DIVERSIFIKASI PRODUK PADA USAHA GIS COOKIES, SNACK AND FOOD

Authors

  • Safitri Universitas Terbuka
  • Adhi Susilo Universitas Terbuka

DOI:

https://doi.org/10.33830/diseminasiabdimas.v7i2.10186

Keywords:

kue kering, camilan, UMKM, diversifikasi, makanan

Abstract

Berdasarkan data dari Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (UMKM) Tangerang Selatan, terdapat 54.860 usaha mikro, 460 usaha kecil, dan 43 usaha menengah di bidang kuliner, yang mencerminkan tingginya minat masyarakat dalam bisnis makanan dan minuman. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata pengeluaran per kapita untuk makanan kering dan gorengan di Tangerang Selatan menunjukkan tren konsumsi makanan camilan yang signifikan. Usaha Gis Cookies, awalnya usaha rumahan yang berfokus pada produksi kue kering menjelang Hari Raya, menghadapi tantangan dalam menjaga keberlanjutan setelah musim perayaan. Solusi yang diusulkan melibatkan diversifikasi produk dengan memproduksi makanan siap saji dan frozen food seperti Risoles dan dimsum. Selain itu, usaha ini juga dihadapkan pada keterbatasan sarana dan prasarana serta kurangnya strategi pemasaran yang efektif. Pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dalam pengembangan produk dan pemasaran melalui pelatihan kewirausahaan, teknik produksi inovatif, serta penggunaan media online untuk promosi. Hasilnya, usaha Gis Cookies mampu berkembang dengan variasi produk dan promosi online, berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal serta pemberdayaan pelaku usaha di sekitar Tangerang Selatan.

References

Agustina, A. (2015). Penganekaragaman kue kering berbahan dasar tepung jagung (Zea mays sp). e-Jurnal Boga, 4(1), 75–83.

Dinas Koperasi UKM Kota Tangerang Selatan. (2023, Agustus 28). Dinas Koperasi UKM Kota Tangerang Selatan. Satu Data Tangsel. https://data.tangerangselatankota.go.id/dataset/59d48c4d-1ee0-4ab3-bf3b-f1f021d20c1a/resource/389c3373-1dbd-4394-b121-e39b4bcc7826/download/jumlah-umkm-menurut-skala-dan-jenis-di-kota-tangerang-selatan-tahun-2022.csv

Arfiani, I., Nurdiana, & Masfufah. (2023). Daya terima dan kandungan gizi dim sum berbahan dasar ikan teri dan labu siam sebagai makanan selingan tinggi kalsium. Jurnal Berita Kesehatan, 16(2), 54–60.

Emilia, E., Juliarti, & Akmal, N. (2021). Analisis konsumsi makanan jajanan terhadap pemenuhan gizi remaja. Journal of Nutrition and Culinary (JNC), 1(1), 1–9.

Ihromi, S., Marianah, & Susandi, Y. A. (2018). Substitusi tepung terigu dengan tepung mocaf dalam pembuatan kue kering. Agrotek, 5(1), 73–77.

Koswara, R. A. (2007). Panduan lengkap berbisnis kue kering. Jakarta: Transmedia.

Sasongko, P., Yuninigsih, S., & Yasak, E. M. (2016). Aplikasi frozen food technology untuk menurunkan tingkat kerugian produk pada kelompok perempuan buta aksara alfabet Desa Nogosari Kecamatan Rowokangkung Kabupaten Lumajang Jawa Timur. Jurnal Akses Pengabdian Masyarakat, 1(1), 8–17.

Trisnawati, L., Octavia, B. A., & Carollina, G. (2023). Budaya kuliner pangsit: Pengembangan dan kreativitas masakan Tionghoa. Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, 9(2), 923–930. https://doi.org/10.37905/aksara.9.2.923-930.2023

Zumaeroh, & Fatmawati, A. (2023). Pola kewirausahaan pada usaha mikro kecil dan menengah risol mayo. Wikuacitya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 36–39. https://doi.org/10.56681/wikuacitya.v2i1.65

Downloads

Published

2025-09-27

Issue

Section

Articles