Analisis Dampak Implementasi Program TJSL Akibat Aktivitas Penambangan Timah di Laut Terhadap Pendapatan Nelayan Desa Tanjung Binga dan Tanjung Klumpang

Penulis

  • Muslimin Muslimin Universitas Terbuka

DOI:

https://doi.org/10.33830/saintek.v2i1.11575.2025

Kata Kunci:

penambangan timah, TJSL, CSR, pendapatan nelayan, kebijakan mitigasi

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak aktivitas penambangan timah di laut terhadap implementasi Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) serta pengaruhnya terhadap pendapatan nelayan di Desa Tanjung Binga dan Tanjung Klumpang, Bangka Belitung. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan mengevaluasi jangkauan bantuan permodalan CSR (Corporate Social Responsibility) dari perusahaan tambang di Belitung Timur, serta mengidentifikasi kebijakan dan strategi yang efektif untuk mengatasi kemiskinan di wilayah tersebut. Dampak kerusakan ekosistem laut terhadap keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir juga menjadi fokus penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus, melalui pengumpulan data berupa studi literatur, wawancara dengan pemangku kepentingan, nelayan, dan masyarakat miskin. Lokasi penelitian adalah Desa Tanjung Binga dan Tanjung Klumpang, Kabupaten Belitung Timur. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan statistik deskriptif dan fenomenologi untuk memahami dampak aktivitas penambangan secara holistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program TJSL oleh perusahaan tambang belum merata dalam memberikan dampak positif kepada masyarakat nelayan. Meski aktivitas penambangan telah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku, kerusakan ekosistem laut akibat penambangan berdampak signifikan pada keberlanjutan pendapatan nelayan. Strategi mitigasi yang diformulasikan mencakup peningkatan sinergi antara pemangku kebijakan, perluasan jangkauan bantuan CSR, serta pengembangan kebijakan berbasis keberlanjutan untuk mendukung masyarakat pesisir.

Referensi

Erwana, F., Dewi, K., & Rahardyan, B. (2016). Kajian dampak penambangan timah inkonvensional terhadap lingkungan dan sosial ekonomi masyarakat (Studi kasus: Kabupaten Bangka Barat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung). Jurnal Tehnik Lingkungan, 22(2), 32–41. https://doi.org/10.5614/j.tl.2016.22.2.4

Hotimah, O. (2015). Potensi ekonomi pada kolong bekas penambangan timah di Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung. Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi, 14(2), 84–93. https://doi.org/10.21009/jimd.v14i2.9107

Kurniawan, A., Kurniawan, A., Wati, M., Kurniawati, F., & Rivaldy, N. (2024). Identifikasi vegetasi pada kolong pascatambang timah di Desa Nibung dan riding panjang Kepulauan Bangka Belitung. Journal of Aquatropica Asia, 9(1), 28–33. https://doi.org/10.33019/joaa.v9i1.4586

Kusumawati, I., & Ramadani, R. (2024). Analisis yuridis peran tambang timah ilegal sebagai sumber mata pencaharian ekonomi masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, Dan Humaniora, 2(11), 748–759.

Sukarman, S., & Gani, R. A. (2017). Lahan bekas tambang timah di Pulau Bangka dan Belitung, Indonesia dan kesesuaiannya untuk komoditas pertanian. Jurnal TANAH Dan IKLIM, 41(2), 101–114.

Yulianti, Y., Bani, B., & Albana, A. (2020). Analisa pertambangan timah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Jurnal Ekonomi, 22(1), 54–62.

Yusuf, R. (2017). Strategi Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dalam Program TJSL. Penerbit Forum Sosial.

Diterbitkan

2025-09-30