Main Article Content

  • Susilawati Susilawati
    Institut Pertanian Bogor
  • Susi Sulistiana
    Universitas Terbuka

Abstract

Banana is a tropical Indonesian fruit that its cultivation is supported by the Government of Indonesia. Ampyang banana is one of popular and widely consumed banana. Availability of quality seedling is a challenge for Ampyang banana farmer. In vitro multiplication of Ampyang banana is a promising alternative method of breeding. However, fast growth of Ampyang banana in in vitro culture is an obstacle in subculture periode. Paclobutrazol is a compound that can impede giberellin synthesis and reduce vegetative growth in plants. The aim of the study is investigate different paclobutrazol concentration (2.5; 5; 7.5 ppm) to in vitro culture of  Ampyang banana during plantlet phase to reduce growth of the plantlet. Observation was conducted during 2-10 weeks after planting. The result showed that there was no signifincant difference of leaf number among various concentration of placobutrazol which was given during 10 weeksafter planting. Meanwhile, the lowest number of new roots was found in the 2.5 ppm paclobutrazol concentration during 4 to 10 weeks after planting. The shortest root was found in the 7.5 ppm paclobutrazol concentration from 4  to 8 after planting. The lowest plant height was in the group of 5 ppm of placobutrazol concentration.


Pisang merupakan komoditas buah tropika unggulan Indonesia yang pengembangannya didukung oleh pemerintah Indonesia. Pisang Ampyang merupakan salah satu pisang yang banyak digemari dan dikonsumsi. Ketersediaan bibit berkualitas merupakan salah satu tantangan bagi petani pisang Ampyang dalam pemenuhan permintaan pasar. Perbanyakan pisang Ampyang secara in vitro menjadikan salah satu alternatif menjanjikan untuk ketersediaan bibit dipasaran. Namun pertumbuhan pisang Ampyang yang relatif cepat menjadi kendala di dalam kultur in vitro yang berdampak pada seringnya periode subkultur. Paclobutrazol adalah salah satu senyawa yang memiliki aktifitas dapat menghambat sintesis giberelin pada tanaman dan mampu mengurangi pertumbuhan vegetatif pada tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah pemberian berbagai konsentrasi paclobutrazol (2,5 ppm; 5 ppm; 7,5 ppm) terhadap kultur in vitro pisang Ampyang pada fase planlet untuk menekan pertumbuhan planlet pisang Ampyang. Pengamatan dilakukan mulai 2-10 minggu setelah tanam (MST). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada jumlah daun tidak terdapat perbedaan yang nyata antar konsentrasi peclobutrazol yang diberikan selama 10 MST. Pada peubah pengamatan jumlah akar baru terendah terdapat pada konsentrasi 2,5 ppm pada 4 MST hingga 8 MST. Panjang akar menunjukkan akar terpendek terdapat pada 7,5 ppm dari 4 MST hingga 8 MST. Tinggi tanaman terendah terdapat pada pemberian paclobutrazol pada konsentrasi 5 ppm.

Keywords

banana, paclobutrazol, pisang, planlet

References

Handini, A.S. (2012). Pengaruh pemberian paclobutrazol pada terhadap pertumbuhan planlet anggrek Dendrobium lasianthera pada tahap aklimatisasi. Skripsi. IPB. Bogor.

Harjadi, S.S. (2009). Zat pengatur tumbuh. Jakarta: Penebar Sawadaya. 76 hal.

Hazarika, B.N. (2003). Acclimatization of tissue cultured plants.Current Science 85(12):1704-1712.

Indrayanti, R. (2012). Resistensi pisang Ampyang (Musa acuminate, AAA, subgroup non-Cavendish) terhadap Fusarium oxysporum f.sp. cubense hasil mutasi induksi dan seleksi in vitro. Disertasi. IPB. Bogor.

Prahandini P.E.R., Yuniarti, & Krismawati, A. (2010). Karakterisasi varietas unggul pisang mas Kirana dan Agung Semeru di Kabupaten Lumajang. Buletin Plasma Nutfah 16 (2): 126-133.

Purnomo & Prahandini,(1991). Pengaruh saat aklimatisasi dan konsentrasi paclobutrazol selama dua musim panen apel (Malus syvestris Mill). Jurnal Hortikultura. 1(2): 58-68.

Syahid, S. F. (2007). Pengaruh retardan paclobutazol terhadap pertumbuhan temu lawak (Curcuma xanthorrizha) selama konservasi in vitro. Jurnal Littri 13(3), September 2007: 93 - 97.

Wattimena, G. A. (1988). Zat pengatur tumbuh tanaman. Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman. Bogor: PAU IPB.

Widaryanto, E., M. Baskoro, & A. Suryanto. (2011). Aplikasi paclobutrazol pada tanaman bunga matahari (Helianthus annus. cv. Teddy Bear) sebagai upaya menciptakan tanaman hias pot.Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Makalah dalam seminar Ilmiah Tahunan Hortikultura Perhimpunan Hortikultura Indonesia (Perhorti) Lembang, 23-24 November 2011.

Yelnititis & N. Bermawie. (2001). Konservasi tanaman lada (Piper nigrum L.) secara in vitro.Jurnal Littri 7(3): 88-92.

Article Sidebar

Published Mar 16, 2018
How to Cite
SUSILAWATI, Susilawati; SULISTIANA, Susi. EFEKTIFITAS KONSENTRASI PACLOBUTRAZOL PADA PISANG CV. AMPYANG SECARA IN VITRO. Jurnal Matematika Sains dan Teknologi, [S.l.], v. 19, n. 1, p. 1-7, mar. 2018. ISSN 2442-9147. Available at: <http://jurnal.ut.ac.id/index.php/JMST/article/view/608>. Date accessed: 20 june 2018.
Section
Articles