Dinamika Sosial Masyarakat di Sekitar Destinasi Wisata Eling Bening dan Ledok Sambi
DOI:
https://doi.org/10.33830/humaya.v5i2.15034Keywords:
Dinamika sosial, Partisipasi masyarakat, Pengembangan PariwisataAbstract
Pertumbuhan sektor pariwisata di Indonesia tidak dapat pernah dilepaskan dari dinamika sosial masyarakat yang tinggal di sekitar destinasi wisata. Keberadaan destinasi wisata secara langsung maupun tidak langsung akan berdampak pada masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Pertumbuhan sektor wisata ini juga tidak akan dapat berkembang jika tidak mendapat dukungan dari lingkungan di sekitar destinasi wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami bagaimana dinamika sosial yang terjadi di sekitar destinasi wisata, yang dalam hal ini di destinasi wisata Ledok Sambi dan Eling Bening, dengan menggunakan metode campuran. Metode kualitatif digunakan dengan melakukan wawancara mendalam, observasi, serta dokumen, sedangkan metode kuantitatif digunakan sebagai penunjang data dengan menggunakan survei. Analisa data kualitatif mengikuti model Miles dan Huberman, sedangkan analisa data kuantitatif menggunakan data deskripsi dengan melihat kecenderungan data melalui pengukuran modus. Hasil penelitian menunjukkan adanya dinamika sosial yang berbeda, sekalipun di kedua masyarakat yang tinggal di sekitar destinasi menunjukkan adanya dinamika sosial yang positif. Masyarakat di sekitar Ledok Sambi yang mengusung konsep ekowisata memiliki tingkat partisipasi yang lebih tinggi dibanding masyarakat di sekitar Eling Bening yang lebih mengusung konsep wisata modern.
References
Angin, J. S. U. B. P. (2021). Partisipasi masyarakat lokal dalam pengembangan destinasi wisata Ledok Sambi Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman. Yogyakarta: STP AMPTA.
Anuar, A. N. A., & Sood, N. A. A. (2017). Community based tourism: Understanding, benefits and challenges. Journal of Tourism and Hospitality, 6(1).
Creswell, J. W. (2013). Research design: Pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Elkington, J. (1997). Cannibals with forks: The triple bottom line of 21st century business. Oxford: Capstone.
Fitrianti, H. (2014). Strategi pengembangan desa wisata Talun melalui model pemberdayaan masyarakat. Economics Development Analysis Journal, 3(1).
Gunawan, Ruyadi, Y., & Alia, N. (2017). [Lengkapi judul artikel/sumber sesuai referensi asli].
Hamid, H. (2018). Manajemen pemberdayaan masyarakat. Makassar: De La Macca.
Haryanto, J. T. (2014). Model pengembangan ekowisata dalam mendukung kemandirian ekonomi daerah: Studi kasus Provinsi DIY. Jurnal Kawistara, 4(3).
Kearney, A. T. (2009). Green winners: The performance of sustainability-focused companies during the financial crisis. Chicago: AT Kearney.
Kiwang, A. S., & Arif, F. M. (2020). Perubahan sosial ekonomi masyarakat Labuan Bajo akibat pembangunan pariwisata. Gulawentah: Jurnal Studi Sosial, 5(2), 87–97.
Mareta, R. K., Farida, N., & Dewi, R. S. (2022). Pengaruh citra destinasi dan produk wisata terhadap keputusan berkunjung melalui electronic word of mouth. Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis, 11(1), 33–40.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Pitana, I. G., & Gayatri, P. G. (2005). Sosiologi pariwisata. Yogyakarta: Andi Offset.
Soemanto, R. B. (2010). Sosiologi pariwisata. Jakarta: Universitas Terbuka.
Syani, A. (1995). Sosiologi dan perubahan masyarakat. Bandung: Pustaka Jaya.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. (2024). Jumlah perjalanan wisatawan nusantara menurut provinsi tujuan tahun 2024. Retrieved from https://kemenpar.go.id/direktori-statistik/jumlah-perjalanan-wisatawan-nusantara-menurut-provinsi-tujuan-tahun-2024
Downloads
Published
How to Cite
License
Copyright (c) 2025 Hendrikus Ivoni Bambang Prasetyo, Sri Pujiati, Parwitaningsih, Safira Hana Rohmana, Gina Aulia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

