PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK BAWANG PUTIH DAN CABAI PADA TELUR ASIN ITIK TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN, TOTAL MIKROBA, DAN TINGKAT KESUKAAN KONSUMEN

  • Sumarsih Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhamammadiyah Yogyakarta
  • Athiefah Fauziyyah Program Studi Teknologi Pangan Universitas Terbuka
Keywords: telur asin, nilai gizi protein, bawang putih, total mikroba, faktor kesukaan konsumen

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak bawang putih dan cabai pada telur asin itik terhadap kandungan protein, total mikroba dan tingkat kesukaan konsumen. Metode penelitian memakai metode eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal menggunakan 3 variabel perlakuan dan tiap perlakuan diulang tiga (3) kali. Perlakuan yang diujikan adalah penambahan ekstrak bawang putih 100% dan bawang putih-cabai dengan perbandingan 50% : 50% dengan waktu pemeraman 7 hari dan inkubasi 3 hari. Parameter yang diamati merupakan kadar protein, total mikroba, dan tingkat kesukaan konsumen. Analisis data hasil penelitian memakai teknik analisis sidik ragam ANOVA 5% dan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukan penambahan ekstrak bawang putih dan cabai dengan perbandingan 50% : 50% pada pemeraman 7 hari dan inkubasi 3 hari dapat meningkatkan nilai gizi protein telur asin, namun tidak dapat meningkatkan tampilan fisik baik warna, tekstur dan kenampakan serta jumlah mikroba.

References

Ardiansyah. (2016). Pertumbuhan Salmonella Sp. Dengan Variasi Konsentrasi Bawang Putih (Allium Sativum) Pada Telur Asin. Skripsi. Ilmu Peternakan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar.

Badan Pusat Statistik. (2020). Produksi Telur Itik/Itik Manila Menurut Provinsi (Ton) 2018-2020. Jakarta. Badan Pusat Statistik.

Finata, R. P., M. D. Rudyanto, dan I. G. K. Suarjana. (2015). Pengaruh lama penyimpanan pada suhu kamar telur itik segar dan telur yang mengalami pengasinan ditinjau dari jumlah Eschericia coli. Buletin Veteriner Udayana, 7 (1).

Hasanah. U. (2015). Penetapan Kadar Protein pada Biskuit dengan Metode Kjeldahl. Tugas Akhir. Program Diploma III Analis Farmasi dan Makanan Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara.

Moulia, M. N., Syarief, R., Iriani, E. S., Kusumaningrum, H. D., & Suyatma, N. E. (2018). Antimikroba Ekstrak Bawang Putih. Jurnal Pangan, 27(1), 55–66.

Purdiyanto, J., & Riyadi, S. (2018). Pengaruh Lama Simpan Telur Itik Terhadap Penurunan Berat, Indeks Kuning Telur (IKT),dan Haugh Unit (HU). Jurnal Maduranch, 3(1)(1), 23–28.

Rahmi, A., Susi, & Agustina, L. (2013). Analisis Tingkat Kesukaan Konsumen, Penetapan Umur Simpan Dan Analisis Kelayakan Usaha Dodol Pisang Awa. Jurnal ZIRAA’AH, 37(2), 26–32.

Salim, E., Syam, H., Wijaya, M. (2017). Pengaruh variasi waktu pemeraman telur asin dengan penambahan abu sabut kelapa terhadap kandungan kadar klorida, kadar protein dan tingkat kesukaan konsumen. Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian, 3 (2): 107-116.

Saputra. A., F. S. Mumpuni, E. Setiadi, I. D. Setiawan. (2019). Kinerja pertumbuhan dan sintasan benih ikan baung (Hemibagrus nemurus) yang diberi probiotik berbeda. Jurnal Mina Sains 5 (1).

Saputra, A. T. (2017). Kualitas Telur Asin pada Pemberian Bawang Putih (Allium sativum) dengan cabai (Capsicum annum L.) pada Lama Penyimpanan Berbeda. Skripsi. Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin Makassar.

Sari D. K, S. A. Marliyati, L. Kustiyah , A. Khomsa , T. M. Gantohe. (2014). Uji organoleptik formulasi biskuit fungsional berbasis tepung ikan gabus (Ophiocephalus striatus). Jurnal Agritech, 34 (2).

Soesetyaningsih, Azizah. (2020). Akurasi perhitungan bakteri pada daging sapi menggunakan metode hitung cawan. Berkala Sainstek, VIII (3): 75-79.

Published
2021-06-09
How to Cite
Sumarsih, & Fauziyyah, A. (2021). PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK BAWANG PUTIH DAN CABAI PADA TELUR ASIN ITIK TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN, TOTAL MIKROBA, DAN TINGKAT KESUKAAN KONSUMEN. Food Scientia : Journal of Food Science and Technology, 1(1), 25-36. https://doi.org/10.33830/fsj.v1i1.1452.2021