Pemetaan Miskonsepsi Siswa pada operasi Bentuk Akar dengan Four-Tier Diagnostic Test
Keywords: Miskonsepsi, Bentuk akar, Four-tier diagnostic test
Abstract
Pemahaman konseptual menjadi fondasi pembelajaran matematika karena menopang berpikir logis, analitis, dan sistematis. Namun banyak peserta didik masih mengalami miskonsepsi pada materi bentuk akar akibat hafalan prosedur aljabar tanpa memahami makna konseptual, misalnya menganggap atau keliru merasionalkan bentuk akar. Kondisi ini menghambat pembelajaran lanjutan dan menurunkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Karena itu, identifikasi dan pemetaan miskonsepsi diperlukan agar guru merancang strategi pembelajaran yang efektif. Artikel ini menyajikan tahap penerapan (disseminate) instrumen tes diagnostik four-tier untuk memetakan miskonsepsi pada operasi bentuk akar. Instrumen sembilan butir ini telah melewati uji validitas dan reliabilitas. Penerapan dilakukan pada peserta didik kelas X SMAN 12 Kota Jambi. Analisis kategori menunjukkan proporsi pemahaman konsep 35,73%, miskonsepsi 36,88%, false positive 9,39%, false negative 8,14%, dan lack of knowledge 9,87%. Rata-rata jawaban benar tingkat pertama 50,29%. Miskonsepsi tertinggi muncul pada indikator penjumlahan–pengurangan, disusul perkalian dan pembagian. Temuan menegaskan keunggulan four-tier diagnostic test dalam mendeteksi tingkat serta jenis miskonsepsi secara presisi, dan hasil pemetaan menjadi dasar pembelajaran remedial yang lebih tepat sasaran serta pengembangan instrumen serupa pada materi matematika.
Copyright (c) 2026 Lovi Leoni

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.