Indices in Seoul, Korea. Sustainability, 12(1), 176. https://doi.org/10.3390/su12010176

Larranaga, A. M., Arellana, J., Rizzi, L. I., Strambi, O., & Cybis, H. B. B. (2019). Using best–worst scaling to identify barriers to walkability: A study of Porto Alegre, Brazil. Transportation, 46(6), 2347–2379. https://doi.org/10.1007/s11116-018-9944-x

Mavoa, S., Eagleson, S., Badland, H. M., Gunn, L., Boulange, C., Stewart, J., & Giles-Corti, B. (2018). Identifying appropriate land-use mix measures for use in a national walkability index. Journal of Transport and Land Use, 11(1). https://doi.org/10.5198/jtlu.2018.1132

Sabrina Chaerani Astuti, & Adjie Pamungkas. (2019). Penentuan Lokasi Minimarket di Kecamatan Pakal. Jurnal Teknik ITS, 8(2), D149–D155.

Safitri, R., & Amelia, R. (2019). Walkability Index in Commercial Area of Pangkalpinang City. Jurnal Infrastruktur, 5(2), 79–83. https://doi.org/10.35814/infrastruktur.v5i2.1009

Sudhir Gota, Herbert G. Fabian, Alvin A. Mejia, & Sophie Sabine Punte. (2010). Walkability Surveys In Asian Cities. Clean Air Initiative for Asian Cities (CAI-Asia), 20.

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian dan Pengembangan. Alfabeta.

Tsiompras, A. B., & Photis, Y. N. (2017). What matters when it comes to “Walk and the city”? Defining a weighted GIS-based walkability index. Transportation Research Procedia, 24, 523–530. https://doi.org/10.1016/j.trpro.2017.06.001

Wibowo, S. S., Tanan, N., & Tinumbia, N. (2015). Walkability Measures for City Area in Indonesia (Case Study of Bandung). Eastern Asia Society for Transportation Studies. https://doi.org/10.11175/easts.11.1507

Yenni Hafnizar, Izziah, & Sofyan M. Saleh. (2017). Pengaruh Kenyamanan Terhadap Penerapan Konsep Walkable Di Kawasan Pusat Kota Lama. Jurnal Teknik Sipil, 1(1), 271–284.

Published
2021-12-20
How to Cite
Nugroho, R. A., & Rusnabilah, A. (2021). NILAI INDEX WALKABILITY JALUR PEJALAN KAKI DI KAWASAN PERDAGANGAN DAN JASA KOTA SAMARINDA. REKSABUMI, 1(1), 1-16. https://doi.org/10.33830/Reksabumi.v1i1.1962.2022
Section
Articles