Analisis Semiotika Roland Barthes pada Film "Jumbo"

Penulis

  • Prabaningtyas Raras Rinukti Asmoro Universitas Terbuka
  • Irla Yulia

DOI:

https://doi.org/10.33830/communicatio.v1i2.13218

Kata Kunci:

Film Jumbo, Mitos Sosial, Roland Barthes, Semiotika

Abstrak

Film “Jumbo” (2025) menceritakan tentang Don, seorang anak yang dijuluki Jumbo karena tubuhnya yang besar dan menjadi korban perundungan, hingga ia menemukan pengharapan dalam perjumpaannya dengan Meri, peri kecil yang menuntunnya pada petualangan emosional. Selain sebagai hiburan semata, film “Jumbo” turut menyuarakan persoalan sosial yang dekat dengan masyarakat Indonesia melalui unsur-unsur visual atau tanda-tanda semiotik yang muncul. Oleh karena itu, kerangka semiotika Roland Barthes digunakan pada penelitian ini sebagai dasar analisis untuk menguraikan makna dan struktur tanda-tanda visual dalam film secara denotasi, konotasi, dan mitos. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui metode analisis isi (content analysis) yang memfokuskan pada adegan-adegan visual yang menunjukkan representasi sosial dan budaya. Penelitian ini menemukan bahwa film “Jumbo” mengandung muatan budaya yang kompleks dan kaya akan nilai-nilai sosial yang relevan dengan konteks kehidupan masyarakat Indonesia sekaligus menjadi media yang efektif untuk menyampaikan pesan moral dan nilai-nilai kultural kepada penonton secara tidak langsung, melalui pendekatan visual yang imajinatif dan narasi yang humanis.

Referensi

Andini, P.W., Amirudin, & Purnomo, M.H. (2019). Bullying sebagai arena kontestasi kekuasaan di kalangan siswa SMA Jakarta. Jurnal Endogami, 2(2).

Ashid, N. (2016). Semiotika untuk Teater, Tari Wayang Purwa, dan Film. Yogyakarta: Gigih Pustaka Mandiri.

Barthes, R. (1957). Mythologies. Paris: Éditions du Seuil.

Fatimah. (2020). Semiotika dalam Kajian Iklan Layanan Masyarakat. Kab. Gowa: Talassa Media.

Faturochman. (2018). Iri dalam relasi sosial. Jurnal Psikologi, 33(1), 1–16.

Febriansyah, D.R. & Yuningsih, Y. (2022). Fenomena perilaku bullying sebagai bentuk kenakalan remaja di SMK-TI Pembangunan Cimahi. Lindayasos: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(1).

Griffin, E. M. (2012). A First Look at Communication Theory (8th ed.). New York: McGraw-Hill.

Haryani, R. I., Dimyati, & Fauziah, P. Y. (2022). Peranan pengasuhan kakek dan nenek terhadap perilaku prososial anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(1), 173–181.

Haryoko, S., dkk. (2020). Analisis Data Penelitian Kualitatif (Konsep, Teknik & Prosedur Analisis). Makassar: Badan Penerbit Universitas Negeri Makassar.

Hidayat, D., Christin, M., & Nur’aeni. (2022). Teori Komunikasi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Huda, A. S., Nafsika, S. S., & Salman. (2023). Film sebagai media dalam mengubah cara pandang manusia dalam prinsip kemanusiaan. Jurnal Seni dan Desain UPI, 5(1), 9–16.

Kountur, R. (2009). Metode Penelitian untuk Penulisan Skripsi dan Tesis. Jakarta: PPM.

Littlejohn, S. W., & Foss, K. A. (2009). Encyclopedia of Communication Theory. USA: Sage Publications, Inc.

Miftahul Jannah, & Satwika, Y. W. (2021). Pengalaman krisis identitas pada remaja yang mendapatkan kekerasan dari orangtuanya. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 8(2).

Mudjiono, Y. (2011, April). Kajian semiotika dalam film. Jurnal Ilmu Komunikasi, Vol. 1, No. 1, Halaman 128.

Nisa, I. (2014). Analisis Semiotika Pesan Moral dalam Film Jokowi [Skripsi]. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Nugroho, D., Fauziah, E., Nugraha, B. A., Miranda, H. F., & Lathifah, H. (2024). Mengurai etika sosial berbagi nasi: Konsep, nilai, dan dampaknya dalam masyarakat. Jurnal Ilmiah Research Student, 1(3), 250–260.

Nugroho, D., Kurnia, A. A., Faizal, D. M., Alam, G. C., & Prasetya, J. F. (2024). Tetap elok di bawah cahaya etika: Sebuah tinjauan terhadap kebaikan dan berbagi nasi. Triwikrama: Jurnal Multidisiplin Ilmu Sosial, 3(1), 1–8.

Prasetyani, R. P., & Rahayu, M. N. M. (2024). Empati terhadap hewan: Studi kuantitatif para pelaku volunteer kesejahteraan hewan di Indonesia. Jurnal Psikologi Sains dan Profesi, 8(3), 259–268.

Prawening, C., & Aprida, A. L. M. (2021). Etno parenting dalam tradisi keluarga: Studi kasus keluarga Samsul Hidayat. Proceedings of the 5th Annual Conference on Islamic Early Childhood Education, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. e-ISSN: 2548-4516.

Pratiwi, I. W. D., & Kuncorowati, D. (2021). Representasi simbol dalam kumpulan cerita kisah tanah jawa karya Mada Zidan dan Bonaventura D. Genta. Jurnal Pendidikan Dewantara, 7(2), 87–95.

Reskiani, P.G., Resmawan, E., & Nurliah. (2021). Representasi bullying di dalam film IT. eJournal Ilmu Komunikasi, 9(2), 84–93.

Ruaidah, N., Husna, N., & Zulhendri. (2023). Pengaruh teman sebaya terhadap psikososial remaja. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia, 2(2), 146–152.

Shalihah, M. (2010). Analisis kemampuan empati anak usia 5–6 tahun (Literature review). Jurnal PAUD Agapedia, 4(2), 285–299.

Soewardjo, A. A., & Noviana, E. (2024). Perancangan buku bunga melati dalam budaya tradisi jawa sebagai media edukasi untuk dewasa muda umur 20–24 tahun. Reka Makna: Jurnal Komunikasi Visual, 4(1)

Sudarto, A. D., Senduk, J., & Rembang, M. (2015). Analisis semiotika film. Acta Diurna, 4(1).

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-29

Cara Mengutip

Asmoro, P. R. R., & Yulia, I. (2025). Analisis Semiotika Roland Barthes pada Film "Jumbo". Communicatio, 1(2), 96–109. https://doi.org/10.33830/communicatio.v1i2.13218

Terbitan

Bagian

Articles