LAYANAN INFORMASI SEBAGAI UPAYA MEMBENTUK PERSONAL BRANDING PENYANDANG DISABILITAS

Authors

  • Galih Fajar Fadillah UIN Raden Mas Said Surakarta
  • Gadis Deslinda UIN Raden Mas Said Surakarta
  • Ahmad Nafi' UIN Sunan Kudus
  • Inayatul Khafidhoh UIN Sunan Kudus
  • Uswatun Marhamah STIA-WS Semarang

DOI:

https://doi.org/10.33830/diseminasiabdimas.v7i2.4962

Keywords:

layanan informasi, personal branding, penyandang disabilitas

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi tentang keresahan kami melihat kondisi penyandang disabilitas yang pesimis terhadap masa depan mereka. Sebagian besar penyandang disabilitas merasa bahwa mereka kurang begitu antusias terhadap aktivitas yang mereka kerjakan, karena keterbatasan yang mereka miliki. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah mengajak penyandang disabilitas untuk memiliki personal branding sesuai bakat dan kemampuan mereka. Adapun metode dalam pelaksanaan pengabdian ini menggunakan layanan informasi dengan materi berkaitan dengan personal branding. Produk dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah buku pedoman pelaksanaan layanan informasi. Hasil pengabdian masyarakat ini menemukan bahwa sebelum responden mengikuti kegiatan pengabdian masih belum memiliki personal branding yang jelas, namun setelah mengikuti kegiatan pengabdian beberapa responden mulai mengenali dirinya dan memiliki personal branding yang jelas.

References

Ichsania, H., Haksasi, S. B., & Dewi, W. N. A. (2021). Pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling bidang pribadi SMK Muhammadiyah 2 Semarang era pandemi Covid-19. Empathy Cons, 3(2).

Kurniati, A. (2024). Pengaruh penerapan pembelajaran kelompok heterogen berbasis lima bahasa kasih terhadap keterampilan kolaborasi siswa di SDN 24 Mataram. Journal Syntax Idea, 6(12).

Kurniawati, E. (2022). Mengurangi persepsi negatif siswa terhadap guru BK melalui layanan informasi di kelas X MM2 SMKN 1 Juwiring. Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan, 2(1), 92–97.

Ladipa, C., & Aristi, N. (2019). Motif penggunaan media sosial bagi penyandang disabilitas netra (Studi kasus motivasi penggunaan Facebook bagi penyandang disabilitas netra pada terapis pijat). Mediakom: Jurnal Ilmu Komunikasi, 3(2), 197–209.

Liza, N., & Wahyuni, S. (2023). Peranan guru bimbingan dan konseling (BK) dalam pemberian layanan informasi untuk mengembangkan perilaku jujur siswa. Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 4, 381–394.

Nafi, A., Fadillah, G. F., Ernawati, E., & Hidayati, A. N. (2024). Meningkatkan self esteem penyandang disabilitas melalui personal branding. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(4), 6548–6554. https://doi.org/10.31004/cdj.v5i4.30493

Saputra, I., Firman, & Neviyerni. (2022). Penilaian BK di sekolah dan implikasi pengelolaan. Jurnal Education & Learning, 2(2), 58–63.

Tarsidi, D. (2011). Kendala umum yang dihadapi penyandang disabilitas dalam mengakses layanan publik. JASSI Anakku, 10(2), 201–205.

Zulfa, A. Z. E. (2024). Strategi layanan bimbingan dan konseling di Forum Komunikasi Disabilitas Kudus (FKDK). At-Taujih: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam, 2(2), 107–116. https://doi.org/10.37216/taujih.v2i2.1251

Downloads

Published

2025-09-27

Issue

Section

Articles