Kemampuan Ganggang Ceratophyllum demersum Sebagai Bioindikator Dan Fitoremediasi Terhadap Bahan Pencemar Air Deterjen

Authors

  • Nahidah Banin PT. Novell Pharmaceutical Laboratories
  • Desti Anggraeni Universitas Nusa Bangsa

DOI:

https://doi.org/10.33830/manilkara.v4i2.14332.2026

Keywords:

Ceratophyllum demersum, fitoremediator alami, kadar surfaktan, respon biologis

Abstract

Pencemaran air akibat limbah deterjen rumah tangga semakin meningkat dan berdampak negatif terhadap keseimbangan ekosistem perairan. Kandungan surfaktan yang terdaapat pada deterjen yaitu Linear Alkylbenzene Sulfonate (LAS) dapat menurunkan kadar oksigen terlarut serta menghambat pertumbuhan organisme akuatik. Salah satu upaya penanggulangan pencemaran dengan fitoremediasi menggunakan ganggang air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan Ceratophyllum demersum sebagai fitoremediasi sekaligus bioindikator pada air yang tercemar bahan deterjen. Ceratophyllum demersum dapat menunjukkan respon fisiologis terhadap air cemaran deterjen seperti perubahan warna, penurunan laju fitosintesis, dan penurunan biomassa tanaman. Air yang tercemar bahan deterjen mengalami penurunan kadar surfaktan anionik secara signifikan melalui proses penyerapan dan degradasi biologis oleh mikroorganisme epifitik yang berasosiasi dengan permukaan ganggang Ceratophyllum demersum. Berdasarkan kemampuan Ceratophyllum demersum, dapat berpotensi tinggi digunakan dalam sistem fitoremediasi alami dan indikator biologis awal terhadap pencemaran air deterjen di perairan.

References

Al-Enazi, M. S., Lazim, I. I., & Mohamed, S. J. (2022). Using Ceratophyllum demersum as a bioindicator for PAHs pollution in Hor Al-Azim, Southern Iraq. International Journal of Aquatic Biology, 10(2), 111–118.

Ali, S., Abbas, Z., Rizwan, M., Zaheer, I., Yavaş, İ., Ünay, A., Abdel-DAIM, M., Bin-Jumah, M., Hasanuzzaman, M., & Kalderis, D. (2020). Application of floating aquatic plants in phytoremediation of heavy metals polluted water: A Review. Sustainability, 12(5), 1927. https://doi.org/10.3390/su12051927

Apriyani, N. (2017). Penurunan kadar surfaktan dan sulfat dalam limbah laundry. Media Ilmiah Teknik Lingkungan, 2(1), 37–44. https://doi.org/10.33084/mitl.v2i1.132

Arora, J., Ranjan, A., Chauhan, A., Biswas, R., Rajput, V. D., Sushkova, S., Mandzhieva, S., Minkina, T., & Jindal, T. (2022). Surfactant pollution, an emerging threat to ecosystem: Approaches for effective bacterial degradation. Journal of Applied Microbiology, 133(3), 1229–1244. https://doi.org/10.1111/jam.15631

Basri, M., & Hamzah, A. (2016). Analisis kemampuan tanaman air dalam mereduksi bahan pencemar pada air limbah domestik. Jurnal Ilmu Lingkungan, 14(2), 75–84.

Cao, Z.-X., Jiang, X.-Y., Wang, X.-B., Tong, D.-L., & Pan, J. (2025). Effects of microplastics on the growth and physiology characteristics of Ceratophyllum demersum and Hydrilla verticillata. Huan Jing Ke Xue, 46(11), 6930–6939.

Chen, H., & Zheng, Y. (2025). A comprehensive review on the sources, environmental behavior, and degradation of alkylphenol ethoxylates and their metabolites in surface water and soils. Journal of Environmental Quality, 54(6), 1631–1652. https://doi.org/10.1002/jeq2.70059

Dutta, D., Gaur, N., Barman, P., Ghosh, D., Dubey, R., & Dwivedi, S. K. (2022). A Review on the degradation of ionic and non ionic surfactants in water. Defence Life Science Journal, 7(2), 103–117. https://doi.org/10.14429/dlsj.7.17309

Fitrianingsih, G., Adzillah, W. N., & Ratnawati, K. (2025). Evaluasi efisiensi adsorpsi chemical oxygen demand dan fosfat pada limbah laundry menggunakan karbon aktif tempurung kelapa. Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan, 16(2), 16–22.

Ghassani, R. N., & Titah, H. S. (2022). Kemampuan tanaman air dalam fitoremediasi limbah deterjen domestik menggunakan sistem batch. Jurnal Teknik ITS, 11(1), A35–A40.

Handayani, L. (2020). Pengaruh kandungan seterjen pada limbah rumah tangga terhadap kelangsungan hidup udang galah (Macrobracium rosenbergii). Sebatik, 24(1), 75–80. https://doi.org/10.46984/sebatik.v24i1.937

Kurniasih, T., & Nurhayati, E. (2020). Potensi tanaman air sebagai bioindikator kualitas perairan tercemar detergen. Jurnal Biologi dan Pembelajarannya, 7(1), 22–30.

Kustiyaningsih, E., & Irawanto, R. (2020). Pengukuran Total Dissolved Solid (TDS) dalam fitoremediasi deterjen dengan tumbuhan Sagittaria lancifolia. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, 7(1), 143–148. https://doi.org/10.21776/ub.jtsl.2020.007.1.18

Larasati, N. N., Wulandari, S. Y., Maslukah, L., Zainuri, M., & Kunarso, K. (2021). Kandungan pencemar detejen dan kualitas air di Perairan Muara Sungai Tapak, Semarang. Indonesian Journal of Oceanography, 3(1), 1–13. https://doi.org/10.14710/ijoce.v3i1.9470

Lestari, A. D. (2022). Pengaruh pencemaran limbah detergen terhadap ekosistem perairan. Jurnal Sains Indonesia (JSI), 3(1), 24–36.

Lupitasari, D., & Kusumaningtyas, V. A. (2020). Pengaruh cahaya dan suhu berdasarkan karakter fotosintesis Ceratophyllum demersum sebagai agen fitoremediasi. Jurnal Kartika Kimia, 3(1), 33–38. https://doi.org/10.26874/jkk.v3i1.53

Matesun, J., Petrik, L., Musvoto, E., Ayinde, W., & Ikumi, D. (2024). Limitations of wastewater treatment plants in removing trace anthropogenic biomarkers and future directions: A review. Ecotoxicology and Environmental Safety, 281, 116610. https://doi.org/10.1016/j.ecoenv.2024.116610

Mohammad, A. K., & Rahi, D. J. (2025). The role of Ceratophyllum demersum in heavy metal ‎adsorption: Analysis of mechanisms, efficiency, and ‎environmental impacts‏ ‏review. Journal of University of Babylon for Engineering Sciences, 33(2), 18–38.

Nugroho, H. W., & Hamidi, K. (2025). Reka cipta alat filtrasi alami menggunakan bahan recycle sebagai alat penyaring air limbah rumah tangga. Journal of Green Engineering for Sustainability, 1(1), 25–31.

Polechońska, L., Ciereszko, A., & Kozłowska, A. (2018). Bioindication and phytoremediation potential of aquatic plants in detergent-polluted water. Environmental Science and Pollution Research, 25(10), 9723–9733.

Putri, F. E. (2024). Penentuan kadar surfaktan pada sampel air permukaan dengan metode MBAS (Methylene Blue Active Substances) menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(2), 27899–27906.

Rinilam, A., Fatimura, M., Masriatini, R., & Fitriyanti, R. (2025). Pengolahan air limbah laundry untuk menurunkan parameter pencemar menggunakan metode foto-fenton. Jurnal Integrasi Proses, 14(1), 99–105. https://doi.org/10.62870/jip.v14i1.31271

Sahoo, A., Chhotaray, S. P., Meher, I., Behera, S. P., Pal, A., Meena, M., Swapnil, P., Yadav, A., & Bhardwaj, R. (2025). Phytoremediation for a sustainable future: Integrating plant based strategies in soil and wastewater remediation. Bioresource Technology Reports, 31, 102266. https://doi.org/10.1016/j.biteb.2025.102266

Salim Saraya Indonesia. (2025, March 18). (xyzonemedia.com) Happy kijang: deterjen ramah lingkungan, simbol kerja sama Indonesia dan Jepang. Salim Saraya Indonesia. https://www.salimsaraya.co.id/news/detail/xyzonemediacom-happy-kijang-deterjen-ramah-lingkungan-simbol-kerja-sama-indonesia-dan-jepang

Sari, D. A., Haeruddin, H., & Rudiyanti, S. (2017). Analisis beban pencemaran deterjen dan indeks kualitas air di Sungai Banjir kanal Barat, Semarang dan huungannya dengan kelimpahan fitoplankton. Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES), 5(4), 353–362. https://doi.org/10.14710/marj.v5i4.14635

Satria, A., Wicaksono, A., & Lestari, P. (2021). Efektivitas Hydrilla verticillata dalam menurunkan kandungan pencemar pada air limbah domestik. Jurnal Ilmu Lingkungan, 19(2), 234–242.

Sharma, M., Rawat, S., & Rautela, A. (2024). Phytoremediation in sustainable wastewater management: an eco-friendly review of current techniques and future prospects. AQUA — Water Infrastructure, Ecosystems and Society, 73(9), 1946–1975. https://doi.org/10.2166/aqua.2024.427

Sopia, N., Zalmita, N., Yulianti, F., & Furqan, M. A. (2025). Dampak pencemaran deterjen di Sungai Irigasi Kutatinggi akibat aktivitas manusia. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2), 22523–22531.

Sulaiman, A., Nilandita, W., & Suprayogi, D. (2023). Fitoremediasi memanfaatkan tanaman Coontail untuk menurunkan kadar timbal (Pb) menggunakan sistem batch. Jurnal Ilmiah Lingkungan Kebumian, 6(1), 9–18. https://doi.org/10.31315/jilk.v6i1.10190

Suryani, Y., Cahyanto, T., Sudjarwo, T., Panjaitan, D. V., Paujiah, E., & Jaenudin, M. (2017). Chromium phytoremediation of tannery wastewater using Ceratophyllum demersum L. (Coontail). Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education, 9(2), 233–239. https://doi.org/10.15294/biosaintifika.v9i2.8716

Syed, I., Fatima, H., Mohammed, A., & Siddiqui, M. A. (2018). Ceratophyllum demersum a free-floating aquatic plant: A review. Indian Journal of Pharmaceutical and Biological Research, 6(02), 10–17. https://doi.org/10.30750/ijpbr.6.2.3

Tamer, F. Z., Zaidi, H., Nasri, H., Lvova, L., Nouri, N., Sedrati, F., Amrani, A., Beldjoudi, N., & Li, X. (2025). Bioremediation of contaminated water: The potential of aquatic plants Ceratophyllum demersum and Pistia stratiotes against toxic bloom. Toxins, 17(10), 490. https://doi.org/10.3390/toxins17100490

Tang, Muh., & Dirawan, G. D. (2023). Pengaruh pengetahuan, sikap dan motivasi masyarakat terhadap perilaku penggunaan detergen. UNM Environmental Journals, 6(3), 1–10.

Downloads

Published

2026-02-05

How to Cite

Banin, N., & Anggraeni, D. (2026). Kemampuan Ganggang Ceratophyllum demersum Sebagai Bioindikator Dan Fitoremediasi Terhadap Bahan Pencemar Air Deterjen. MANILKARA: Journal of Bioscience, 4(2), 72–82. https://doi.org/10.33830/manilkara.v4i2.14332.2026

Issue

Section

Articles