Valuasi Ekonomi Ekowisata Camping Ground Nyampay di Kabupaten Bandung dengan Pendekatan TCM (Travel Cost Method)
DOI:
https://doi.org/10.33830/saintek.v2i2.10037.2026Keywords:
valuasi lingkungan, Camping Ground Nyampay, Travel Cost Method (TCM), biaya perjalananAbstract
Ekowisata yang berkontribusi dalam pendapatan asli daerah Kabupaten Bandung maka lahan yang dijadikan sebagai wisat harus dikelola untuk menjaga kelestariannya. Camping Ground Nyampay merupakan salah satu destinasi wisata yang berada di Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung yang merupakan bagian wilayah Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Barat dan Banten yang dikelola oleh masyarakat lokal diberikan nilai cost dan benefit dari suatu sumber daya alam sebagai barang publik melalui valuasi lingkungan. Travel Cost Method (TCM) merupakan metode untuk nilai ekonomi sebuah kawasan wisata berdasarkan penilaian yang diberikan masing-masing individu atau masyarakat terhadap kenikmatan yang tidak ternilai (dalam rupiah) dari biaya yang dileuarkan untuk berkunjung ke sebuah obyek wisata, baik itu opportunity cost maupun biaya langsung yang dikeluarkan seperti biaya transportasi, konsumsi makanan, minuman, dan hotel. Hasil dari valuasi lingkungan diperoleh biaya perjalanan (travel cost) rata-rata yang dikeluarkan oleh pengunjung untuk mengunjungi Camping Ground Nyampay adalah Rp730.833,33/orang, surplus konsumen wisata Camping Ground Nyampay sebesar Rp14.106.787,54 tidak ada pengaruh secara signifikan variabel biaya perjalanan, pendapatan, jarak tempat wisata, dan fasiltas tempat wisata terhadap minat kunjungan baik secara simultan maupun parsiap tiap variabel.
References
Al-Khoiriah, R. (2017). Valuasi ekonomi dengan metoe travel cost pada Taman Wisata Pahawang Kabupaten Pesawaran [Skripsi]. Universitas Lampung.
Asmin, F. (2018). Ekowisata dan pembangunan berkelanjutan: dimulai dari konsep sederhana.
Dharmawan, A., Subiyanto, S., & Nugraha, A. L. (2016). Analisis nilai ekonomi kawasan cagar budaya keraton di Kota Cirebon berdasarkan WTP (Willingness to Pay) dengan pendekatan TCM (Travel Cost Method) dan CVM (Contingent Valuation Method). Jurnal Geodesi Undip, 5(2), 25–33.
Hadi, S. P. (2015). Valuasi ekonomi objek wisata Gunung Banyak di Kota Batu dengan pendekatan individual travel cost [Skripsi]. Universitas Brawijaya.
Handayani, T. D., Warningsih, T., & Bathara, L. (2021). Valuasi ekonomi wisata Marjoly Beach and Resort dengan metode biaya perjalanan (travel cost method) Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau. Jurnal Perikanan Dan Kelautan, 26(2), 115–124.
Kristiana, Y. (2019). Buku Ajar Studi Ekowisata. Deepublish.
Phelps, J., B., H., Sinaga, A. C., & Dermawan, A. (2014). Valuasi Lingkungan di Indonesia: Implikasi pada kebijakan di kehutanan, pertanggung-jawaban hukum dan estimasi kerugian negara. https://doi.org/10.17528/cifor/005289
Putri, W., & Juwana, I. (2019). Valuasi ekonomi objek wisata Goa Pindul Kabupaten Gunungkidul menggunakan pendekatan travel cost method. Jurnal Reka Lingkungan, 7(1), 1–11.
Raharjo, A. (2002). Menaksir Nilai Ekonomi Taman Hutan Wisata Tawangmangu: Aplikasi Individual Travel Cost Method (Estimating the Economic Value of Tawangmangu Tourism Forest: An Application of the Travel Cost Method). Manusia Dan Lingkungan, 9(2), 79–88.
Rahayu, Y., & Haryati, I. (2022). Consumer surplus analysis using the Travel Cost Method (TCM) at the Petrus Kafiar Beach tourist attraction, Manokwari Regency, West Papua. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam Dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management), 12(3), 534–542. https://doi.org/10.29244/jpsl.12.3.534-542
Risma, R. (2022). Valuasi Ekonomi Objek Wisata Marina Beach Pulau Sebatik Aplikasi Travel Cost Method Terhadap Minat Berkunjung [Skripsi]. Universitas Borneo Tarakan.
