Pemodelan Matematis Tren Iklim pada Wilayah Pertambangan Mineral Logam dan Batubara di Indonesia Menggunakan Regresi Linear dan Indeks Variabilitas
Keywords: pemodelan matematis, regresi linear, tren iklim, pertambangan, indeks perubahan iklim
Abstract
Perubahan iklim berdampak signifikan terhadap keberlangsungan operasional pertambangan mineral logam dan batubara di Indonesia. Penelitian ini bertujuan membangun model matematis berbasis linear regression dan menghitung indeks variabilitas iklim (IVI) untuk menganalisis dan membandingkan tren suhu, curah hujan, dan kelembaban pada 11 wilayah pertambangan utama di Indonesia selama periode 2014–2024. Sumber data berasal dari World Weather Online (WWO). Pemodelan menghasilkan persamaan regresi linear (y = a + bx) untuk masing-masing parameter iklim di setiap lokasi, dengan nilai koefisien determinasi (R²) digunakan sebagai ukuran kekuatan tren. Hasil analisis menunjukkan bahwa suhu udara memiliki tren yang relatif stabil (b ≈ 0,02–0,08°C/tahun, R² < 0,40) di hampir seluruh lokasi, sementara curah hujan memperlihatkan variabilitas tertinggi dengan IVI berkisar antara 0,29 (Nusa Tenggara Barat) hingga 0,48 (Papua). Tren curah hujan menurun secara statistik signifikan pada 2019 yang berkorelasi dengan kejadian El Niño, dan meningkat pada 2017 yang berkorelasi dengan La Niña. Papua mencatat curah hujan tertinggi (rata-rata 5.500–8.500 mm/tahun), sedangkan Nusa Tenggara Barat terendah (rata-rata 1.300–3.000 mm/tahun). Kelembaban relatif menunjukkan tren meningkat di Kalimantan (b = +0,52%/tahun, R² = 0,71). Model matematis yang dihasilkan dapat digunakan sebagai dasar kuantitatif dalam perencanaan operasional dan manajemen risiko iklim pada industri pertambangan Indonesia.
Copyright (c) 2025 Supriadin, Sriyandi Ruru Bari, Fikram, Nur Danisa, Marwita

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.