Analisis Zonasi Permukiman Terhadap Risiko Longsor dan Banjir Hidrometeorologi Desa Sembalun Lawang, Gunung Rinjani
DOI:
https://doi.org/10.33830/Reksabumi.v5i2.14571.2026Kata Kunci:
analisis geospasial, zonasi permukiman, perencanaan ruang berbasis risiko, banjir hidrometeorologi, Gunung RinjaniAbstrak
Desa Sembalun Lawang merupakan kawasan dataran tinggi di lereng Gunung Rinjani yang rentan terhadap longsor dan banjir hidrometeorologi akibat karakteristik lereng curam, material vulkanik muda, serta curah hujan tahunan tinggi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kesesuaian zonasi permukiman terhadap risiko longsor dan banjir hidrometeorologi berbasis analisis geospasial. Data yang digunakan meliputi DEMNAS resolusi 8 meter, RBI skala 1:25.000, penggunaan lahan tahun 2023, curah hujan periode 2015–2024, interpretasi citra Sentinel-2, serta verifikasi lapangan pada 10 titik sampel. Analisis dilakukan melalui klasifikasi kemiringan lereng, akumulasi aliran permukaan, distribusi permukiman aktual, dan overlay spasial untuk menghasilkan rekomendasi zonasi permukiman berbasis multi-risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa curah hujan tahunan di wilayah penelitian berkisar 3.000–4.000 mm/tahun, dengan 55% kawasan melebihi 4.000 mm/tahun. Permukiman aktual terkonsentrasi pada dataran bawah dengan kemiringan <15% yang relatif stabil secara geomorfologi, tetapi berfungsi sebagai zona akumulasi limpasan permukaan. Sebaliknya, sebagian zona permukiman rencana berada pada lereng >25% yang memiliki potensi ketidakstabilan lebih tinggi. Hasil zonasi akhir menunjukkan bahwa zona keamanan tinggi/zona rekomendasi mencakup 1.085,58 ha atau 24,68%, zona keamanan sedang/zona bersyarat mencakup 934,62 ha atau 21,25%, sedangkan zona keamanan rendah/zona pengendalian mendominasi seluas 2.378,77 ha atau 54,07% dari wilayah penelitian. Temuan ini menegaskan perlunya evaluasi zonasi permukiman berbasis risk-informed spatial planning dengan mengintegrasikan kestabilan lereng dan dinamika limpasan permukaan untuk mendukung pengembangan permukiman yang lebih aman, adaptif, dan berkelanjutan.
Referensi
AbdelRahman, M. A. E., Saleh, A. M., & Arafat, S. M. (2022). Assessment of land suitability using a soil-indicator-based approach in a geomatics environment. Scientific Reports, 12(1), 18113. https://doi.org/10.1038/s41598-022-22727-7
Alshammari, E., Rahman, A. A., Rainis, R., Seri, N. A., & Fuzi, N. F. A. (2023). The impacts of land use changes in urban hydrology, runoff and flooding: A review. Current Urban Studies, 11(01), 120–141. https://doi.org/10.4236/cus.2023.111007
Ambarwulan, W., Nahib, I., Widiatmaka, W., Dewi, R. S., Munajati, S. L., Suwarno, Y., Sutrisno, D., & Suprajaka, S. (2022). Delineating suitable site for settlement in potential earthquake vulnerable areas using spatial multi-criteria decision analysis in the Sukabumi regency, Indonesia. Journal of Water and Land Development, 53, 10–21. https://doi.org/10.24425/jwld.2022.140775
Anusha, B. N., Babu, K. R., Kumar, B. P., Sree, P. P., Veeraswamy, G., Swarnapriya, Ch., & Rajasekhar, M. (2023). Integrated studies for land suitability analysis towards sustainable agricultural development in semi-arid regions of AP, India. Geosystems and Geoenvironment, 2(2), 100131. https://doi.org/10.1016/j.geogeo.2022.100131
Cotler, H., Cram, S., Prado, B., Peña, V., & Lucio, L. (2024). Soil ecosystem services in urban parks as a basis for better urban planning: The case of Mexico City. Spanish Journal of Soil Science, 14, 13398. https://doi.org/10.3389/sjss.2024.13398
Djamaluddin, J., Zubair, H., Dariati, T., Demmalino, E. B., Iswoyo, H., & Arif, S. (2025). Urban landscape and surface runoff management: A review. Engineering, Technology & Applied Science Research, 15(6), 30501–30507. https://doi.org/10.48084/etasr.14979
Ermolieva, T., Havlik, P., Frank, S., Kahil, T., Balkovic, J., Skalsky, R., Ermoliev, Y., Knopov, P. S., Borodina, O. M., & Gorbachuk, V. M. (2022). A risk-informed decision-making framework for climate change adaptation through robust land use and irrigation planning. Sustainability, 14(3), 1430. https://doi.org/10.3390/su14031430
Gupta, S., Su, Z., Boers, N., Kurths, J., Marwan, N., & Pappenberger, F. (2023). Interconnection between the Indian and the East Asian summer monsoon: Spatial synchronization patterns of extreme rainfall events. International Journal of Climatology, 43(2), 1034–1049. https://doi.org/10.1002/joc.7861
Herni, H., Boceng, A., & Robbo, A. (2022). Identifikasi daerah rawan longsor dengan menggunakan sistem informasi geografis di Kecamatan Mangkutana Kabupaten Luwu Timur. AGrotekMAS Jurnal Indonesia: Jurnal Ilmu Peranian, 3(1), 30–40. https://doi.org/10.33096/agrotekmas.v3i1.199
Khodaei, H., Nasiri Saleh, F., Nobakht Dalir, A., & Zarei, E. (2025). Future flood susceptibility mapping under climate and land use change. Scientific Reports, 15(1), 12394. https://doi.org/10.1038/s41598-025-97008-0
Le, X.-H., Koyama, N., & Yamada, T. (2026). Impacts of elevation bias and topographic uncertainty on flood modeling: model robustness and floodplain sensitivity mapping in a lowland River Basin. Journal of Hydrology, 666, 134832. https://doi.org/10.1016/j.jhydrol.2025.134832
Maulidasih, B. T., Bustan, B., & Sukartono, S. (2022). Identifikasi potensi longsor berbasis sistem informasi geografis di Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur. Journal of Soil Quality and Management, 1(1), 35–45. https://doi.org/10.29303/jsqm.v1i1.13
McDermott, R., Sagala, S., Susetyo, N. A., Insan, A., Harahap, W. D. P., Indrarini, A., & Azhari, D. (2025). The role of digital participation platforms in risk-informed development: A case study of Surabaya, Indonesia. Progress in Disaster Science, 26, 100430. https://doi.org/10.1016/j.pdisas.2025.100430
Mohammed, Z. T., Hussein, L. Y., & Abood, M. H. (2024). Potential flood hazard mapping based on GIS and analytical hierarchy process. Journal of Water Management Modeling, 32. https://doi.org/10.14796/JWMM.C528
Paul, S., & Rakshit, A. (2022). Classification and functional characteristics of urban soil. In Soils in Urban Ecosystem (pp. 11–23). Springer Singapore. https://doi.org/10.1007/978-981-16-8914-7_2
Peker, İ. B., Gülbaz, S., Demir, V., Orhan, O., & Beden, N. (2024). Integration of HEC-RAS and HEC-HMS with GIS in 10.3390/su16031226. Sustainability, 16(3), 1226. https://doi.org/10.3390/su16031226
Purwono, R., & Mustika, L. (2020). Kajian kondisi lanskap pegunungan. Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan Dan Arsitektur, 9(1), 59–69.
Ramadan, M. S., Almurshidi, A. H., Razali, S. F. M., Ramadan, E., Tariq, A., Bridi, R. M., Rahman, M. A., Albedwawi, S., Alshamsi, M., Alshamisi, M., Alrashdi, S., Alnaqbi, S., Alhammadi, H., & Al Hosani, N. (2025). Spatial decision-making for urban flood vulnerability: A geomatics approach applied to Al-Ain City, UAE. Urban Climate, 59(3), 102297. https://doi.org/10.1016/j.uclim.2025.102297
Ramadhan, A., & Muhamad Kurniawan. (2021). Evaluasi pengembangan tata ruang wilayah terhadap bencana tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Jurnal Geografi, Edukasi Dan Lingkungan (JGEL), 5(2), 73–83. https://doi.org/10.22236/jgel.v5i2.7019
Rohiani, A. (2021). Perencanaan penataan ruang desa berbasis potensi desa sebagai kendali pembangunan desa yang terarah dan berkelanjutan. Journal of Regional and Rural Development Planning, 5(1), 15–27. https://doi.org/10.29244/jp2wd.2021.5.1.15-27
Shevchenko, V., Lukashevich, A., Taniushkina, D., Bulkin, A., Grinis, R., Kovalev, K., Narozhnaia, V., Sotiriadi, N., Krenke, A., & Maximov, Y. (2024). Climate change impact on agricultural land suitability: An interpretable machine learning-based eurasia case study. IEEE Access, 12, 15748–15763. https://doi.org/10.1109/ACCESS.2024.3358865
Umar, Y. P., Lestari, T. F. I., & Anugroho, F. (2025). Analisis penggunaan lahan pada tingkat rawan bencana erosi berbasis di Taman Nasional Gunung Rinjani Nusa Tenggara Barat. Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis Dan Biosistem, 12(3), 226–240.
Wa Ode Annisha Munasari, & Guntur Bagus Pamungkas. (2025). Bridging hydrology and environmental geography in disaster rehabilitation. Proceeding International Seminar of Science and Technology, 139–146. https://doi.org/10.33830/isst.v4i1.5243
Yang, L., Yang, Y., Shen, Y., Yang, J., Zheng, G., Smith, J., & Niyogi, D. (2024). Urban development pattern’s influence on extreme rainfall occurrences. Nature Communications, 15(1), 3997. https://doi.org/10.1038/s41467-024-48533-5
Ye, S., Liu, L., Li, J., Pan, H., Li, W., & Ran, Q. (2023). From rainfall to runoff: The role of soil moisture in a mountainous catchment. Journal of Hydrology, 625, 130060. https://doi.org/10.1016/j.jhydrol.2023.130060
Zhou, Q., Su, J., Arnbjerg-Nielsen, K., Ren, Y., Luo, J., Ye, Z., & Feng, J. (2021). A GIS-based hydrological modeling approach for rapid urban flood hazard assessment. Water, 13(11), 1483. https://doi.org/10.3390/w13111483
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Wa Ode Annisha Munasari, Guntur Bagus Pamungkas

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



