Pengelolaan Sampah Anorganik Berbasis Participatory Action Research di Kawasan Permukiman Kabupaten Bogor
Keywords: bank sampah, kawasan permukiman, participatory action research, pengelolaan sampah berbasis komunitas, sampah anorganik
Abstract
Permasalahan sampah anorganik di kawasan permukiman Kabupaten Bogor semakin kompleks seiring meningkatnya pertumbuhan penduduk dan perubahan pola konsumsi masyarakat. Rendahnya kapasitas pengelolaan sampah serta terbatasnya partisipasi warga menyebabkan sebagian besar sampah tidak terkelola secara optimal dan berpotensi mencemari lingkungan. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan model pengelolaan sampah anorganik berbasis komunitas melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan warga secara aktif dalam seluruh tahapan program. Kegiatan dilaksanakan di RT 4/8 Perumahan Greenland, Kabupaten Bogor, selama 19 minggu dengan melibatkan 69 kepala keluarga. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi dan edukasi, penyediaan sarana pemilahan, pengumpulan dan penimbangan mingguan, pemilahan lanjutan, pengemasan, pengiriman ke mitra pengelola sampah profesional, serta penerapan mekanisme reward. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa selama periode pelaksanaan berhasil dikumpulkan total 1.529,264 kg sampah anorganik dengan rata-rata 80,48 kg per minggu. Partisipasi warga bersifat fluktuatif, namun terdapat kelompok core participants yang berkontribusi dominan terhadap total sampah terkumpul. Penerapan reward terbukti meningkatkan motivasi dan volume pengumpulan sampah, meskipun hubungan antara jumlah partisipan dan volume sampah tidak sepenuhnya linier. Program ini tidak hanya mampu mengalihkan lebih dari 1,5 ton sampah anorganik dari potensi pembuangan ke lingkungan, tetapi juga memperkuat literasi lingkungan, modal sosial, dan budaya pemilahan sampah di tingkat komunitas. Pendekatan PAR yang partisipatif, terstruktur, dan didukung kemitraan profesional dinilai efektif sebagai model pengelolaan sampah anorganik berkelanjutan di kawasan permukiman.