PRIORITAS ALTERNATIF PENINGKATAN KINERJA COMMUTER-LINE DI MASA PANDEMI COVID-19

  • imma widyawati agustin Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Brawijaya
  • septiana hariyani Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Brawijaya
  • sherly oktafia damayanti Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Brawijaya
Keywords: commuter line, quality function deployment, importance performance analysis

Abstract

Kota Surabaya sebagai Pusat Kegiatan Nasional di Jawa Timur yang memiliki fungsi heterogen dan menjadikan sebagai pusat orientasi kegiatan penduduk yang tinggal di wilayah sekitarnya. Setiap harinya terdapat banyak penglaju yang beraktivitas di Kota Surabaya. Berdasarkan statistik komuter Gerbangkertosusila 2017, penglaju terbanyak berasal dari Kabupaten Sidoarjo sebanyak 169.560 jiwa atau 40% dari total 423.109 jiwa. Namun dari total penglaju hanya 1.246 jiwa atau 0,7% dari 169.560 penglaju yang mengandalkan commuter line, sedangkan jumlah pengguna kendaraan pribadi sebanyak 159.190 jiwa. Hal tersebut menyebabkan kemacetan dengan pola pergerakan kendaraan pribadi di wilayah Sidoarjo menuju Surabaya memiliki volume sebesar 3.491 smp/jam dengan LOS sebesar 0,90 hingga 1,58. Salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi adalah menyediakan transportasi massal berupa commuter line. Penelitian ini bertujuan melakukan evaluasi kinerja operasional dan pelayanan commuter line rute Surabaya-Pasuruan untuk mengetahui aspek-aspek yang perlu diprioritaskan penanganannya agar melayani secara optimal. Data yang diperoleh melalui observasi dan kuesioner ditinjau menggunakan analisis kinerja operasional (load factor, headway, travel time, waktu tunggu), metode IPA, dan metode QFD. Hasil analisis kinerja operasional menunjukkan berbagai permasalahan yaitu load factor melebihi standar kapasitas angkut 60% akibat adaptasi covid-19 dan waktu tunggu melebihi standar maksimal 20 menit. Pada metode IPA didapatkan 7 atribut pelayanan dalam kuadran I yaitu pintu kereta, keteraturan jadwal, informasi gangguan, fasilitas penumpang difabel, tempat kursi roda, fasilitas jaga jarak, serta pembersihan fasilitas. Prioritas alternatif peningkatan kinerja operasional dan pelayanan yaitu perawatan dan pemeriksaan sarana perkeretaapian secara berkala.

References

Adika, W., & Osly, P. J. (2018). Analisis Kinerja Operasional Kereta Api Jurusan Jakarta-Purwakarta (Studi Kasus Kereta Api Walahar Ekspres dan Cilamaya Ekspres). Journal Construction Engineering and Sustainable Development, 36-44.

Annisa, R. N., & Siti, N. (2018). Faktor-faktor yang Memengaruhi Permintaan Commuter Line Berdasarkan Fasilitas Park and Ride di Stasiun Sidoarjo. Jurnal Transportasi, A106.

Fadjar, H. M., Wiwandari, H., & Jawoto, S. S. (2018). Pertumbuhan Pendudukn Perkotaan dan Perkembangan Pola Distribusinya Pada Kawasan Metropolitan Surakarta. Jurnal Wilayah dan Lingkungan, 215-233.

Fauzi, I., & Palmaputri, T. C. (2015). Pengukuran Kepuasan Pelanggan Pengguna Jasa Kereta Api Komuter Madiun Jaya (Madiun-Yogyakarta). The 18th FSTPT International Symposium, Unila, Bandar Lampung.

Ibnu, F., & Theresia, C. P. (2015). Pengukuran Kepuasan Pelanggan Pengguna Jasa Kereta Api Komuter Madiun Jaya (Madiun-Yogyakarta). The 18th FSTPT International Symposium, Unila, Bandar Lampung.

Jamaludin, Sadili, R., & Alfisyahrin, A. (2019). Analisis Perjalanan Kereta Rel Listrik Pada Lintas Manggarai-Bogor. Jurnal Perkeretaapian Indonesia, 23-29.

Kota Surabaya Dalam Angka. (2019). Surabaya: Badan Pusat Statistik.

Masterplan Transportasi Kota Surabaya. (2017). Surabaya: Dinas Perhubungan.

Meyer, M.D. (1999). Demand management as an element of transportation policy: using carrots and sticks to influence travel behavior. Transport. Res. Pol. Pract. 33 (7–8),575–599.

Modarres, A., 1993. Evaluating employer-based transportation demand management programs. Transport. Res. Pol. Pract., 27 (4), 291–297.

Nuryadi, A. (2017). Kajian Pemilihan Moda Bus dan Kereta Api Pada Pergerakan Penglaju Sidoarjo-Surabaya. Planning for Urban Region and Environment, 53-64.

Sarafina, R., Usman, B., & Adamy, Y. (2019). Analisis Manajemen Transportasi Pada Angkutan Mini Bus. Jurnal Humaniora, 1-13.

Society for Human Resource Management. (2017). Employee benefits: remaining competitive in a challenging talent marketplace. https://www.shrm.org/hr-today/trends-and-forecasting/research-and-surveys/Documents/2017%20Employee%20Benefits%20Report.pdf. (Accessed 10 January 2020).

Statistik Komuter Gerbangkertosusila. (2017). Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Sumantri, B. R., & Herijanto, W. (2014). Analisis Kinerja Operasional Kereta Api Sriwedari Ekspress Jurusan Solo-Yogya. Jurnal Teknik POMITS, 1-6.

Tirachini, A., Hensher, D., Rose, J., (2013). Crowding in public transport systems: effects on users, operation and implications for the estimation of demand. Transport.Res. Part A: Policy Pract., 53, 36–52.

Trisna, Irwansyah, D., Saptari, M. A., & Maisyaroh. (2019). Analisis Kepuasan Konsumen Terhadap Kualitas Pelayanan Swalayan Dengan Metode Importance Performance Analysis dan Model Kano. Industrial Engineering Journal, 16-21.

Yang, N., Lim, Y.L., (2018). Temporary Incentives Change Daily Routines: Evidence from a Field Experiment on Singapore’s Subways. Manage. Sci., 64 (7), 3365–3379.

Zhang, Z., Fujii, H., Managi, S., (2014). How does commuting behavior change due to incentives? An empirical study of the Beijing subway system. Transport. Res. Part F: Traffic Psychol. Behav., 24, 17–26.

Zou, Q.R., Yao, X.M., Zhao, P., Wang, Z.J., Yang, T.Y., (2018). Measuring retiming responses of passengers to a prepeak discount fare by tracing smart card data: a practical experiment in the Beijing subway. J. Adv. Transport, 13, 18–33.

Published
2021-12-20
How to Cite
agustin, imma widyawati, hariyani, septiana, & damayanti, sherly oktafia. (2021). PRIORITAS ALTERNATIF PENINGKATAN KINERJA COMMUTER-LINE DI MASA PANDEMI COVID-19. REKSABUMI, 1(1), 68-85. https://doi.org/10.33830/Reksabumi.v1i1.2209.2022
Section
Articles