Implementasi Pencegahan Perkawinan Anak Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Nomor 5 Tahun 2021

Authors

  • Saparudin Efendi Universitas Bumigora Mataram
  • M Sofian Assaori Universitas Bumigora

DOI:

https://doi.org/10.33830/humaya.v5i2.13550

Keywords:

Implementation, Child Marriage, Regional Regulation

Abstract

This study examines the implementation of child marriage prevention based on Regional Regulation of West Nusa Tenggara Province No. 5 of 2021 as a regional legal instrument to strengthen child protection. Using normative legal research with a conceptual and statutory approach, the study analyzes primary, secondary, and tertiary legal materials through library research and descriptive qualitative analysis. The findings show that prevention strategies are carried out through two main pathways: judicial prevention via marriage dispensation as a judicial control and ultimum remedium, and community-based prevention through capacity building for children, supportive environments, improved access to services, regulatory and institutional strengthening, and stakeholder coordination. Supporting factors include the establishment of the Regional Regulation, village regulations, and the development of community-based child protection forums. However, implementation still faces challenges from cultural traditions of early marriage, economic constraints, and limited community understanding of child rights. The study concludes that the success of child marriage prevention in West Nusa Tenggara depends on regulatory synchronization, institutional reinforcement, active child participation, and multi-sector collaboration, accompanied by continuous efforts to change societal mindsets. These findings imply that comprehensive and consistent approaches are required to reduce child marriage rates and improve human resource quality in the region.

References

Adnyani, N. K. S. (2016). BENTUK PERKAWINAN MATRIARKI PADA MASYARAKAT HINDU BALI DITINJAU DARI PERSPEKTIF HUKUM ADAT DAN KESETARAAN GENDER. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora. https://doi.org/10.23887/jish-undiksha.v5i1.8284

Ahmad Viqi. (2025). Ada 143 Kasus Perkawinan Anak di NTB Selama 2025, Bima Paling Banyak. Detik.Com. https://www.detik.com/bali/nusra/d-7952389/ada-143-kasus-perkawinan-anak-di-ntb-selama-2025-bima-paling-banyak

Bimas Islam Abu Rokhmad. (2025). Angka Kawin Anak Terus Turun dalam Tiga T5ahun Terakhir. Kementrian Agama Republik Indonesia. https://kemenag.go.id/nasional/angka-kawin-anak-terus-turun-dalam-tiga-tahun-terakhir-Rghoq

Cholid Narkubo dan Abu Achmadi. (2003). Metodologi Penilitian. PT Bumi Aksara.

Hernawardi. (2021). Pertama di Indonesia, Perda Pencegahan Perkawinan Anak NTB. Gatracom. https://www.gatra.com/news-509334-hukum-pertama-di-indonesia-perda-pencegahan-perkawinan-anak-ntb-.html

Hilman. (2025). Peran Anak dalam Pembangunan: Membangun Masa Depan yang Berkelanjutan. Wargaupadayabogor. https://wargaupadayabogor.or.id/index.php/2024/02/23/peran-anak-dalam-pembangunan-membangun-masa-depan-yang-berkelanjutan/

i ketut Sudantra dan I Gusti Ngurah Dharma Laksana. (2019). Di Balik Prevalensi Perkawinan Usia Anak yang Menggelisahkan, Hukum Negara Versus Hukum Adat. IUS Kajian Hukum Dan Keadilan, 7(1).

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. (2021). Peraturan Daerah Provinsi NTB Nomor 5 Tahun 2021 tentang Pencegahan Perkawinan Anak. Paper Knowledge . Toward a Media History of Documents, 26.

Republik Indonesia. (2014). Undang - Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. UU Perlindungan Anak, 48.

Siti Khaeriyah, E. A. dan A. W. H. (2022). Dampak Pernikahan Dini (Studi Kasus Pada Tiga Orang yang mengalami Pernikahan Dini di Kecamatan Cikande). Jurnal Dan Bimbimbingan Konsling, 11(1), 20.

Sivitas. (2020). Menteri Bintang Minta Anak-Anak di Kawasan Wisata Terlindungi Dari Bahaya Eksploitasi Anak. Komdigi. https://www.komdigi.go.id/berita/pengumuman/detail/menteri-bintang-minta-anak-anak-di-kawasan-wisata-terlindungi-dari-bahaya-eksploitasi-anak

Soerjono Soekanto. (2012). Pengantar Penilitian Hukum. Universitas Indonesia Pers.

Tim Visi Yustisia. (2015). Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa dan Peraturan Terkait. In Visimedia.

Trya Adinda Hastanti. (2025). engenal Perbedaan Pendidikan Formal, Informal, dan Nonformal: Membuka Cakrawala Pembelajaran Sepanjang Hayat. PKBM Homescoling Bintang. https://homeschoolingbintang.sch.id/mengenal-perbedaan-pendidikan-formal-informal-dan-nonformal-membuka-cakrawala-pembelajaran-sepanjang-hayat/

Wadi. (2023). Perlunya Peran Keluarga untuk Cegah Perkawinan Anak. Tempo.Com. https://www.tempo.co/gaya-hidup/perlunya-peran-keluarga-untuk-cegah-perkawinan-anak-212983

Wikipedia. (2025). Konvensi Hak-hak Anak. Wikipedia Ensiklopedia Bebas. https://id.wikipedia.org/wiki/Konvensi_Hak-Hak_Anak

Yoshida, Y. H., Rachman, J. B., & Darmawan, W. B. (2023). Upaya Indonesia Dalam Mengatasi Pernikahan Anak Sebagai Implementasi Sustainable Development Goals (SDGs). Aliansi : Jurnal Politik, Keamanan Dan Hubungan Internasional, 1(3), 153. https://doi.org/10.24198/aliansi.v1i3.44202

Zainuddin Ali. (2021). Metode penelitian hukum. Sinar Grafika.

Downloads

Published

2026-01-27

How to Cite

Efendi, S., & Assaori, M. S. (2026). Implementasi Pencegahan Perkawinan Anak Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Nomor 5 Tahun 2021 . Jurnal Humaya: Jurnal Hukum, Humaniora, Masyarakat, Dan Budaya, 5(2), 166–177. https://doi.org/10.33830/humaya.v5i2.13550

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.