Pengaruh Model Core-Based Learning Berbantuan Quizwhizzer Terhadap Kemampuan Penalaran Matematis Siswa SMA
Keywords: Discovery Learning, Kemampuan Penalaran Matematis Siswa, Model CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, and Extending)-based-Learning, QuizWhizzer
Abstract
Kemampuan penalaran matematis merupakan salah satu kompetensi penting dalam pembelajaran matematika, namun kemampuan tersebut pada siswa SMA di Indonesia masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan penalaran matematis siswa yang memperoleh model CORE-based Learning berbantuan QuizWhizzer lebih tinggi dibandingkan siswa yang memperoleh model Discovery Learning. Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain non-equivalent control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMAN 17 Bandung dengan sampel kelas X-G sebagai kelas eksperimen dan kelas X-F sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan penalaran matematis yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan indeks N-Gain, uji normalitas, uji homogenitas, dan independent sample t-test dengan bantuan IBM SPSS 23 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan penalaran matematis siswa yang memperoleh model CORE-based Learning berbantuan QuizWhizzer lebih tinggi dibandingkan siswa yang memperoleh model Discovery Learning. Hal ini ditunjukkan oleh hasil uji-t satu arah dengan nilai signifikansi 0,009 < 0,05. Selain itu, rerata N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,70 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 0,59, yang keduanya berada pada kategori peningkatan sedang.
Copyright (c) 2025 Kezya Foamasi Gea, Vivi Hermawan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.