Pengelolaan Konservasi Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea): Studi Komparatif Papua dan Non-Papua
DOI:
https://doi.org/10.33830/saintek.v2i2.14404.2026Keywords:
konservasi, pantai Jeen Womom, pantai Pangumbahan, pantai Rantau SialangAbstract
Menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN), penyu belimbing (Dermochelys coriacea) berstatus rentan (vulnerable) sehingga memiliki risiko tinggi terhadap kepunahan di alam. Selain itu, Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) menetapkan penyu belimbing dalam Appendix I, yang berarti seluruh bentuk perdagangannya dilarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan pengelolaan konservasi penyu belimbing di Papua dan di luar Papua serta menilai efektivitas masing-masing pendekatan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur deskriptif dengan menganalisis 18 sumber terkait pengelolaan konservasi di Pantai Jeen Womom (Papua Barat), Pantai Pangumbahan (Jawa Barat), dan Pantai Rantau Sialang (Aceh Selatan). Hasil kajian menunjukkan bahwa seluruh lokasi menerapkan strategi dasar yang relatif serupa, seperti relokasi sarang, patroli pantai, dan edukasi masyarakat. Namun, efektivitas pengelolaan berbeda-beda tergantung pada kapasitas lokal. Papua menunjukkan skala pengelolaan terbesar dengan capaian 72.104 tukik, yang didukung oleh keterlibatan masyarakat adat dan kemitraan internasional. Sementara itu, pengelolaan di luar Papua lebih menonjol dalam pemanfaatan teknologi serta integrasi konservasi dengan ekowisata. Tantangan utama yang dihadapi meliputi erosi pantai, perubahan iklim, dan eksploitasi telur. Studi ini merekomendasikan penerapan model konservasi hibrida yang mengombinasikan kekuatan partisipasi masyarakat di Papua dengan inovasi teknologi dari wilayah luar Papua, disertai diversifikasi sumber pendanaan dan pemanfaatan kecerdasan buatan untuk pemantauan. Temuan ini diharapkan dapat mendukung adaptasi strategi konservasi secara regional dan meningkatkan efektivitas upaya pelestarian penyu belimbing di Indonesia.
References
Ambari, M. (2018). Pelindung penyu dari kepunahan itu bernama Taman Pesisir Jeen Womom. Mongabay Situs Berita Lingkungan. https://Www.Mongabay.Co.Id/2018/02/05/Pelindung-Penyu-Dari-Kepunahan-Itu Bernama-Taman-Pesisir-Jeen-Womom/
Basuni, S., Masy’ud, B., & Yulianda, F. (2014). Peran para pihak dalam pengelolaan kawasan konservasi penyu Pangumbahan. Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan, 11(2), 145–162. https://doi.org/10.20886/jakk.2014.11.2.145-162
BPS. (2025). Kabupaten Tambrauw dalam angka 2025.
Dermawan, A., Nuitja, I. N. S., Soedharma, D., Halim, M. H., Kusrini, M. D., Lubis, S. B., Alhanif, R., Khazali, M., Murdiah, M., Wahjuhardini, P. L., Setiabudiningsih, S., & Mashar, A. (2009). Pedoman teknis pengelolaan konservasi penyu. Direktorat Konservasi dan Taman Nasional Laut, Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Departemen Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.
Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh. (2022). Laporan kinerja tahun 2022.
Dodge, K. L., Galuardi, B., Miller, T. J., & Lutcavage, M. E. (2014). Leatherback turtle movements, dive behavior, and habitat characteristics in ecoregions of the Northwest Atlantic Ocean. PLoS ONE, 9(3), e91726. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0091726
Fitri, D. H., & Herawati, T. (2023). Tingkat keberhasilan penetasan telur penyu hijau (Chelonia mydas) pada sarang semi alami di Satuan Pelayanan Taman Pesisir Penyu Pantai Pangumbahan periode bulan Agustus 2021. JOANE, 1(1), 1–9.
Habel, B., Kasnir, Muh., & Jayadi, J. (2019). Analysis of development strategy for conservation area of leatherback turtle (Dermochelys coriacea) in wermon coast of Tamrauw Regency. Agrisains, 20(2), 57–63.
Harahap, I. M., Fahrudin, A., Wardiatno, Y., Pembentukan, A., Konservasi, K., Laut, P., Sukabumi, K., Pencadangan, S., Penyu, K., Pangumbahan, P., Kawasan, S., & Pesisir, K. (2015). Pengelolaan Kolaboratif Kawasan Konservasi Penyu Pangumbahan Kabupaten Sukabumi (Collaborative Management of Sea Turtle Pangumbahan Marine Protected Area, Sukabumi District). In Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia (JIPI) (Vol. 20, Number 1).
Isdianto, A., Luthfi, O. M., Asadi, M. A., Aliviyanti, D., Semedi, B., Afriani, G., Putri, B. M., & Haykal, M. F. (2022). Penyu: Biologi, habitat & ancaman. UB Media.
Mujiyanto, M., Nastiti, A. S., & Putri, M. R. A. (2018). Hasil kajian: Data series penyu di Pantai Selatan Jawa Barat periode data tahun 2008 – 2018.
Perdana, A. W., Zulfahmi, I., Syam, D. W., Sari, A. N., Nur, F. M., Sumon, K. A., Nafis, B., Maghfiriadi, F., & Awabdi, D. R. (2025). Sea turtle conservation in Rantau Sialang, Indonesia: Nesting characteristics, hatching success, effectiveness and local community perception. International Journal of Conservation Science, 16(2), 997–1012.
Rachman, M. A., Ar Rasyid, U. H., & Dewiyanti, I. (2022). Identifikasi jenis penyu di Stasiun Konservasi Penyu Rantau Sialang, Aceh Selatan. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 7(3), 606–611. https://doi.org/10.17969/jimfp.v7i3.20865
Sahureka, I., Puttuhena, J., & Latupapua, Y. (2018). Formasi vegetasi habitat peneluran penyu belimbing (Dermochelys coreacea) di Pantai Jamursba Medi Kabupaten Tambrauw. Jurnal Hutan Pulau-Pulau Kecil, 2(2), 177–187. https://doi.org/10.30598/jhppk.2018.2.2.177
Sasaerila, Y., Elfidasari, D., & Sabil, M. Q. T. (2017). Struktur vegetasi dan karakteristik habitat peneluran penyu hijau (Chelonia mydas) di Kawasan Konservasi Penyu Pangumbahan Sukabumi. Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Sains Dan Teknologi, 4(1), 36–43. https://doi.org/10.36722/sst.v4i1.249
Setiawan, A., Rohmah, S., Rachmad, B., & Syamsuddin, A. (2023). Identifikasi dan studi karakteristik biofisik habitat peneluran penyu (Cheloniidae) di Jawa Barat. Jurnal Marshela (Marine and Fisheries Tropical Applied Journal), 1(2), 73–87. https://doi.org/10.25181/marshela.v1i2.3269
Swadarma, Q. (2018). Karakteristik habitat peneluran penyu di Kawasan Stasiun Pembinaan dan Pelestarian Penyu Rantau Sialang Kabupaten Aceh Selatan sebagai referensi matakuliah ekologi hewan [Skripsi]. Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh.
Yewen, M. Y., & Ariwangsa, I. M. B. (2018). Peran stakeholders dalam konservasi penyu belimbing di Pantai Peneluran Jamursba Medi Kabupaten Tambrauw Provinsi Papua Barat. Jurnal Destinasi Pariwisata, 5(2), 349–355. https://doi.org/10.24843/JDEPAR.2017.v05.i02.p27
