Analisis Spasial Tingkat Kerawanan Banjir Akibat Perubahan Tata Guna Lahan Di Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor

Authors

  • Yanwar Isti Antono Universitas terbuka
  • Mega Kusuma Dewi Universitas Terbuka

DOI:

https://doi.org/10.33830/Reksabumi.v5i2.14499.2026

Keywords:

disaster, flood, vulnerability, GIS, land use, Klapanunggal, Bogor

Abstract

Klapanunggal District in Bogor Regency has experienced rapid development in the organizational and industrial sectors, which has driven changes in land use from agriculture to built-up areas. These changes reduce soil infiltration capacity and increase surface runoff, which is exacerbated by high rainfall and the dominance of gentle slopes, thus increasing the risk of flooding. This study aims to map the distribution of flood-prone areas, classify their vulnerability levels, and identify the dominant factors influencing these vulnerabilities. The analysis was conducted using a Geographic Information System-based approach with weighting and overlay methods for six main parameters: land use, slope gradient, elevation, soil type, rainfall, and river density. The data used included DEMNAS for topographic information as well as thematic spatial data and rainfall. The results show that the level of flood vulnerability in Klapanunggal District is divided into five classes: very low (12.04%), low (26.78%), moderate (24.84%), high (24.35%), and very high (12.00%). Areas with high to very high flood risk are located in Cikahuripan, Bojong, Kembangkuning, Bantarjati, and Lulut villages. Flood risk is significantly influenced by a combination of built-up land use, land topography, low elevation, high rainfall, and soil types with low infiltration capacity. These results have been validated with flood event data from the Regional Disaster Management Agency and indicate a good level of well-being. This research contributes to spatial flood risk mapping at a more detailed scale, which can be used as a basis for determining risk zones and controlling spatial use more precisely in regional planning.

References

Aisyah, S., Arisanty, D., & Adyatma, S. (2021). Tingkat kerentanan bencana banjir di Kecamatan Martapura. JPG (Jurnal Pendidikan Geografi), 7(2), 1–10. https://doi.org/10.20527/jpg.v7i2.7780

Ardiansyah, A., Budi, F. I., Fadillah, Z. H., Ahmad, I. I., & Safitri, D. A. (2024). Analisis kerawanan banjir Kabupaten Bandung menggunakan ArcGIS. Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sipil, 2(2), 139–150. https://doi.org/10.61132/konstruksi.v2i2.273

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. (2020). Klasifikasi curah hujan di Indonesia. Jakarta: BMKG.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2023). Risiko bencana Indonesia (RBI) tahun 2023. Jakarta: BNPB.

Darmawan, M., & Theml, S. (2008). Katalog metodologi penyusunan peta geohazard dengan GIS. Aceh: Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD.

Fadilah, N., Arsyad, U., & Soma, A. S. (2019). Analisis tingkat kerawanan tanah longsor menggunakan metode frekuensi rasio di daerah aliran Sungai Bialo. Perennial, 15(1), 42–50. https://doi.org/10.24259/perennial.v15i1.6317

Fauzi, R. A. (2020). Analisis tingkat kerawanan banjir Kota Bogor menggunakan metode overlay dan scoring berbasis sistem informasi geografis. Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan, 15(2), 87–97. https://doi.org/10.21831/gm.v20i2.48017

Fauzi, R. G. N., Utomo, D. H., & Taryana, D. (2018). Pengaruh perubahan penggunaan lahan terhadap debit puncak di sub DAS Penggung Kabupaten Jember. Jurnal Pendidikan Geografi, 23(1), 50-61.

Frizani, D. E., Nugraha, A. L., & Awaluddin, M. (2021). Pengembangan WebGIS untuk informasi kerentanan terhadap ancaman banjir. Jurnal Geodesi Undip, 10(2), 11–18. https://doi.org/10.14710/jgundip.2021.30629

Listyani, R. A. (2019). Criticise of Van Zuidam classification: A purpose of landform unit. Prosiding Nasional Rekayasa Teknologi Industri dan Informasi XIV.

Lesmanawati, F., & Fardani, I. (2022). Studi identifikasi tingkat risiko bencana banjir di Kecamatan Pamanukan Kabupaten Subang. Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota, 2(1), 41–52. https://doi.org/10.29313/jrpwk.v2i1.758

Madani, I., Bachri, S., & Aldiansyah, S. (2022). Pemetaan kerawanan banjir di daerah aliran sungai (DAS) Bendo Kabupaten Banyuwangi berbasis sistem informasi geografis. Jurnal Geosaintek, 8(2), 192–199. https://doi.org/10.12962/j25023659.v8i2.11907

Nugraha, A. L. (2018). Peningkatan akurasi dan presisi analisa spasial pemodelan banjir Kota Semarang menggunakan kombinasi sistem informasi geografis dan metode logika fuzzy. Teknik, 39(1), 16–24. https://doi.org/10.14710/teknik.v39i1.16524

Nugroho, D. A., & Handayani, W. (2021). Kajian faktor penyebab banjir dalam perspektif wilayah sungai: Pembelajaran dari sub sistem drainase Sungai Beringin. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota, 17(2), 119–136. https://doi.org/10.14710/pwk.v17i2.33912

Permatasari, R., Arwin., & Natakusumah, D. K. (2017). Pengaruh perubahan penggunaan lahan terhadap rezim hidrologi DAS (studi kasus: DAS Komering). Jurnal Teknik Sipil, 24(1), 91-98. https://doi.org/10.5614/jts.2017.24.1.11

Ramadhani, D. A., Susetyo, B., Kamilah, N., & Primasari, D. (2025). Analisis indeks risiko bencana alam di wilayah Kabupaten Bogor berbasis WebGIS. Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika, 9(5), 8443–8450. https://doi.org/10.36040/jati.v9i5.14955

Sugianto, S. (2022). Analisis Risiko Bencana Banjir Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang. Prosiding FTSP, 4(2), 383–390.

Syawal, W. D., Sideng, U., & Arfan, A. (2025). Analisis spasial kerentanan fisik bencana banjir menggunakan metode overlay. Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi, 10(2), 168–181. https://doi.org/10.36709/jppg.v10i2.448

Warsilan, W. (2019). Dampak perubahan guna lahan terhadap kemampuan resapan air (kasus: Kota Samarinda). Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota, 15(1), 70–82. https://doi.org/10.14710/pwk.v15i1.20713

Yulistiani, & Widjanarko (2013). Pengaruh perubahan guna lahan terhadap pelayanan drainase di kawasan sekitar kampus UNDIP Tembalang. Jurnal Teknik PWK, 2(3), 69-677.

Downloads

Published

2026-08-31

How to Cite

Antono, Y. I., & Mega Kusuma Dewi. (2026). Analisis Spasial Tingkat Kerawanan Banjir Akibat Perubahan Tata Guna Lahan Di Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor. Jurnal Reksabumi: Journal of Urban, Regional and Environmental Planning, 5(2), 165–182. https://doi.org/10.33830/Reksabumi.v5i2.14499.2026