Pemaknaan kembali Bhinneka Tunggal Ika sebagai sesanti Negara Indonesia

Authors

  • Noval Maulana Universitas Mochammad Sroedji Jember
  • Agus Danugroho Universitas Mochammad Sroedji Jember

DOI:

https://doi.org/10.33830/jhce.v1i1.5791.

Keywords:

Bhinneka Tunggal Ika, Lambang Negara, Brilliant Extension

Abstract

Dalam konteks yang semakin kompleks dan beragam, pemaknaan kembali Bhinneka Tunggal Ika sebagai sesanti Negara Indonesia menjadi penting untuk memperkuat persatuan dan identitas bangsa. Untuk itu, kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna Bhinneka Tunggal Ika dalam konteks terkini. Kajian ini merupakan penelitian kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengertian Bhinneka Tunggal Ika tercermin dalam keberagaman dalam realitas lingkungan dan masyarakat Indonesia. Dalam rangka membangun bangsa Indonesia yang makmur dan sejahtera, persatuan merupakan salah satu prasyarat dan Bhinneka Tunggal Ika dapat dikomunikasikan sebagai brilliant extension. Hal ini mengandung makna bahwa Bhinneka Tunggal Ika adalah deklarasi jiwa serta semangat bangsa Indonesia dalam menjaga persatuan dan kesatuan demi mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera.

References

Adha, M. M., & Susanto, E. (2020). Kekuatan nilai-nilai Pancasila dalam membangun kepribadian masyarakat Indonesia. Al-Adabiya: Jurnal Kebudayaan dan Keagamaan, 15(1), 121-138.

Azra, A. (2002). Konflik baru antar peradaban: Globalisasi, radikalisme dan pluralitas. PT. Raja Grafindo Persada.

Azra, A. (2006). Restorasi Pancasila: Mendamaikan politik identitas dan modernitas. Rineka Cipta.

Cahyono, A. S. (2020). Implementasi model collaborative governance dalam penyelesaian pandemi Covid-19. Jurnal Publiciana, 13(1), 83-88.

Damanhuri, et al. (2016). Implementasi nilai-nilai Pancasila sebagai upaya pembangunan karakter bangsa. Civic Education Journal, 1(2), 185-198.

Danugroho, A. (2020). Eksistensi tradisi masyarakat Samin Kabupaten Bojonegoro di era modern. SINDANG: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Kajian Sejarah, 2(1), 1-7.

Danugroho, A. & Sa'adah, A. H. (2022). Worldview and Pancasila: Meanings in building the resilience of the nation's ideology. Prosiding Education, Culture, and Nationalism in New Era. https://seminar.ustjogja.ac.id/index.php/ISECN/issue/view/4

Danugroho, A. (2022). Mengartikan ketahanan nasional. Pustaka Aksara.

Darmaputera, E. (1997). Pancasila: Identitas dan modernitas tinjauan etis dan budaya. PT BPK Gunung Mulia.

Dewantara, J. A., Nurgiansah, T. H., & Rachman, F. (2021). Mengatasi pelanggaran hak asasi manusia dengan model Sekolah Ramah HAM (SR-HAM). Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(2), 261–269.

Gultom, A. F., & Saragih, E. A. (2021). Beriman di masa pandemi. CV. Sinarta.

Hadi, H. (1994). Hakikat dan muatan filsafat Pancasila. Kanisius.

Haq, D. (2019). Peran Puskopsyah Kota Metro dalam merevitalisasi nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika. Jurnal Dewantara, 6(2), 249-272.

Hartaka, I. M., & Suadnyana, I. (2020). Dharma agama dan dharma negara di era kekinian. Pariksa, 2(1).

Kansil. (2006). Modul Pancasila dan Kewarganegaraan. PT. Pradnya Paramita.

Kusumohamidjojo. (2000). Kebhinnekaan masyarakat Indonesia: Suatu problematik filsafat kebudayaan. Grasindo.

Laoly, J. Y., Sinaga, C. N., Fitrianda, D., Sipayung, f. G., Tanjung, J. R., Siambaton, L. M., & Syahrani, M. (2023). Urgensi mempertahankan Bhinneka Tunggal Ika oleh generasi muda. Retrieved from https://suarausu.or.id/urgensi-mempertahankan-bhineka-tunggal-ika-oleh-generasi-muda/

Munadlir, A. (2016). Strategi sekolah dalam pendidikan multikultural. Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Ahmad Dahlan, 3(1), 114-130.

Nasikun. (2007). Sistem sosial Indonesia. PT. Raja Grafindo Persada.

Nurgiansah, T. H. (2021). Pendidikan Pancasila. CV Mitra Cendekia Media.

Nurrochim. (2020). Melacak dan melestarikan tujuh prasasti di Kabupaten Batang pembuka peradaban Mataram Kuno. Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang, 5(1), 18-29

Prasetyowati, S. E. (2011). Meneropong Konsepsi Negara Kesatuan Dengan Sistem Otonomi Seluasluasnya. Keadilan Progresif, 2(2), 138-146.

Pursika, N. (2009). Kajian Analitik Terhadap Semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 4(1), 15-20.

Rianny, P. & Baehaqi, D. (2014). Implementasi nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika di SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta. Jurnal Citizenship, 4(1), 69-85.

Setiyadi, D., Rofiah, S., & Suriadi, J. (2020). Pengukuran indeks kebersamaan masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19. Jurnal Kajian Ilmiah, 1(1), 49-60.

Stev, K. (2013). Kekerasan dan diskriminasi antar umat beragama di Indonesia. Lex Administratum, 1(2), 56-64.

Sujanto, B. (2009). Pemahaman kembali makna Bhineka Tunggal Ika (persaudaraan dalam kemajemukan). Sagung Seto.

Syaefullah, A. (2012). Merukunkan umat beragama. Penerbit Grafindo Khazanah Ilmu.

Downloads

Published

2023-07-28

How to Cite

Maulana, N., & Danugroho, A. (2023). Pemaknaan kembali Bhinneka Tunggal Ika sebagai sesanti Negara Indonesia. Journal of Humanities and Civic Education, 1(1), 1–8. https://doi.org/10.33830/jhce.v1i1.5791.

Issue

Section

Articles