Wacana Kelas Sosial pada Film Pendek Kuyup dalam Kanal YouTube GJLS Entertainment: Analisis Wacana Kritis

Penulis

  • Rizky Maulana Isyak Universitas Terbuka
  • Stefani Koesanto

Kata Kunci:

conflict, cultivation, discourse analysis, Kuyup Movie

Abstrak

Keadilan sosial masuk dalam salah satu poin dasar negara Indonesia. Namun, nyatanya di Indonesia masih banyak ketimpangan sosial yang terjadi. Hal ini dapat digambarkan melalui sebuah film yang merupakan sebuah media massa. Salah satunya adalah film pendek yang berjudul “Kuyup” karya GJLS Entertainment yang menceritakan perjuangan kelas bawah agar dapat mengakses pendidikan saat pandemi. Penelitian ini bertujuan  untuk  menganalisis  kelas sosial  yang digambarkan dalam film tersebut dan melihat pengaruh jangka panjang representasi media terhadap penonton film tersebut. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis Norman Fairclough. Teori utama yang digunakan untuk menganalisis data adalah teori kultivasi dari George Garbner dan menggunakan teori konflik dari Karl Marx sebagai teori pendukung untuk membahas dari sisi kelas sosial. Hasil temuan menunjukkan bahwa film “Kuyup” membentuk wacana kelas sosial melalui adegan-adegannya, dan dapat mengultivasi penonton dalam menumbuhkan empati serta perubahan sikap terhadap kelas sosial bawah.

Referensi

Andrall. (2020). Review Film Pendek Kuyup: Nggak Cuma Kocak, Film Ini Relate Banget dengan Kehidupan Kita. Respek!. Diakses dari https://www.hipwee.com/hiburan/review- film-pendek-kuyup/

Anggriani, S., Husna, A., Juliani, R., & Fahrimal, Y. (2022). Pengaruh terpaan video beauty vlogger pada kanal YouTube Tasya Farasya terhadap perilaku merias wajah mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Teuku Umar. Publish: Basic and Applied Research Publication on Communications, 1(2), 111-123. https://doi.org/10.35814/publish.v1i2.4098

Arif Alfiansyah. (2020). GJLS Short Movie - Kuyup | Rigen, Rispo, & Hifdzi Kesetrum Ngakak. [Video]. YouTube. Diakses dari https://www.youtube.com/watch?v=xshLY8Cf_og

Cine Crib. (2020). Review KUYUP yang Berhasil Memukul Telak Semua Film Pendek yang Rilis Ketika Pandemi. [Video]. YouTube. Diakses dari https://www.youtube.com/watch?v=U7BrD2IQzWM

GJLS Entertainment. (2020). Short Movie – KUYUP (2020). [Video]. YouTube. Diakses dari https://www.youtube.com/watch?v=vD5Pvzt8KS0

Harsono, E. (2025). Prioritas Kemendikdasmen Tahun 2025, Pemerataan Akses Layanan Pendidikan Melalui Wajib Belajar 13 Tahun. Diakses dari https://paudpedia.kemendikdasmen.go.id/berita/prioritas-kemendikdasmen-tahun-2025-pemerataan-akses-layanan-pendidikan-melalui-wajib-belajar-13-tahun?do=MjIyOC1jZjM4NDllYw==&ix=MTEtYmJkNjQ3YzA=#:~:text=Untuk%20tahun%202025%2C%20Kemendikdasmen%20memprioritaskan,kualitas%20sarana%20dan%20prasarana%20pendidikan

Haryati. (2021). Membaca Film. Bintang Pustaka Madani.

Martha, E., & Kresno, S. (2016). Metodologi Penelitian Kualitatif. RajaGrafindo Persada. Marzuki, I. (2023). Analisis Wacana Kritis (Teori dan Praktik). UNIMUDAPress.

Masaoy, R. N. & Ramdhan, A. F. (2024). Kultivasi Di Era Digital: Studi Kasus Pada Anak- anak yang Gemar Menonton Film Horor di Cijati Majalengka. JUMASH (Jurnal Mahasiswa Sosial Humaniora), 1(1), 143-156. https://www.ejournal.unma.ac.id/index.php/jumash/article/view/11330

Miranti, A. & Sudiana, Y. (2021). Pelecehan Seksual pada Laki-laki dan Perspektif Masyarakat Terhadap Maskulinitas (Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough). Bricolage: Jurnal Magister Ilmu Komunikasi, 7(2), 261-276. http://dx.doi.org/10.30813/bricolage.v7i2.2809

Octavia, S & Belarminus, R. (2025). Potret Pendidikan di Indonesia, Rendahnya Jumlah Lulusan Pendidikan Tinggi hingga Kesulitan Baca Tulis. Diakses pada 15 Mei 2025, dari https://nasional.kompas.com/read/2025/03/05/10090581/potret-pendidikan-di-indonesia-rendahnya-jumlah-lulusan-pendidikan-tinggi?page=all

Pradita, L. E. (2023). Analisis Wacana Kritis dalam Karya Sastra: Relevansi dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Wawasan Ilmu.

Setyawati, S. P. (2020). Sampel dan Sampling. Nuta Media.

Sumartono & Sepnafahendry, R. (2021). Analisis Wacana Kritis Film Dokumenter “Sexy Killers” Karya Sutradara Dandhy Dwi Laksono. Jurnal Ilmu Komunikasi dan Bisnis, 6(2), 269-278. https://repo.unespadang.ac.id/id/eprint/409

Suparno, B. A. & Susilo, M. E. (2022). Teori Komunikasi untuk Penelitian. Suluh Media.

Wardani, D. H., Widiantari, M. M., & Sejati, V. A. (2023). Analisis Persepsi Perselingkuhan dan Pernikahan setelah Menonton Tayangan Film Drama Series “Layangan Putus” pada Remaja Kabupaten Bojonegoro. Indonesian Social Science Review, 1(1), 29–34. https://doi.org/10.61105/issr.v1i1.42

Wulansari, D. (2021). Media Massa dan Komunikasi. Mutiara Aksara.

Yamin, M. & Haryanto, A. (2021). Seri Teori Pembangunan Internasional; Teori Modernisasi dan Teori Konflik. Pustaka Ilmu.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-29

Cara Mengutip

Isyak, R. M., & Koesanto, S. (2025). Wacana Kelas Sosial pada Film Pendek Kuyup dalam Kanal YouTube GJLS Entertainment: Analisis Wacana Kritis. Communicatio, 1(2), 242–253. Diambil dari https://jurnal.ut.ac.id/index.php/communicatio/article/view/14020

Terbitan

Bagian

Articles