BIOFERICO : Pupuk Cair Organik dari Air Cucian Beras dan Ampas Kopi

Authors

  • Fajar Heridoan Limbong Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur
  • Said Ahmad Fadhilah Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur
  • Mu’tasim Billah

DOI:

https://doi.org/10.33830/diseminasiabdimas.v7i1.9467

Keywords:

Pupuk Cair Organik, Kopi, Beras, Galengdowo

Abstract

Limbah organik menjadi salah satu jenis limbah yang pemanfaatannya masih belum maksimal. Air cucian beras dan ampas kopi termasuk limbah organik yang acapkali dianggap tidak berguna dan tidak bermanfaat. Air cucian beras dan ampas kopi memiliki kandungan NPK yang dapat menjadi potensi sebagai Pupuk Organik Cair (POC). Pupuk Cair Organik (POC) dari air cucian beras dan ampas kopi dapat dibuat dengan mudah, murah dan cepat sehingga menjadi keuntungan dan nilai tambah. Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan metode kajian masyarakat dengan cara partisipatif, dimana masyarakat terlibat secara langsung dalam setiap tahapan kegiatan. Kegiatan dilakukan di Dusun Galengdowo, Desa Galengdowo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. Kegiatan ini disambut dengan baik oleh masyarakat, dimana selama kegiatan masyarakat aktif dalam bertanya dan berdialog. Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari air cucian beras dan ampas kopi dapat mendukung green waste dan mengurangi konsumsi dan ketergantungan masyarakat dalam penggunaan pupuk kimia. Melalui kegiatan ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap program pemerintah pada 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dalam merwujudkan kota dan permukiman yang berkelanjutan.

References

Agam, T., Listya, A., & Muntazori, A. F. (2020). Infografis Ampas Kopi sebagai Pupuk Organik Penunjang Pertumbuhan Tanaman. DESKOMVIS: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa Dan Media, 1(2), 156–172. https://doi.org/10.38010/dkv.v1i2.21

Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional. (2024). 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Indonesia (1st ed.). Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional.

Badan Pusat Statistik. (2022). Statistika Kopi Indonesia (3rd ed.). Badan Pusat Statistik.

Febrianna, M. (2018). Pemanfaatan Pupuk Organik Cair Untuk Meningkatkan Serapan Nitrogen Serta Pertumbuhan Dan Produksi Sawi (Brassica juncea L.) Pada Tanah Berpasir. Universitas Brawijaya.

Gumulya, D., & Helmi, I. S. (2017). Kajian Budaya Minum Kopi Indonesia. Jurnal Dimensi Seni Rupa Dan Desain, 13(2), 153–172. https://doi.org/10.25105/dim.v13i2.1785

Hudayana, B., Kutanegara, P. M., Setiadi, A., Indiyanto, Z., Fauzanafi, M., Dyah, F. N., Sushartami, W., & Yusuf, M. (2019). Participatory Rural Appraisal (PRA) untuk Pengembangan Desa Wisata di Pedukuhan Pucung, Desa Wukirsari, Bantul. Bakti Budaya, 2(2).

Kementerian Pertanian. (2011). Peraturan Menteri Pertanian Nomor 70 Tahun 2011 Tentang Pupuk Organik, Pupuk Hayati dan Pembenah Tanah

Mahanani, A. U., Tuhuteru, S., Gombo, A., & Tabuni, E. (2022). Nutrisi & Pemanfaatan Limbah Ampas Kopi. CV. Pena Persada.

Maunte, Z., Jafar, M. I., & Darmawan, M. (2018). Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Ampas Tahu Dan Bonggol Pisang Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Seledri (Apium Graveolens L.). Agropolitan, 5(1).

Okalia, D., Nopsagiarti, T., & Marlina, G. (2021). Pengaruh Biochar dan Pupuk Organik Cair dari Air Cucian Beras Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Selada. Jurnal Budidaya Pertanian, 17(1), 76–82. https://doi.org/10.30598/jbdp.2021.17.1.76

Parman, S. (2007). Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kentang (Solanum tuberosum L.). Buletin Anatomi Dan Fisiologi, 5(2).

Rahardjo, P. (2017). Berkebun Kopi.

Randriani, E., & Dani. (2018). Pengenalan Varietas Unggul Kopi. Indonesian Agency For Agricultural Research And Development (Iaard) Press.

Downloads

Published

2025-03-15

Issue

Section

Articles