ANALISIS RISIKO KEDARURATAN PENGELOLAAN LIMBAH B3 DI KABUPATEN PASER
DOI:
https://doi.org/10.33830/jkrl.v2i2.13760Keywords:
Limbah B3, Analisis Risiko , Keberlanjutan, Kabupaten Paser , Kedaruratan lingkungan , Tata Kelola RisikoAbstract
ABSTRAK
Penelitian ini melakukan analisis risiko kedaruratan pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, dengan fokus pada korelasi hasil analisis terhadap pengembangan kebijakan keberlanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan risk assessment dengan mengevaluasi komponen bahaya, kerentanan, dan kapasitas. Data limbah B3 diperoleh dari 19 pelaku usaha yang melaporkan melalui sistem SPEED KLH, dengan analisis terhadap 20 jenis limbah B3 kategori I dan II. Penilaian risiko mengintegrasikan data Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) dan kondisi geografis lokal. Hasil Identifikasi menunjukkan 10 jenis limbah B3 kategori I memiliki tingkat risiko sedang (nilai risiko 3,5) dan 10 jenis limbah kategori II memiliki tingkat risiko rendah (nilai risiko 2,33). Minyak pelumas bekas (B105d) mendominasi dengan 1.818,17 ton (86,89% dari total limbah). Prioritas risiko tertinggi terdapat pada limbah klinis infeksius (A337-1) dan minyak pelumas bekas (B105d) dengan nilai risiko 30, serta aki/baterai bekas (A102d) dengan nilai risiko 25. Kabupaten Paser memiliki IRBI tinggi (191,78) dengan peringkat 16 nasional dan mengalami 409 kejadian bencana dalam dekade terakhir. Terdapat kesenjangan signifikan antara jumlah pelaku usaha berizin (50) dengan pelapor aktif limbah B3 (19), mengindikasikan rendahnya kepatuhan regulasi. Kapasitas Pemerintah Daerah menunjukkan nilai 6 dari skala penilaian, memerlukan penguatan kelembagaan dan sistem tanggap darurat.
Kata Kunci: limbah B3, analisis risiko, keberlanjutan, Kabupaten Paser, kedaruratan lingkungan, tata kelola risiko
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Konservasi dan Rekayasa Lingkungan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

