FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT DALAM PROSES PERUBAHAN ORGANISASI PADA POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALANGKA RAYA

Nang Randu Utama

Abstract


This study aims to obtain a description of the supporting and inhibiting factors in the process of organizational change of education based on management perspective that occurs in the scope of higher health education of the Ministry of Health of the Republic of Indonesia. This study used a qualitative approach by conducting case study at Palangka Raya Health Polytechnic. The research results are as follows: (a) Supporting factor that must be there is the existence of a manual or technical guidance in organizing the organization; (b) Whereas the inhibiting factor is the old habits, the mindset, the mental model is still inhibiting from the organizers and members of the organization; (c) The inhibiting factor is the existence of selfishness of each highly visible party; (d) Inhibitors may also occur if there are still "little kings" and selfishness from each of the former institutions; (e) Other issues that support in this process of change are in terms of facilities and infrastructure, namely the availability of buildings and land; (f) Another inhibiting factor is that in terms of educational qualifications, there are departments that do not meet, for example in the midwifery department there are still many average teachers with Diploma IV education background and non-linear education; (g) Inhibiting factors may also occur if the reason of seniority is always carried around; (h) The inhibiting factor is lack of human resources in using modern health equipment, including the use of teaching aids in accordance with the progress of science and teaching and learning technology.

Penelitian ini bertujuan untuk memperolah gambaran mengenai faktor pendukung dan penghambat dalam proses perubahan organisasi pendidikan yang ditinjau dari perspektif manajemen yang terjadi di lingkup organisasi pendidikan tinggi kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan studi kasus pada institusi Politeknik Kesehatan Kemenkes Palangka Raya. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: (a) Faktor pendukung yang harus ada yaitu adanya buku pedoman atau petunjuk teknis dalam penyelenggaraan organisasi; (b) Sedangkan yang menjadi faktor penghambat itu adalah kebiasaan lama, mindset-nya, mental model-nya masih bersifat menghambat dari para pengelola dan anggota organisasi; (c) Faktor penghambat yaitu adanya keegoisan masing-masing pihak yang sangat tampak; (d) Penghambat juga dapat terjadi apabila masih ada “raja-raja kecil” dan keegoisan dari masing-masing institusi yang dulu; (e) Perihal lain yang mendukung dalam proses perubahan ini adalah dari sisi sarana dan prasarana, yaitu tersedianya gedung dan tanah; (f) Faktor penghambat lain yaitu dari sisi kualifikasi pendidikan ternyata ada jurusan yang tidak memenuhi, misalnya di jurusan kebidanan masih banyak rata-rata tenaga pengajar dengan latar pendidikan Diploma IV dan pendidikannya tidak linear; (g) Faktor penghambat juga dapat terjadi apabila alasan senioritas selalu dibawa-bawa; (h) Faktor penghambat yaitu masih kurang kesiapan sumber daya manusia dalam menggunakan alat-alat kesehatan modern termasuk penggunaan alat bantu belajar mengajar yang sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pengajaran dan pembelajaran.


Keywords


change factor, change process, faktor perubahan, organizational change, perubahan organisasi, proses perubahan.

Full Text:

PDF

References


Aswandi. (2001). Perubahan Organisasi Perguruan Tinggi Swasta dari Manajemen Keormasan ke Manajemen Profesional: Studi Kasus di Universitas Putih. Disertasi tidak diterbitkan. Malang: Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang.

Bacharach, S.B., Bamberger, P., & Sonnenstuchl, W.J. (1996). The Organizational Transformation Process: The Micropolitics Dissonance Reduction and the Alignment of Logics of Action. Administrative Science Quarterly. 41: 477-506

Chatab, N. (2009). Mengawal Rancangan Pilihan Organisasi. Bandung: Alfabeta.

Enders, A., Konig, A. & Hungenberg, H., Engelbertz, T. (2009). Towards an Integrated Perspective of Strategy. Journal of Strategy and Management. The Value-Process Framework. 2: 76-96

Mayston, D.J. (2003). Measuring and Managing Educational Performance. Journal of the Operational Research Society. 54: 679-691.

Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya. (2009). Profil Politeknik Kesehatan Surabaya. Surabaya: Poltekkes Kemenkes Surabaya.

Siswanto & Sucipto, A. (2008). Teori & Perilaku Organisasi: Suatu Tinjauan Integratif. Malang: UIN-Malang Press.

Sobirin, A. (2009). Budaya Organisasi: Pengertian, Makna dan Aplikasinya dalam Kehidupan Organisasi. Yogyakarta: UPP-STIM YKPN.

Syafaruddin. (2008). Efektifitas Kebijakan Pendidikan: Konsep, Strategi, dan Aplikasi Kebijakan Menuju Organisasi Sekolah Efektif. Jakarta: Rineka Cipta.

Trompenaars, F. (1996). Resolving International Conflict: Culture and Business Strategy. London Business School. 7: 51-68

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

Waistell, J. (2006). Metaphorial Mediation of Organizational Change Across Space and Time. Journal of Organizational Change Management. 19: 640-654

Winardi, J. (2008). Manajemen Perubahan. Jakarta: Kencana.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Jurnal Organisasi Dan Manajemen

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.