Edukasi Kesehatan: Angka Anemia Pada Remaja di Desa Leranwetan Kecamatan Palang

Authors

  • Hanatasya Ridha Deanira Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban
  • Lukman Hakim Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban
  • Eva Silviana Rahmawati Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban
  • Fidya Mukhofifin Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban
  • Putri Asmak Priananda Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban
  • Lum’atun Nuzulin Nada Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban
  • Marsanda Azzahra Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban
  • Muhammad Aldi Purnomo Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban
  • Mahirul Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban
  • Najwa Salwa Nabilah Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban

DOI:

https://doi.org/10.33830/diseminasiabdimas.v8i2.13571

Keywords:

Anemia, Desa Leran Wetan, Edukasi Kesehatan, Remaja Putri, Suplemen Zat Besi

Abstract

Anemia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia, terutama pada remaja putri yang rentan akibat meningkatnya kebutuhan zat besi selama menstruasi dan masa pertumbuhan. Kondisi ini diperparah oleh keterbatasan pengetahuan, kebiasaan makan yang tidak memadai, serta rendahnya kepatuhan dalam mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Program pengabdian masyarakat tahun 2025 di Desa Leran Wetan dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman remaja putri tentang anemia dan menurunkan prevalensinya melalui edukasi kesehatan, penyuluhan di sekolah dan komunitas, serta pemberian TTD secara rutin. Pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi ini secara signifikan meningkatkan pengetahuan remaja mengenai anemia dan menurunkan prevalensi anemia setelah konsumsi TTD secara teratur. Analisis juga menunjukkan adanya hubungan antara tingkat pendidikan ibu, pekerjaan orang tua, dan kejadian anemia pada remaja. Pendekatan promotif dan preventif berbasis masyarakat, khususnya melalui edukasi dan pemberian TTD, efektif dalam menurunkan anemia pada remaja putri. Implementasi berkelanjutan yang terintegrasi dalam program UKS dan posyandu remaja direkomendasikan untuk mencapai hasil yang berkesinambungan.

 

References

Andini, R., Nursalam, N., & Winarni, E. (2021). Pengaruh peer education terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang tablet tambah darah. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 12(2), 77–84

Fajriyah, A., Kartini, A., & Nugroho, M. (2021). Pengetahuan tentang anemia dan hubungan dengan kejadian anemia pada remaja. Jurnal Keperawatan, 19(1), 55–63.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2020. Jakarta: Kemenkes RI.

Pratiwi, I., & Rosita, L. (2022). Hubungan pola makan dengan kejadian anemia pada remaja putri di wilayah pedesaan. Jurnal Ilmu Gizi Indonesia, 5(2), 89–96

Putri, L. M., Susanti, D., & Hidayat, T. (2021). Dampak pandemi COVID-19 terhadap pelaksanaan suplementasi tablet tambah darah di sekolah. Jurnal Gizi dan Pangan, 16(3), 225–232

Ramadhan, F., Rahayu, D., & Kusuma, R. (2023). Hubungan pendidikan orang tua dan pekerjaan dengan status anemia remaja di daerah rural. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 17(1), 23–31.

Sari, N., & Astuti, E. (2022). Efektivitas edukasi gizi terhadap kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 10(1), 45–52.

Susanti, I., Maulida, N., & Yuliana, T. (2023). Efektivitas program edukasi dan suplementasi zat besi dalam penurunan anemia remaja putri. Jurnal Gizi dan Pembangunan, 14(1), 102–110.

World Health Organization. (2021). Anaemia. World Health Organization. Retrieved from

Downloads

Published

2026-09-23

Issue

Section

Articles