Sensitivitas Bakteri Probiotik yang Diisolasi dari Usus Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii, de Man) terhadap Bakteri Aeromonas hydrophila

Penulis

  • Wiwik Yuliana Universitas Riau
  • Iesje Lukistyowati Universitas Riau
  • Nur Asiah Universitas Riau

DOI:

https://doi.org/10.33830/saintek.v2i1.11572.2025

Kata Kunci:

Bacillus sp., giant prawn, Aeromonas hydrophila

Abstrak

Penelitian ini dilakukan pada bulan September-November 2014 di Laboratorium Mikrobiologi Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Riau. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh strain probiotik Riau pada udang raksasa terhadap A. hydrophila. Penelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian Hasyimi pada tahun 2014. Perlakuan pada metode disk yang digunakan adalah probiotik Bacillus sp. dengan enam Tingkat perlakuan: P0 (disk kosong+50 µL TSB), P1 (antibiotik novobiocin), P2 (50 µL isolat Bacillus F), P3 (50 µL isolat Bacillus G), P4 (50 µL isolat J) and P5 (50 µL isolat K), dan metode pengenceran menggunakan empat metode (F, G, J dan K) dengan empat jenis pengenceran (10-2, 10-4, 10-6 dan 10-8). Hasil penelitian menunjukkan bahwa genetika strain bakteri probiotik Riau yang diisolasi dari udang raksasa dapat mengandung A. hydrophila, dengan daya blok terbesar pada isolator K (13,8 mm) dan daya blok terkecil pada isolator G (7,6 mm), serta nilai MIC pada pengenceran 10-8 dan nilai MBC pada pengenceran 10-4.

Referensi

Achmad, F., Nurwantoro, N., & Mulyani, M. (2012). Daya kembang, total padatan, waktu pelelehan, dan kesukaan es krim fermentasi menggunakan starter Saccharomyces cereviceae. Animal Agriculture Journal, 1(2), 65–76.

Anggreni, D., Feliatra, F., & Nursyirwani, N. (2015). Efektivitas bakteri probiotik dari udang galah (Macrobrachium rosenbergii, de Man) terhadap bakteri patogen Aeromonas hydrophila, Pseudomonas stutzeri dan Vibrio alginolyticus [Skripsi]. Universitas Riau.

Boyd, R. F. (1995). Basic medical microbiology. Little, Brown.

Brooks, G. F., Butel, J. S., & Morse, S. A. (2005). Mikrobiologi kedokteran. Salemba Medika.

Dahl, T. A., Midden, W. R., & Hartman, P. E. (1989). Comparison of killing of gram-negative and gram-positive bacteria by pure singlet oxygen. Journal of Bacteriology, 171(4), 2188–2194. https://doi.org/10.1128/jb.171.4.2188-2194.1989

Dinas Perikanan Jawa Barat. (2005). Laporan produksi perikanan air tawar Jawa Barat tahun 2004.

Dwidjoseputro, D. (2010). Dasar-dasar mikrobiologi (Cetakan 17). Djambatan Press.

Eckner, K. F. (1992). Bacteriocins and food applications. Dairy, Food and Environmental Sanitation, 12, 204–209.

Fauziah, P. N., Nurhajati, J., & Hrysanti, H. (2012). Penghambatan adhesi berbagai strain Klebsiella pneumonidae oleh Lactobacillus bulgaris dalam soyghurt secara in vitro pada Hep-2 cell lines dengan berbagai proses perlakuan infeksi [Skripsi]. Universitas Padjadjaran.

Hadioetomo, R. S. (1990). Mikrobiologi dasar dalam praktek: teknik dan prosedur dasar laboratorium. PT Gramedia.

Hasyimi, W., Lukistyowati, I., & Yoswaty, D. (2014). Bakteri probiotik yang diisolasi dari saluran pencernaan udang galah (Macrobrachium rosenbergii, de Man) berbasis teknik sekuens 16S rDNA [Skripsi]. Universitas Riau.

Lindgren, S. E., & Dobrogosz, W. J. (1990). Antagonistic activities of lactic acid bacteria in food and feed fermentations. FEMS Microbiology Letters, 87(1–2), 149–164. https://doi.org/10.1111/j.1574-6968.1990.tb04885.x

Lukistyowati, I., & Kurniasih, K. (2012). Pelacakan gen aerolysisn dari Aeromonas hydrophila pada ikan mas yang diberi pakan ekstrak bawang putih. Jurnal Veteriner, 13, 43–50.

Lusiastuti, A. M. (2012). Seleksi kandidat probiotik anti Aeromonas hydrophila untuk pengendalian penyakit ikan air tawar. Jurnal Riset Akuakultur, 7(2), 269–277. https://doi.org/10.15578/jra.7.2.2012.269-277

Maturin, L. J., & Peeler, J. T. (1998). Aerobic plate count. In Bacteriological analytical manual (BAM) Chapter 3 (pp. 17–26). Food and Drug Administration.

Nissen-Meyer, J., Holo, H., Håvarstein, L. S., Sletten, K., & Nes, I. F. (1992). A novel lactococcal bacteriocin whose activity depends on the complementary action of two peptides. Journal of Bacteriology, 174(17), 5686–5692. https://doi.org/10.1128/jb.174.17.5686-5692.1992

Pelczar, M. J., & Chan, E. C. S. (1988). Dasar-dasar mikrobiologi 2. UI – Press.

Rahayu, E. S., Titiek, F. D., Mahyu, D., & Edi, S. (1999). Bakteri asam laktat pada makanan fermentasi tradisional. Panduan Seminar Nasional Makanan Tradisional.

Rinawati, N. D. (2010). Daya Antibakteri Tumbuhan Majapahit (Crescentia cujete L.) Terhadap Bakteri Vibrio alginolyticus.

Sudirman I. (1996). Pemanfaatan bakteri asam laktat penghasil bakteriosin sebagai starter unggul dan biopreservatif pada makanan.

Talarico, T. L., & Dobrogosz, W. J. (1989). Chemical characterization of an antimicrobial substance produced by Lactobacillus reuteri. Antimicrobial Agents and Chemotherapy, 33(5), 674–679. https://doi.org/10.1128/AAC.33.5.674

Tambekar, D. H., & Bhutada, S. A. (2010). An evaluation of probiotic potential of Lactobacillus sp. From milk of domestic animals and commercial available probiotic preparations in prevention of enteric bacterial infections. Recent Research in Science and Technology, 2(10), 82–88.

Yuhana, S. A., Jayanti, W. D., Purwitasari, A. T., Putri, L. W., & Kharisma, A. (2010). Antibakterial ekstrak daun kemangi (Ocimum sanctum Linn) terhadap bakteri Aeromonas hydrophila secara in vitro.

Yulinery, T., Petria, I. Y., & Nurhidayat, N. (2012). Penggunaan antimikroba dari isolat Lactobacillus terseleksi sebagai bahan pengawet alami untuk menghambat pertumbuhan Vibrio sp. dan Staphylococcusaureus pada fillet ikan kakap. Berkala Penelitian Hayati, 15(1), 85–92.

Diterbitkan

2025-09-30

Terbitan

Bagian

Articles