Integrasi Teori Resiliensi dan Manajemen Bencana Pascabencana Besar di Kota Palu
DOI:
https://doi.org/10.33830/Reksabumi.v5i1.13939.2026Kata Kunci:
resiliensi, bencana, manajemenAbstrak
Kota Palu merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang berpotensi mengalami bencana gempa bumi dahsyat. Pada tanggal 28 September 2018, bencana dahsyat terjadi di Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong. Sebagai ibu kota Sulawesi Tengah, Kota Palu mengalami kerugian paling besar. Penduduk dan aktivitas ekonomi lumpuh saat bencana terjadi. Pascabencana dahsyat tersebut, Kota Palu melaksanakan program rehabilitasi. Jika dikaitkan dengan siklus penanggulangan bencana, Kota Palu berada pada tahap pascabencana, yaitu rehabilitasi dan rekonstruksi. Sistem penanggulangan bencana yang ada terdiri dari fase prabencana, saat bencana, dan pascabencana, yang belum terlaksana dengan baik di wilayah yang pernah terdampak bencana dahsyat. Siklus penanggulangan bencana harus ditingkatkan, terutama pelaksanaannya bagi wilayah yang terdampak bencana dahsyat. Siklus tersebut dapat diintegrasikan dengan teori resiliensi agar dalam tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi dapat mempersiapkan sistem untuk bangkit kembali dengan lebih baik. Resiliensi merupakan respon proaktif dan berkelanjutan terhadap wilayah yang pernah mengalami bencana dahsyat. Sistem tersebut harus memiliki sifat resilien untuk menghadapi bencana di masa mendatang dengan lebih baik daripada sebelumnya dan bangkit kembali dari dampak bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model rehabilitasi dan rekonstruksi dalam sistem penanggulangan bencana, khususnya untuk wilayah terdampak bencana besar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode komparatif. Penelitian ini membandingkan siklus penanggulangan bencana eksisting dengan integrasi siklus resiliensi-penanggulangan bencana. Penelitian ini bertujuan meningkatkan resiliensi Kota Palu dalam menghadapi bencana di masa yang akan datang. Hasil penelitian ini adalah mewujudkan sistem penanggulangan bencana yang lebih baik melalui teori resiliensi dan mengembangkan dimensi serta aspek siklus resiliensi-penanggulangan bencana.
Referensi
Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2021). Satu dekade data bencana indonesia 2011-2020.
Bosher, L., Chmutina, K., & van Niekerk, D. (2021). Stop going around in circles: towards a reconceptualisation of disaster risk management phases. Disaster Prevention and Management: An International Journal, 30(4/5), 525–537. https://doi.org/10.1108/DPM-03-2021-0071
Grover, H., Islam, T., & Slick, J. (2023). Case studies in disaster mitigation and prevention : disaster and emergency management (1st Edition). Butterworth-Heinemann.
Integrated Research on Disaster Risk. (2014). Issue brief: Disaster risk reduction and sustainable development.
Johnson, C., Lizarralde, G., & Davidson, C. H. (2006). A systems view of temporary housing projects in post‐disaster reconstruction. Construction Management and Economics, 24(4), 367–378. https://doi.org/10.1080/01446190600567977
Kammouh, O., Zamani Noori, A., Cimellaro, G. P., & Mahin, S. A. (2019). Resilience assessment of urban communities. ASCE-ASME Journal of Risk and Uncertainty in Engineering Systems, Part A: Civil Engineering, 5(1). https://doi.org/10.1061/AJRUA6.0001004
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2019). Investigasi Awal Longsor-Likuefaksi Geotechnical Extreme Events Reconnaissance (GEER) Akibat Gempa Palu 28 September 2018 (Cetakan Pertama). Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Lei, Y., Wang, J., Yue, Y., Zhou, H., & Yin, W. (2014). Rethinking the relationships of vulnerability, resilience, and adaptation from a disaster risk perspective. Natural Hazards, 70(1), 609–627. https://doi.org/10.1007/s11069-013-0831-7
Mannakkara, S., & Wilkinson, S. (2014). Re-conceptualising “Building Back Better” to improve post-disaster recovery. International Journal of Managing Projects in Business, 7(3), 327–341. https://doi.org/10.1108/IJMPB-10-2013-0054
Moench, M. (2009). Adapting to climate change and the risks associated with other natural hazards: Methods for moving from concepts to action. In The earthscan reader on adaptation to climate change (pp. 249–280). Earthscan.
Shaw, R. (2014). Post disaster recovery: Issues and challenges. In Disaster recovery (p. 1e13). Springer.
Twigger-Ross, C., Deeming, H., Brooks, K., & Forrest, S. (2014). Flood resilience community pathfinder evaluation: Rapid evidence assessment.
United Nations. (2015). Transforming our world: The 2030 agenda for sustainable development. Transforming Our World: The 2030 Agenda for Sustainable Development. https://sdgs.un.org/2030agenda
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Rizki Kirana Yuniartanti

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



