http://jurnal.ut.ac.id/plugins/themes/sintrettheme

ANALYSIS OF FACTORS AFFECTING PEOPLE'S BEHAVIOR IN USING ELECTRONIC PAYMENT INSTRUMENTS

Written by Sri Darmadi Sudibyo, Mohammad Syamsul Maarif, Anggraini Sukmawati, M Joko Affandi


##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku masyarakat menggunakan Alat Pembayaran Elektronik (APE). Pengertian APE dalam penelitian ini dibatasi pada kartu debet dan kredit. Penggunaan APE di Indonesia saat ini masih menghadapi permasalahan yang kompleks. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dengan memberikan kuesioner kepada responden. Survei dilakukan kepada masyarakat di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) dengan total responden 400 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Kriteria yang dipergunakan dalam memilih sampel penelitian adalah responden yang berusia antara 17-56 tahun mengingat usia ini adalah usia kerja produktif dan merupakan nasabah aktif pemilik akun di bank selaku pemegang kartu debet atau kartu kredit. Untuk menjawab tujuan penelitian tersebut, digunakan Structural Equation Modelling (SEM). Menurut teori perilaku yang direncanakan (the planned behavior theory)behaviordipengaruhi oleh intention, sedangkan intention dipengaruhi oleh attitude, subjektif norm, dan perceived behavioral control. Hasil analisis SEM menunjukkan bahwa behaviormasyarakat dalam menggunakan APE dipengaruhi secara dominan oleh intention, sementara intention tersebut dipengaruhi oleh perceived behavioral control.


 


The objective of this study is to analyze the factors that influence people's behavior in using Electronic Payment Instruments (APE). In this study, the definition of APE is limited to debit and credit card. The use of APE in Indonesia is still facing complex problems. The data used in this study is primary data by giving questionnaires to respondents. The survey was conducted on communities in Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang and Bekasi (Jabodetabek) with a total of 400 respondents. The criteria used to select the research sample are respondents aged between 17-56 years, this age is the productive age of work and an active customer who owns the account at the Bank as the holder of a debit card or credit card. To answer that objective, Structural Equation Modeling (SEM) is used in this study. Following the theory of Planned Behavior, the behavior is influenced by intention, where as intention is influenced by attitude, subjective norm, and perceived behavioral control. The result of SEM analysis shows that people's behavior in using APE is influenced by the intention, meanwhile intention is influenced by perceived behavioral control.


Keywords:

APE, Behavior, Intention, Perceived Behavioral Control


References

Ajzen, I. (1991). The Theory of Planned Behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50, 179-211.

Bank Indonesia. (2017). Glossary of the Payment System Bank Indonesia.

Badan Pusat Statistik. (2016). Data Sensus Ekonomi 2016.

Baron R.A, & Branscombe N.R. (2014). Social Psychology. Harlow. Pearson

Duraj, Justyna C. (2017). The Evolution of Payment Instruments. Downloaded at http://www.worldscientificnews.com. March, 3, 2018.

Fishbein M. & Ajzen I. (2005). Theory-based Behavior Change Interventions: Comments on Hobbis and Sutton. Journal of Health Psychology. London, Thousand Oaks and New Delhi. SAGE Publications.

Koentjaraningrat. (2014). Pengantar Antropologi. Rineka Cipta. Jakarta.

Li W. & Wu Y. (2016). Adolescents’ Social Reading: Motivation, Behaviour, and Their Relationship. Downloaded at https://doi.org/10.1108/EL-12-2015-0239.

Madasu P. (2015). India's Progress Towards Cashless Economy–An Assessment. Gavesana Journal of Management, 7 (2), 34-43.

MasterCard Advisors’ Cashless Journey The Global Journey From Cash to Cashless, (2013).

Mattjik A.A, & Sumertajaya I.M. (2011). Sidik Peubah Ganda. Departemen Statistik. FMIPA-IPB, Bogor.

Pemerintah Republik Indonesia. (1999). Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 Tentang Bank Indonesia. Sekretariat Negara. Jakarta.

Pemerintah Republik Indonesia. (2011). Undang-undang Nomor 3 Tahun 2011 Tentang Transfer Dana.Sekretariat Negara. Jakarta.

Pemerintah Republik Indonesia. (2011). Undang-undang Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang. Sekretariat Negara. Jakarta.

Pemerintah Republik Indonesia. (2012). Peraturan Bank Indonesia Nomor 14/2/PBI/2012 Tentang Perubahan Atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/11/PBI/2009 Tentang Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu . Bank Indonesia. Jakarta.

Pemerintah Republik Indonesia. (2012). Peraturan Bank Indonesia Nomor 14/7/PBI/2012 Tentang Pengelolaan Uang Rupiah. Bank Indonesia. Jakarta.

Pemerintah Republik Indonesia. (2014). Peraturan Bank Indonesia Nomor 16/8/PBI/2014 Tentang Perubahan atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/12/PBI/2009 Tentang Uang Elektronik. Bank Indonesia. Jakarta.

Pemerintah Republik Indonesia. (2015). Peraturan Bank Indonesia Nomor 17/3/PBI/2015 Tentang Kewajiban Penggunaan Rupiah di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bank Indonesia. Jakarta.

Pemerintah Republik Indonesia. (2016). Peraturan Bank Indonesia Nomor 18/40/PBI/2016 Tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran. Bank Indonesia. Jakarta.

Pemerintah Republik Indonesia. (2016). Peraturan Bank Indonesia Nomor 18/41/PBI/2016 Tentang Bilyet Giro. Bank Indonesia. Jakarta.

Pohan A. (2013). Sistem Pembayaran Strategi dan Implementasi di Indonesia. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Worthington S. (1995). Cashless Society. International Journal of retail & Distribution Management, 23(7),31-40.

Yaqub J. O, Bello H. T, Adenuga I. A. & Ogundeji M. O. (2013). The Cashless Policy in Nigeria: Prospects and Challenges. International Journal of Humanities and Social Science, 3 (3), 200-211.

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

Most read articles by the same author(s)