Fostering civic dispositions in the digital era 4.0 through local wisdom-based civic education

Authors

  • Chesa Syaqira Makmur Universitas Satya Terra Bhinneka

DOI:

https://doi.org/10.33830/jhce.v1i1.5760.

Keywords:

digital era 4.0., local wisdom, civic education learning, civic dispositions

Abstract

This study endeavours to scrutinize civic education grounded in indigenous wisdom to amplify civic dispositions in the era of digital 4.0. Through the prism of political integration, civic dispositions emerge as a pivotal constituent in propelling integrative conduct conducive to racial amalgamation and the amalgamation of the elite with the broader populace. The research methodology employed herein melds a comprehensive literature review with a qualitative descriptive approach. The findings of this inquiry proffer evidence that implementing civic education informed by indigenous wisdom can augment the civic dispositions of the nation's rising generation in the digital 4.0 epoch. Formulating citizenship resources and didactic materials founded on local knowledge elevates citizenship attitudes in the digital 4.0 milieu. The cultivation of exemplary civic character exerts a profound influence on good citizens. The cultivation of integrative societal behaviours holds the potential to culminate in the establishment of a potent national culture.

References

Adlini, M. N., Dinda, A. H., Yulinda, S., Chotimah, O., & Merliyana, S. J. (2022). Metode kualitatif studi pustaka. Jurnal Pendidikan, 6(1), 974-980.

Antariksa. (2009, August). Kearifan lokal dalam arsitektur perkotaan dan lingkungan binaan. In Prosiding Seminar Nasional Kearifan Lokal (Local Wisdom) dalam Perencanaan dan Perancangan Lingkungan Binaan Jurusan Arsitektur Universitas Merdeka, Malang, Group Konservasi Arsitektur Kota.

Batubara, A., & Darmawan, C. (2017). Revitalisasi paradigma konservatif pendidikan demokrasi pada PKn dengan inovasi media pembelajaran. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 2(2), 81-84.

Branson, M. S. (1999). Belajar civic education dari Amerika. (Syarifudin et al., Trans.). Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LKIS) dan The Asia Foundation (TAF).

Budimansyah, D. (2010). Penguatan pendidikan kewarganegaraan untuk membangun karakter bangsa. Widya Aksara Press.

Cholisin. (2012). Penerapan civic skills dan civis dispositions dalam mata kuliah Prodi PKn [Unpublished manuscript]. Jurusan PKn dan Hukum FISE UNY.

Danugroho, A. (2020). Eksistensi tradisi masyarakat Samin Kabupaten Bojonegoro di era modern. SINDANG: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Kajian Sejarah, 2(1), 1-7.

Danugroho, A. (2022). Mengartikan ketahanan nasional. Pustaka Aksara.

Danugroho, A. (2022). Pendidikan dalam kacamata ketahanan nasional. Jejak Pustaka.

Faozi, A. K. A., Hobri., Fatekurohman, M., Aini, K., & Yuniar, D. (2020). Student’s problem-solving abilities in project-based learning (PjBL) based on learning community (LC). Journal of Physics: Conference Series, 1538(1), 1-11.

Geertz, C. (1992). Tafsir kebudayaan (Refleksi budaya). Kanisius.

Hidayat, K. & Azra, A. (2008). Pendidikan kewarganegaraan. Prenada Media Group.

Hutapea, B. (2014). Stres kehidupan, religiusitas, dan penyesuaian diri warga Indonesia sebagai mahasiswa internasional. Jurnal Makara Hubs-Asia, 18(1), 25-40.

Irwan, I. (2021). Revitalisasi civic dispositions dalam menumbuhkan nilai-nilai Pancasila di sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 5(2), 498–505.

Koentjaraningrat. (1975). Manusia dan kebudayaan di Indonesia. Djambatan.

Kostina, E., Kretova, L., Teleshova, R., Tsepkova, A., & Vezirov, T. (2015). Universal Human Values: Cross-Cultural Comparative Analysis. Procedia-Social and Behavioral Sciences, 214, 1019–1028. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2015.11.696

Muhyiddin. (2020). COVID-19 new normal dan perencanaan pembangunan di Indonesia. The Indonesian Journal of Development Planning, 4(2), 240-252.

Mulyono, B. (2017). Reorientasi civic dispositions dalam kurikulum Pendidikan Kewarganegaraan sebagai upaya membentuk warga negara yang ideal. Civics, 14(2), 218–225. https://journal.uny.ac.id/index.php/civics/article/view/17007

Oberg, K. (1960). Cultural shock: Adjustment to new cultural environments. Practical Anthropology, 7(4), 177-182.

Pangalila, T. (2017). Interaksi sosial dosen dan mahasiswa dalam proses perkuliahan di Jurusan PPKn FIS UNIMA. PKn Progresif, 12(2), 699–706.

Putri, P. N., Bahrudin, F. A., & Fitrayadi, D. S. (2022). Peran guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dalam menanamkan civic dispositions bagi peserta didik di SMA Negeri 3 Kota Tangerang. CIVICUS: Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan, 10(1), 1–8.

Rahmatiani, L. (2017). pembentukan karakter siswa melalui program Lisa, Libra, Patujar di SMPN 1 Cilamaya Wetan. Civics, 2(1), 45-55.

Rosita, D., Sutisnawati, A., & Uswatun, D. A. (2022). Pendidikan karakter nilai disiplin dan tanggung jawab dalam pembelajaran tematik di sekolah dasar. Jurnal Cakrawala Pendas, 8(2), 449–456.

Sama’., & Budiyono, F. (2021). Pengembangan perangkat pembelajaran berbasis metode pembiasaan dalam meningkatkan sensitivitas moral siswa di sekolah dasar. Jurnal Cakrawala Pendas, 7(1), 118–126. https://doi.org/10.31949/jcp.v7i1.2390

Wagiran. (2012). Pengembangan karakter berbasis kearifan lokal Hamemayu Hayuning Bawana (Identifikasi karakter berbasis badaya). Jurnal Pendidikan Karakter, 3(3), 329-339.

Zed, M. (2004). Metode penelitian kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia.

Downloads

Published

2023-10-06

How to Cite

Makmur, C. S. (2023). Fostering civic dispositions in the digital era 4.0 through local wisdom-based civic education. Journal of Humanities and Civic Education, 1(1), 61–69. https://doi.org/10.33830/jhce.v1i1.5760.

Issue

Section

Articles