Sirkulasi Pengetahuan Bataviaasch Genootschap Van Kunsten En Wetenschappen (BGKW) di Batavia Dalam Arsip Surat Kabar Java Government Gazette (1812–1816)
Kata Kunci: Bataviaasch Genootschap, Java Government Gazette, history of science, knowledge circulation, archival sources
Abstrak
Studi ini menelaah bagaimana Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (BGKW) berkontribusi pada produksi dan peredaran pengetahuan ilmiah di Batavia selama masa interregnum Inggris, dengan menganalisis laporan aktivitas BGKW yang dimuat dalam Java Government Gazette (1812–1816). Menggunakan desain sejarah kualitatif, penelitian ini melakukan kritik sumber dan pengodean tematik terhadap entri-entri Gazette, serta dilengkapi pembacaan kontekstual atas rekaman BGKW yang masih bertahan dan historiografi yang relevan. Gazette dipahami sebagai infrastruktur pengetahuan yang mencatat secara publik rapat, ceramah, dan komunikasi penelitian, sehingga menghubungkan perkumpulan tersebut dengan administrasi kolonial dan pertukaran keilmuan yang lebih luas. Temuan menunjukkan bahwa pelaporan di Gazette menormalkan dokumentasi publik atas pertemuan-pertemuan BGKW dan menampilkan spektrum disiplin yang luas sejarah, botani, geografi, dan sejarah alam sekaligus merefleksikan rekonfigurasi administratif atas informasi di bawah pemerintahan Inggris. Studi ini berargumen bahwa signifikansi BGKW tidak hanya terletak pada luaran risetnya yang kemudian (misalnya artikel-artikel dalam Verhandelingen), tetapi juga pada visibilitas yang dimediasi melalui Gazette, yang turut membentuk kategori “sains” dan pola akses terhadap pengetahuan yang disahkan. Perspektif ini berkontribusi pada genealoginya lembaga-lembaga pengetahuan di Indonesia pada masa berikutnya dan menegaskan bagaimana praktik kearsipan dapat merekonstruksi kehidupan intelektual awal abad ke-19.
Referensi
Adji, F. T. (2008). Konsep religi dan nilai historis dalam Kakawin Brahmanda Purana. Sintesis, 6(2).
Al-Faqih, M. Z. (n.d.). Politik hukum pers pada masa kolonial [PDF]. Neliti.
Anderson, B. (2006). Imagined communities: Reflections on the origin and spread of nationalism (Rev. ed.). Verso.
Bastin, J. (1957). The native policies of Sir Stamford Raffles in Java and Sumatra: An economic interpretation. Clarendon Press.
Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen. (1809). Laporan kegiatan ilmiah. Batavia.
Dirks, N. B. (2001). Castes of mind: Colonialism and the making of modern India. Princeton University Press.
Fuentes-Romero, J. J. (2003). The concept of a national library in less developed countries, with special reference to Africa. Alexandria: The Journal of National and International Library and Information Issues, 15(1), 23–35. https://doi.org/10.1177/095574900301500104
Gonda, J. (1932). Het Oud-Javaansche Brahmanda Purana: Prozatekst en kakawin. B.J.
Groot, H. (2006). Van de Groote Rivier naar het Koningsplein: Het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, 1778–1867 (Disertasi). Leiden Universiteit.
Groot, H. (2009). Van Batavia naar Weltevreden: Het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, 1778–1867. KITLV.
Hajatullah, I., Mansjur, S., & Maksum. (2002). 160th anniversary of Bibliotheca Bogoriensis. Indonesian Center for Agricultural Library and Technology Dissemination.
Hendrawan, M. R., & Putra, P. (2022). Integrasi manajemen pengetahuan dan literasi informasi: Pendekatan konsep dan praktik. Universitas Brawijaya Press.
Honig, V., & Verdoron, F. (Eds.). (1943). Science and scientists in Netherlands Indies. Board of the Netherlands Indies, Surinam and Curacao.
Java Government Gazette. (1812–1816). [Newspaper]. Batavia.
Marsden, J. (1815). History of Batavia under British rule. Longman.
Massil, S. W. (1989). The history of the National Library of Indonesia: The bibliographical Borobudur. Libraries & Culture, 24(4), 475–488.
Monumen Pers Nasional. (2012, July 19). Penerbitan pers di masa penjajahan dan awal kemerdekaan Indonesia. Kementerian Komunikasi dan Digital RI.
Museum Nasional Indonesia. (n.d.). Tentang kami. Museum Nasional Indonesia.
Mulholland, J. (2019). Outpost aesthetics: The literary culture of British-occupied Java, 1811–1816. Postcolonial Text, 14(3–4).
Muryani, N. (2010). Peran surat kabar dalam pengembangan ilmu pengetahuan pada masa kolonial. Jurnal Sejarah dan Budaya, 24(2), 120–135.
Ockeloen, G. (1939). Catalogus van boeken en tijdschriften uitgegeven in Ned. Oost-Indië van 1870–1937 [with] Catalogus dari boekoe-boekoe dan madjallah-madjallah jang diterbikan di Hindia Belanda dari tahoen 1870–1937. Kolff.
Ockeloen, G. (1950). Catalogus dari buku-buku jang diterbitkan di Indonesia. Kolff.
Pemerintah Republik Indonesia. (1989). Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 1989 tentang Perpustakaan Nasional. Badan Pemeriksa Keuangan RI.
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. (2023, September 12). Perpusnas gelar FGD penguatan kelembagaan. Perpusnas RI.
Putra, P. (2019). Praktik informasi sebagai upaya propaganda program kolonisasi pada masa Hindia Belanda. Bibliotech: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 4(1), 19–34. https://doi.org/10.33476/bibliotech.v4i1.923
Putra, P. (2021a). Prinsip demokratisasi arsip: Suatu konsep untuk menjembatani antara kearsipan, penulisan sejarah, dan pascamodernisme. Khazanah: Jurnal Pengembangan Kearsipan, 14(1), 39–56. https://doi.org/10.22146/khazanah.56741
Putra, P. (2021b). Propaganda “Kolonisatie” of the Dutch colonial government: The migration program for the population out of Java in the early 20th century. In Proceedings of the 2nd International Indonesia Conference on Interdisciplinary Studies (IICIS 2021) (Advances in Social Science, Education and Humanities Research, Vol. 606, pp. 113–117). Atlantis Press. https://doi.org/10.2991/assehr.k.211206.016
Putra, P. (2022). Menjemput arsip hingga ke Belanda: Dari praktik manajemen arsip hingga akereditasi kearsipan PT Semen Padang. Al-Ma’arif: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam, 2(1), 1–13. https://doi.org/10.37108/almaarif.v2i1.815
Putra, P. (2024). Dari pendirian hingga fase awal kemunduran: Bibliotheek dan inventaris arsip-arsip Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, 1778–1820. Seminar Nasional Hukum Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 1, 351–360.
Putra, P., Purnamayanti, A., & Maryani, E. (2021). Efisiensi penyimpanan dan aksesibilitas arsip vital dalam penyelenggaraan kearsipan universitas di UPT Kearsipan Unila. Jurnal JODIS, 2(1).
Putra, P., Purnamayanti, A., & Maryani, E. (2023a). “Archivum Est Potentia” UPT Archives Lampung University: Implementation of archives as a source of information and collective memory, Lampung University. In R. Perdana, G. E. Putrawan, B. Saputra, & T. Y. Septiawan (Eds.), Proceedings of the 3rd Universitas Lampung International Conference on Social Sciences (ULICoSS 2022) (Advances in Social Science, Education and Humanities Research, Vol. 740, pp. 5–16). Atlantis Press. https://doi.org/10.2991/978-2-38476-046-6_26
Putra, P., Purnamayanti, A., & Maryani, E. (2023b). Memahami lebih dalam tentang teori siklus hidup, model kontinum rekod dan konsep arsip total untuk implementasi di institusi dan organisasi. Jurnal Ilmu Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan, 25(2), Article 3. https://doi.org/10.7454/JIPK.v25i2.1091
Raffles, T. (1817). The history of Java. R. Philips.
Raj, K. (2007). Relocating modern science: Circulation and the construction of knowledge in South Asia and Europe, 1650–1900. Palgrave Macmillan.
Rammert, W. (2006). Two styles of knowing and knowledge regimes: Between “explicitation” and “exploration” under conditions of “functional specialization” or “fragmental distribution”. In J. Hage & M. T. H. Meeus (Eds.), Innovation, science, and institutional change: A research handbook. Oxford University Press.
Schick, F. L. (1971). The international standardization of library statistics. UNESCO Bulletin for Libraries, 25(1), 2–11.
Schwartz, J. M., & Cook, T. (2002). Archives, records, and power: The making of modern memory. Archival Science, 2, 1–19.
Sebina, P. M. I. M. (2006). Freedom of information, records management and good governance: Any symbolic relationship? ESARBICA Journal: Journal of the Eastern and Southern Africa Regional Branch of the International Council on Archives, 23(1), 45–50. https://doi.org/10.4314/esarjo.v23i1.30963
Spat, C. (1927). Encyclopaedie van Nederlandsch-Indië. Nijhoff.
Stoler, A. L. (2009). Along the archival grain: Epistemic anxieties and colonial common sense. Princeton University Press.
Supratman, F. R. (2024). Java Government Gazette: Koleksi surat kabar berbahasa Inggris abad ke-19 di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. TADWIN: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 5(1), 11–20. https://doi.org/10.19109/tadwin.v5i1.21606
Termorshuizen, G. (2001). Journalisten en heethoofden: Een geschiedenis van de Indisch-Nederlandse dagbladpers 1744–1905. Nijgh & Van Ditmar; KITLV Uitgeverij.
Universitas Gadjah Mada. (2024). Bataviaasch Genootschap dan produksi pengetahuan kolonial [Repositori tesis atau disertasi]. UGM Repository.
Van Hogendorp, D. van. (1799). Bericht van den tegenwoordigen toestand der Bataafsche bezittingen in Oost-Indië en den handel op dezelve. M. Roelofswaert.
Wijayanti, A. (2018). Implementation of knowledge management (KM) on bound magazine service group at the National Library of Indonesia. In Proceeding International Conference of Library, Archives, and Information Sciences (ICOLAIS).